Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Kanker Ovarium

Oleh Arinda Veratamala  Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum Kista ovarium merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi pada wanita. Setiap wanita bisa memiliki penyakit ini, terutama pada wanita yang masih mengalami menstruasi setiap bulannya. Biasanya kista ovarium bisa hilang dengan sendirinya tanpa Anda tahu bahwa Anda memiliki kista ovarium. Namun, kista ovarium yang sudah besar dapat menunjukkan beberapa gejala. Inilah yang perlu Anda waspadai. Apa saja gejala kista ovarium?

Apa itu kista ovarium?

Setiap wanita memiliki dua ovarium yang setiap bulannya akan melepaskan sel telur secara bergantian. Terkadang kista (kantung kecil berisi cairan) bisa berkembang di salah satu ovarium. Mungkin Anda pernah mengalaminya tanpa Anda ketahui. Banyak wanita memiliki kista setidaknya satu kali selama hidupnya. Namun, umumnya ini tidak menyakitkan dan tidak berbahaya. Bahkan, kista ovarium ini bisa hilang dengan sendirinya tanpa perlu pengobatan.
Namun, yang perlu diwaspadai adalah ketika kista ini tidak hilang, malah makin membesar, dan pecah. Kista jenis inilah yang biasanya dapat menimbulkan gejala kista ovarium dan membuat Anda tidak nyaman. Ada dua jenis kista ovarium yang perlu Anda ketahui, yaitu:
  • Kista ovarium fungsional. Kista yang berkembang karena bagian dari siklus menstruasi. Jenis kista ini tidak berbahaya dan mudah untuk hilang dengan sendirinya. Ini merupakan jenis kista yang paling umum.
  • Kista ovarium patologis. Kista ini berkembang karena pertumbuhan sel yang tidak normalBiasanya kista ini menimbulkan gejala dan perlu perawatan khusus untuk menanganinyaKista jenis ini bisa jinak atau ganas (kanker).

Apa saja gejala kista ovarium?

Pada umumnya kista ovarium yang kecil tidak menyebabkan gejala apapun dan dapat hilang dengan sendirinya. Namun, kista ovarium yang besar, pecah, tak kunjung hilang dapat menyebabkan Anda merasa tidak nyaman dan menimbulkan beberapa gejala, seperti:
  • Nyeri perut bagian bawah (nyeri panggul), yang bisa datang dan pergi, serta bisa menyebar ke daerah punggung bawah dan paha
  • Nyeri panggul sebelum dan sesudah menstruasi
  • Menstruasi tidak teratur, bahkan bisa menyakitkan, lebih berat, atau lebih ringan dari biasanya
  • Sakit dan merasa tidak nyaman di bagian bawah perut saat berhubungan seksual (dispareunia)
  • Perut terasa tertekan
  • Merasa kembung atau bengkak pada perut
  • Kesulitan buang air besar atau sakit saat buang air besar
  • Lebih sering buang air kecil karena tekanan pada kandung kemih atau Anda mengalami kesulitan untuk mengosongkan kandung kemih
  • Merasa sangat kenyang setelah makan hanya sedikit
  • Mual, muntah, atau nyeri pada payudara, seperti yang dirasakan saat hamil

Kapan harus ke dokter?

Jika Anda mengalami gejala kista ovarium seperti di atas, sebaiknya periksakan diri Anda ke dokter. Namun, terkadang kista ovarium juga membutuhkan perhatian darurat, artinya Anda harus segera ke dokter pada saat ini. Pergilah segera ke dokter jika Anda mengalami gejala berikut ini:
  • Sakit perut yang parah secara tiba-tiba
  • Nyeri disertai demam dan muntah
  • Pusing, merasa lemas dan ingin pingsan
  • Napas lebih cepat
Gejala tersebut mungkin menunjukkan bahwa kista di ovarium Anda telah menyebabkan perubahan pada ovarium. Sehingga, harus segera mendapat penanganan dokter.
Hidup sehat  Hidup bahagia

Info Kesehatan


Rumah Sehat: Buka Untuk Umum

Mengobati:

* Kanker / Kelenjar / Kista-Meoma (Benjolan),
* Diabetes - Impotensi / Ejakulasi Dini
* Stroke Karena Darah Tinggi, Penyempitan Syaraf
* Hernia - Prostate - Hemorid / Ambeien - Asma
* Alergi / Gatal - Katarak

Menyediakan
Perlengkapan Alat, Kosmetik dan Obat-obatan Dan Produk HPAI

https://hni.id/00950186

@ Melayani Therapy BEKAM Steril, dan BIO ENERGI

* Cek Kolesterol
* Asam Urat
* Diabetes

Kunjungi Alamat Kami:

JL. Raya Segok 327. (Batununggal Rt. 02/02)
Kec. Cibadak
Kab. Sukabumi, 43351 Jawa Barat.
👉 Hp/WA. 0812 9889 2003.

Praktek: Senin - kamis Jam 08.00 s/d 20.00. Sabtu - Minggu 09.00 s/d 17.00.

Dinkes: 448.13.10.08.11.16.dsb.99

klinikf3cinoling.blogspot.com.
Batas Kadar Asam Urat Normal

Batas Kadar Asam Urat Normal


pwt
doktersehat-asam-urat

Mengetahui dan memantau batas kadar asam urat normal bagi pria sangatlah penting, mengingat pria berisiko lebih tinggi terkena penyakit asam urat atau goutdikarenakan pola hidup dan faktor genetis. Kadar asam urat yang tinggi di dalam tubuh dapat menyebabkan penyakit akut seperti batu ginjal hingga peradangan pada persendian.
Asam urat adalah zat yang normal ada di dalam tubuh manusia. Zat ini didapatkan dari senyawa purin yang berasal dari makanan yang kita konsumsi. Berbagai jenis makanan yang kaya akan purin seperti jeroan, hati, ikan asin, kacang kering, ikan laut, hingga minuman seperti bir dan anggur jika dikonsumsi dapat meningkatkan kadar asam urat di dalam tubuh dengan signifikan.
Wajarnya, kadar asam urat di dalam tubuh akan disaring dan kemudian dibuang oleh ginjal melalui urine kita. Sayangnya, jika kita mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan purin secara berlebihan, maka kadar asam urat akan meningkat drastis dan membuat ginjal akan kewalahan dalam menyaringnya. Akibatnya, tidak semua asam urat ini terbuang melalui air seni dan akhirnya mengendap di beberapa bagian tubuh.
Sebagai contoh, asam urat di ginjal akan mengkristal menjadi batu ginjal dan asam urat yang berada di daerah persendian akan mengkristal di persendian dan akhirnya menyebabkan masalah asam urat atau gout.
Pakar kesehatan menyebutkan bahwa kadar asam urat yang normal bagi pria dewasa adalah antara 2 hingga 7,5 miligram per desiliter darah. Sementara itu, untuk pria dengan usia lebih dari 40 tahun, maka kadar asam urat yang normal sebanyak 2 hingga 8,5 miligram per desiliter darah. Sementara untuk para remaja pria dengan usia antara 10 hingga 18 tahun, kadar asam urat yang normal biasanya adalah antara 3,6 hingga 5,5 desiliter darah. Untuk lebih jelasnya, berikut tabel daftar kadar asam urat normal menurut WHO:
Umur dan Jenis KelaminBatas Bawah (Nilai Rendah)Batas Atas(Nilai Batas)
Pria Dewasa2 mg/dL7,5 mg/dL
Wanita Dewasa2 mg/dL6,5 mg/dL
Pria Lansia 40+2 mg/dL8,5 mg/dL
Wanita Lansia 40+2 mg/dL8 mg/dL
Anak Laki 10-18 tahun3,6 mg/dL5,5 mg/dL
Anak Perempuan 10-18 tahun3,6 mg/dL4 mg/dL

Jika setelah melakukan tes pengukuran kadar asam urat ini diketahui bahwa kadar asam urat dalam tubuh ternyata di atas normal, ada baiknya kita segera mulai mengubah pola makan menjadi lebih sehat dan menurunkan asupan yang kaya purin agar tidak mudah terkena serangan asam urat. Sementara itu, jika kadar asam urat di bawah normal, ada baiknya kita justru menambah asupan makanan yang kaya purin agar kadar asam urat bisa berada dalam kondisi normal.

Penyebab Asam Urat

Asam urat adalah produk limbah yang dibuat selama gangguan normal purin, zat alami yang ditemukan dalam makanan seperti hati, jamur, teri, mackerel dan kacang kering.
Asam urat biasanya dibersihkan dari darah oleh ginjal, dan keluar dari tubuh bersama dengan urine. Namun, kadar asam urat yang tinggi dapat terakumulasi dalam tubuh, baik ketika ginjal mengeluarkan terlalu sedikit asam urat atau ketika tubuh memproduksi terlalu banyak asam urat. Kondisi ini dikenal sebagai hyperuricemia.
Konsentrasi asam urat yang tinggi dalam darah pada akhirnya akan mengubah asam menjadi kristal urat, yang kemudian dapat terakumulasi di sekitar sendi dan jaringan lunak. Simpanan kristal urat yang berbentuk jarum bertanggung jawab atas peradangan dan gejala nyeri asam urat.
Ada beberapa faktor yang dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap asam urat, beberapa diantaranya adalah:
  1. Memiliki riwayat keluarga asam urat
  2. Kelebihan berat badan
  3. Memiliki masalah ginjal
  4. Paparan timbal
  5. Minum terlalu banyak alkohol
  6. Mengambil obat tertentu seperti diuretik atau niacin

Gejala Asam Urat

Menurut Mayo Clinic, gejala umum asam urat adalah:
  • Nyeri sendi intens yang paling parah dalam 12 hingga 24 jam pertama
  • Nyeri sendi yang berlangsung beberapa hari hingga beberapa minggu dan menyebar ke lebih banyak sendi dari waktu ke waktu
  • Kemerahan, kelembutan dan pembengkakan sendi

Mengobati asam urat di rumah

Pengobatan rumahan untuk serangan asam urat akut termasuk minum banyak air. Obat anti-inflamasi nonsteroid, seperti ibuprofen (Advil, Motrin) dan naproxen sodium (Aleve), dapat digunakan ketika tidak ada kontra-indikasi, seperti penurunan fungsi ginjal atau sakit maag.
Obat rumahan mungkin sangat bermanfaat untuk penatalaksanaan asam urat kronis. Minum banyak air untuk tetap terhidrasi dengan baik dapat bermanfaat dalam mencegah serangan asam urat.

Kategori

Kategori