Akhlak Sebagai Buah dari Iman



Buah iman kita ini seperti pohon. Ada aqidah yg menghunjam, teguh, terpatri dlm benak. keyakinan kita yg teguh kpd Allah mengakar ke sumber khidupan di sekitar kita. Ibadah2 kita, dakwah2 kita, adlh ibadah yg pengaruhnya dinikmati byk org. Sholat yg mencegah kita dr perbuatan keji dan munkar. Puasa yg mengajarkan empati pd sesama, Zakat yg mengajak sesama utk berbagi, dan haji yg membwt sluruh umat bersatu dan merasa kecil dihadapan Allah Yang Maha Besar.

Nah.. buah iman itu, adalah Akhlak. Akhlak yg Akhlaqul Kharimah. Ibarat pohon tadi, seorang mukmin memberikan buahnya pd stiap muslim, pd segala tempat dan kondisi. Gambaran yg indah tentag manisnya manfaat bergaul dengannya. Ia menjadi manusia yg bermanfaat kapan saja, dalam kondisi apapun. Didunia nyata ia brmanfaat bagi masyarakat, di dunia maya ia brmanfaat bagi banyak orang.

'Tidakkah engkau perhatikan bgmn Allah telah membwt suatu perumpamaan. Kalimat yg baik adlh umpama pohon yg baik. Akarnya kuat dan cabangnya sampai ke langiat. Ia memberikan buahnya ditiap musim dgn izin Rabbnya...' (Qs.Ibrahim, 24-25).
Diamnya brmanfaat, bicaranya apalagi. Tawanya brmanfaat, tangisnya pun brmanfaat.
Gembiranya brmanfaat, sedihnya pun brmanfaat. Sabarnya brmanfaat, marahnya pun memberi pelajaran.
Dalam tidurnya ada manfaat, terjaganya lebih2 lagi. Berjalannya menuju tmpt brmanfaat, berhentinya pun ditmpt yg brmanfaat.
Saat byk nikmat menghampiri, ia berbagi. Saat musibah menimpa, ada byk plajaran dari dirinya. Saat luang ia mmberi manfaat sbgaimana saat sibuk.
Saat muda memberi manfaat, sampai pun saat tua. Saat sehat memberi manfaat, bgitupun saat sakit.
Saat kaya memberi manfaat, saat miskin pun tetap berderma. Saat hidup memberi manfaat, bgitupun saat wafat.
Semua sisi khidupannya bermanfaat bagi semua.
Ah akhlak. Akhlakul Kharimah. Betapa kita jauh darinya.
Semua akhlak itu hanya menyatu dlm diri satu manusi saja : Muhammad Rasulullah.
Kata Aisyah, akhlak rasulullah adlh Kaana khuluquhul Quran! Akhlaknya adlh Alqur'an.
Siapa yg akan menyangsikan akhlak bliau smentara sertifakat langit menjaminnya dalam ayat:
'Dan sesungguhnya engkau (muhammad) berada diatas akhlak yg agung' (Qs.Al-Qalam,4).
Kita tidak mungkin bisa menyamai akhlak bliau. tapi paling tidak, kita memiliki acuan
dgn bersandar pada sabda bliau: 'Seorg mukmin itu adlh seseorang yg dimana org lain senantiasa
merasa aman dari lisan dan tangannya'. atau sabdanya yg lain,
'Tidak akan masuk surga, orang yg membwt tetangganya (saudara sesama muslim dlm arti yg luas) merasa tidak aman dari gangguan kejahatan tangan dan lisannya' (HR.Bukhari).
Subhanallah banget yach..Buah iman itu bernama Akhlak.
Jikapun pohon iman kita 'belum berbuah', minimal pohon kita tak berduri dan tak beracun.
Nah, kira2 sulit tidak yaa...?
Tunjukkin kalo kita hidup bukan untuk diri kita sendiri..


EmoticonEmoticon