Seseorang yang sedang merencanakan penurunan berat badan, mempertahankan berat badan normal, ataupun meningkatkan massa otot, sering kali menggunakan timbangan sebagai patokan utama. Padahal sebenarnya timbangan belum tentu menjadi petunjuk yang dapat diandalkan.
Seorang pakar diet
mengungkapkan bahwa timbangan memang baik digunakan untuk mengukur
pergerakan angka berat badan. Namun menurutnya lagi, penggunaan
timbangan yang kurang tepat dapat membuat pengguna menjadi keliru dalam
memahami perubahan angka yang ditunjukkan pada timbangan.
Fakta-fakta
berikut belum tentu diketahui oleh banyak orang yang menjadikan
timbangan sebagai satu-satunya patokan dalam menjaga berat badan.
Tidak perlu menimbang tiap hari
Berat
badan sebenarnya merupakan cerminan tentang apa yang terjadi di dalam
tubuh dalam suatu periode yang lama. Oleh karena itu, mengurangi makanan
atau terlalu banyak makan dalam satu hari tidak akan seketika dapat
terpantau pada timbangan. Jadi tidak ada gunanya menimbang badan
terus-menerus tiap hari. Menimbang badan tiap hari justru dapat
menjadikan seseorang terobsesi pada kenaikan atau penurunan angka yang
ditunjuk timbangan.
Sebagai referensi tambahan, naik atau turunnya angka berat badan dapat diakibatkan oleh banyak faktor, seperti:
- Kondisi cuaca
- Perubahan hormon yang memicu penumpukan cairan
- Konsumsi makanan asin ataupun yang mengandung tepung
Oleh
karenanya, seminggu sekali saja sudah cukup untuk memantau
perkembangan. Namun lain halnya bagi pengidap beberapa kondisi kesehatan
tertentu, seperti diabetes.
Kondisi penderita penyakit ini yang ingin menurunkan atau menaikkan
berat badan disarankan untuk menimbang berat badannya dua kali sepekan
dan mencatat angka yang tertera untuk berjaga-jaga diberikan ke dokter
jika diperlukan.
Timbang di waktu yang sama
Usahakan
untuk menimbang berat badan di waktu yang sama, yaitu pada hari dan jam
yang sama tiap pekan menggunakan timbangan yang sama dan upayakan untuk
mengenakan pakaian serupa. Pagi hari biasanya adalah waktu yang
direkomendasikan untuk menimbang berat badan. Pada waktu ini, berat
tubuh relatif belum terpengaruh variasi konsumsi cairan dan makanan
padat sepanjang hari. Di samping itu, sepatu dan pakaian dengan bahan
yang tebal dan berat dapat menyebabkan perhitungan berat badan bertambah
1-2 kilogram.
Timbangan digital dapat menunjukkan angka yang
lebih mudah terbaca. Di sisi lain, timbangan mekanik cenderung tidak
seakurat timbangan digital dan lebih rentan mengalami kerusakan.
Sebagian besar pusat kebugaran, rumah sakit, dan kantor praktik dokter
menyediakan timbangan yang lebih akurat dibandingkan timbangan rumah.
Ini menyebabkan bisa jadi terdapat perbedaan dalam pengukuran berat
badan pada timbangan yang berbeda-beda.
Perhatikan posisi timbangan
Perhatikan
posisi timbangan. Pastikan timbangan yang Anda gunakan berada pada
permukaan yang benar-benar rata. Karpet tebal yang empuk ataupun lantai
yang tidak rata pada bagian bawah berisiko menyebabkan ketidakakuratan
pada angka yang diperlihatkan.
Gunakan cara lain untuk mengukur perubahan berat tubuh
Seorang ketua fisiologi olahraga
menekankan bahwa daripada fokus mengurangi berat badan, lebih penting
untuk berupaya menghilangkan lemak berlebih dan menjaga kesehatan
jaringan tubuh. Oleh sebab itu selain dengan timbangan, dapat juga
menggunakan kalkulator indeks massa tubuh (IMT).
Melalui
penghitungan IMT, bisa diketahui apakah berat badan Anda normal,
berlebihan, atau termasuk kriteria obesitas. Meski tidak dapat digunakan
untuk mengetahui persentase otot ataupun lemak tubuh, tetapi ukuran ini
dapat digunakan untuk mendeteksi risiko kesehatan yang berhubungan
dengan kelebihan berat badan.
Selain itu, beberapa pusat kebugaran dapat menyediakan
bioelectrical impedance analysis
(BIA) yang lebih akurat dalam mengukur kadar lemak tubuh. Cara mudah
lain yang sering digunakan orang pada umumnya adalah melihat apakah
pakaian tertentu sudah tidak muat dikenakan dibandingkan dua-tiga bulan
sebelumnya.
Pada akhirnya, hal terpenting untuk diingat adalah
perubahan berat badan bukanlah tujuan utama dari hasil berolahraga atau
pengaturan pola makan. Daripada fokus kepada perubahan angka berat
badan, lebih baik fokus kepada bagaimana cara menjalani hidup sehat.
Dengan sendirinya, berat badan ideal bisa tercapai.
Dikisahkan, ada
seorang pria yang sedang mengalami masalah bertubi-tubi. Rumah tangganya
tidak harmonis. Bersamaan dengan itu, dia pun terkena perampingan
karyawan di perusahaannya sehingga dia harus berhenti bekerja.
Pada waktu yang senggang, dia berpikir dan mengevaluasi diri.
Apa yang salah dengan hidupku? Mengapa aku gagal terus? Bagaimana
caranya untuk merubah kegagalan dengan kesuksesan?
Dimulailah pencarian jawaban atas pertanyaannya dengan pergi ke toko
buku dan membeli buku-buku yang dianggapnya mampu memberi jawaban.
Setelah beberapa buku habis dibaca, dia merasa tidak puas dan tidak pula
menemukan jawabannya. Tiba-tiba timbul inspirasi di pikirannya, kenapa
aku tidak menanyakan langsung saja ke penulis buku-buku itu? Pasti akan
lebih berhasil bila aku bisa mendapatkan petunjuk langsung dari si
penulis. Maka ditemuilah si penulis buku.
Setelah menceritakan semua kegagalan yang dialaminya, dia berkata,
“Tuan penulis, tolong ajarkan kepada saya, rumus dan cara yang bisa
membuat saya sukses ”.
Si penulis pun menjawab, “Kalau anda membaca buku saya dengan teliti,
dan menjalankan dengan nyata, tentu akan ditemukan cara-cara menuju
sukses”
”Saya sudah membaca habis, bahkan hafal isi buku anda, tetapi tetap saja
belum menemukan rumus sukses. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk
bertanya langsung ”.
Si penulis berpikir sejenak dan berkata, “Baiklah, saya akan ketemukan
kamu dengan seseorang. Biar dia yang memberitahu kamu bagaimana cara
sukses dalam hidup ini ”.
Dengan gembira si pria bertanya, “Dimana orang itu bisa saya temui?”
Si penulis mengajak pria itu ke sebuah kamar, “Dia ada di dalam kamar
ini”.
Maka Pria itu pun mengetuk pintu dan segera masuk ke dalam kamar. Namun
dia heran karena tidak ada seorangpun di dalam kamar tersebut, yang ada
hanya sebuah cermin besar.
Lalu si Penulis berkata, “Lihatlah ke cermin itu. Orang yang ada di
cermin itu adalah sang penolong yang kamu cari untuk menunjukkan
bagaimana caranya meraih sukses. Sesungguhnya hanya kamu yang bisa
menolong dirimu sendiri, tanpa kamu berani memulai dari dirimu sendiri
untuk berusaha dan berjuang maka kamu tidak akan meraih sukses!”
Seketika itu juga si pemuda tersadar, “Terima kasih pak penulis. Saya
akan berusaha lebih tekun dan mengandalkan diri sendiri untuk
mempraktekkan teori yang telah saya dapat dan pelajari!"
******
Hidup adalah rangkaian aktivitas yang kita lakukan setiap hari, kalau
perasaan malas, tidak disiplin, bimbang, ragu-ragu dan lain sebagainya
menguasai diri kita, tentu nasib buruklah yang kita dapat. Sukses
bukanlah teori, sebagai manusia yang telah dikaruniai segenap
kelebihan-kelebihan olah Tuhan, kita harus berani mengembangkan diri dan
mengandalkan diri sendiri untuk berpikir, bergerak dan berjuang .
Kalau mental kemandirian telah kita miliki, dan tidak cengeng dalam
menghadapi kesulitan hidup, berani belajar dalam setiap tindakan yang
kita ambil, maka pasti nasib kita akan berubah dan meraih sukses yang
membanggakan!
Sumber:
http://kisah-yang-penuh-hikmah.blogspot.co.id/2011/03/cermin-diri.html
^_^ Terimakasih telah menyertakan link blog ini jika Sobat mengcopinya.. ^_^
Dikisahkan, ada
seorang pria yang sedang mengalami masalah bertubi-tubi. Rumah tangganya
tidak harmonis. Bersamaan dengan itu, dia pun terkena perampingan
karyawan di perusahaannya sehingga dia harus berhenti bekerja.
Pada waktu yang senggang, dia berpikir dan mengevaluasi diri.
Apa yang salah dengan hidupku? Mengapa aku gagal terus? Bagaimana
caranya untuk merubah kegagalan dengan kesuksesan?
Dimulailah pencarian jawaban atas pertanyaannya dengan pergi ke toko
buku dan membeli buku-buku yang dianggapnya mampu memberi jawaban.
Setelah beberapa buku habis dibaca, dia merasa tidak puas dan tidak pula
menemukan jawabannya. Tiba-tiba timbul inspirasi di pikirannya, kenapa
aku tidak menanyakan langsung saja ke penulis buku-buku itu? Pasti akan
lebih berhasil bila aku bisa mendapatkan petunjuk langsung dari si
penulis. Maka ditemuilah si penulis buku.
Setelah menceritakan semua kegagalan yang dialaminya, dia berkata,
“Tuan penulis, tolong ajarkan kepada saya, rumus dan cara yang bisa
membuat saya sukses ”.
Si penulis pun menjawab, “Kalau anda membaca buku saya dengan teliti,
dan menjalankan dengan nyata, tentu akan ditemukan cara-cara menuju
sukses”
”Saya sudah membaca habis, bahkan hafal isi buku anda, tetapi tetap saja
belum menemukan rumus sukses. Oleh karena itu, saya memutuskan untuk
bertanya langsung ”.
Si penulis berpikir sejenak dan berkata, “Baiklah, saya akan ketemukan
kamu dengan seseorang. Biar dia yang memberitahu kamu bagaimana cara
sukses dalam hidup ini ”.
Dengan gembira si pria bertanya, “Dimana orang itu bisa saya temui?”
Si penulis mengajak pria itu ke sebuah kamar, “Dia ada di dalam kamar
ini”.
Maka Pria itu pun mengetuk pintu dan segera masuk ke dalam kamar. Namun
dia heran karena tidak ada seorangpun di dalam kamar tersebut, yang ada
hanya sebuah cermin besar.
Lalu si Penulis berkata, “Lihatlah ke cermin itu. Orang yang ada di
cermin itu adalah sang penolong yang kamu cari untuk menunjukkan
bagaimana caranya meraih sukses. Sesungguhnya hanya kamu yang bisa
menolong dirimu sendiri, tanpa kamu berani memulai dari dirimu sendiri
untuk berusaha dan berjuang maka kamu tidak akan meraih sukses!”
Seketika itu juga si pemuda tersadar, “Terima kasih pak penulis. Saya
akan berusaha lebih tekun dan mengandalkan diri sendiri untuk
mempraktekkan teori yang telah saya dapat dan pelajari!"
******
Hidup adalah rangkaian aktivitas yang kita lakukan setiap hari, kalau
perasaan malas, tidak disiplin, bimbang, ragu-ragu dan lain sebagainya
menguasai diri kita, tentu nasib buruklah yang kita dapat. Sukses
bukanlah teori, sebagai manusia yang telah dikaruniai segenap
kelebihan-kelebihan olah Tuhan, kita harus berani mengembangkan diri dan
mengandalkan diri sendiri untuk berpikir, bergerak dan berjuang .
Kalau mental kemandirian telah kita miliki, dan tidak cengeng dalam
menghadapi kesulitan hidup, berani belajar dalam setiap tindakan yang
kita ambil, maka pasti nasib kita akan berubah dan meraih sukses yang
membanggakan!
Sumber:
http://kisah-yang-penuh-hikmah.blogspot.co.id/2011/03/cermin-diri.html
^_^ Terimakasih telah menyertakan link blog ini jika Sobat mengcopinya.. ^_^
Ketika sedih dan
ketika tidak ada teman yang mau mendengarkanku, aku belajar untuk
menikmati keadaan, salah satu caranya adalah melakukan dialog dengan
hati kecil, sebuah ruang kecil dalam diri yang Allah karuniakan, sebuah
ruang kecil yang banyak mengajarkanku untuk lebih menghargai hidup serta
mengingatkan padaku untuk senantiasa belajar mencintai Allah dan
Rosulullah tanpa syarat dan ragu, di kala lapang dan sempit…
Suatu hari, aku terserang virus merah jambu, aku jatuh hati pada seorang
pria dalam buku (istilah pria yang dikaruniai kelebihan Allah baik segi
iman, ilmu maupun fisik yang baik) yang membuatku gak tenang, entah
kenapa tiba-tiba aku berjalan mendekati cermin di kamarku, aku melihat
bayanganku di cermin, sebuah wajah dengan sebuah senyuman memandangku
dengan penuh kasih sayang, itulah sinar dan bayanganku.
“Gadis kecilku kenapa kau bersedih,“ tanyanya.
“Dee… biasalah aku terserang virus merah jambu.." jawabku polos.
“Huffff."
“Sayangku… jika engkau bersedih ingatlah Allah, kembalilah pada tujuan
awal dan akhir dari sebuah pengharapan, apa benar pria tersebut yang kau
harapkan dalam hidupmu, atau sekedar keinginan…"
“Sesungguhnya kau tertipu dengan apa yang kau inginkan sayang…"
“Kebaikan yang dimiliki pria tersebut adalah titipan Allah, jika Allah
berkehendak bisa saja Allah mengambil karunia tersebut, kapanpun Allah
mau, jika karunia tersebut diambil apa kau masih mencintainya, jangan
terperdaya, jika mencintainya, do’akan kebaikan untuknya agar yang dia
miliki bisa menambah bobot kebaikan di bumi ini, dengan itu cintamu
tumbuh dalam bentuk yang lain, mungkin dia tak pernah tahu akan do’a
tersebut, namun cukuplah Allah yang menjadi saksi cintamu kepadanya…"
“Jika Allah menakdirkan kau dengan dia, insya Allah akan ada sebuah
jalan yang akan membawamu untuk dekat dengannya, dan memudahkan cinta
kalian serta menyatukan dalam bobot kebaikan bernama pernikahan, tugasmu
sekarang adalah bagaimana engkau menjadi muslimah yang kaffah, yang
bermanfaat bagi kehidupan…"
“Lagi pula ketika ada pria dalam buku, tak hanya kau yang berharap
mendapatkan cinta dari pria tersebut, mungkin 1000 gadis juga
mengharapkan hal yang sama denganmu, jika pikiranmu terfokus padanya
(untuk memilikinya) kau telah menjadikannya thoghut di hatimu, jika kau
melepaskannya karena Allah, insya Allah kau akan mendapat cinta yang
lebih besar yakni Cinta Allah, sebuah cinta yang akan menjagamu dalam
lapang dan sempit, sebuah cinta yang tiada akan bisa menghalangi…"
Jika seorang laki-laki itu ibarat bintang di langit, maka Allah tak
hanya menciptakan satu bintang di langit, Cinta Allah ibarat langit
tanpa batas yang menampung berjuta bintang, jika kau mendapati langit di
dalam hatimu, maka sesungguhnya engkau bisa mendapatkan bintang apapun
yang kau harapkan di dalam dirimu..
Seorang muslimah ibarat mutiara, awalnya dia hanya sekumpulan pasir
halus di samudra luas, namun karena kasih sayang Allah, pasir-pasir itu
berubah menjadi sebutir keindahan yang sangat bernilai, yang di namakan
takwa, dengan takwa inilah kau akan memahami makna dirimu tercipta di
dunia ini…
Sayangku...
Jangan kau sesali jika engkau mencintai seorang hamba, namun jangan
sampai cinta tersebut menyebabkan dirimu kehilangan Sang Cinta itu
sendiri. Dengan siapapun pria dalam buku tersebut akan mendapatkan
pendamping, ingatlah akan satu hal do’akan kebahagiaan dia dan istrinya
tersebut karena sesungguhnya istrinya pria tersebut adalah bentuk dirimu
yang lain, karena bukannya seorang muslim satu dg yang lain itu
bersaudara, kebahagiaannya adalah kebahagiaanmu. Yang terpenting
yakinlah jodoh tak akan tertukar dan k au masih mendapati Allah dalam
hatimu..
Sumber:
http://kisah-yang-penuh-hikmah.blogspot.co.id/2011/11/cermin-hati.html
^_^ Terimakasih telah menyertakan link blog ini jika Sobat mengcopinya.. ^_^
Ketika sedih dan
ketika tidak ada teman yang mau mendengarkanku, aku belajar untuk
menikmati keadaan, salah satu caranya adalah melakukan dialog dengan
hati kecil, sebuah ruang kecil dalam diri yang Allah karuniakan, sebuah
ruang kecil yang banyak mengajarkanku untuk lebih menghargai hidup serta
mengingatkan padaku untuk senantiasa belajar mencintai Allah dan
Rosulullah tanpa syarat dan ragu, di kala lapang dan sempit…
Suatu hari, aku terserang virus merah jambu, aku jatuh hati pada seorang
pria dalam buku (istilah pria yang dikaruniai kelebihan Allah baik segi
iman, ilmu maupun fisik yang baik) yang membuatku gak tenang, entah
kenapa tiba-tiba aku berjalan mendekati cermin di kamarku, aku melihat
bayanganku di cermin, sebuah wajah dengan sebuah senyuman memandangku
dengan penuh kasih sayang, itulah sinar dan bayanganku.
“Gadis kecilku kenapa kau bersedih,“ tanyanya.
“Dee… biasalah aku terserang virus merah jambu.." jawabku polos.
“Huffff."
“Sayangku… jika engkau bersedih ingatlah Allah, kembalilah pada tujuan
awal dan akhir dari sebuah pengharapan, apa benar pria tersebut yang kau
harapkan dalam hidupmu, atau sekedar keinginan…"
“Sesungguhnya kau tertipu dengan apa yang kau inginkan sayang…"
“Kebaikan yang dimiliki pria tersebut adalah titipan Allah, jika Allah
berkehendak bisa saja Allah mengambil karunia tersebut, kapanpun Allah
mau, jika karunia tersebut diambil apa kau masih mencintainya, jangan
terperdaya, jika mencintainya, do’akan kebaikan untuknya agar yang dia
miliki bisa menambah bobot kebaikan di bumi ini, dengan itu cintamu
tumbuh dalam bentuk yang lain, mungkin dia tak pernah tahu akan do’a
tersebut, namun cukuplah Allah yang menjadi saksi cintamu kepadanya…"
“Jika Allah menakdirkan kau dengan dia, insya Allah akan ada sebuah
jalan yang akan membawamu untuk dekat dengannya, dan memudahkan cinta
kalian serta menyatukan dalam bobot kebaikan bernama pernikahan, tugasmu
sekarang adalah bagaimana engkau menjadi muslimah yang kaffah, yang
bermanfaat bagi kehidupan…"
“Lagi pula ketika ada pria dalam buku, tak hanya kau yang berharap
mendapatkan cinta dari pria tersebut, mungkin 1000 gadis juga
mengharapkan hal yang sama denganmu, jika pikiranmu terfokus padanya
(untuk memilikinya) kau telah menjadikannya thoghut di hatimu, jika kau
melepaskannya karena Allah, insya Allah kau akan mendapat cinta yang
lebih besar yakni Cinta Allah, sebuah cinta yang akan menjagamu dalam
lapang dan sempit, sebuah cinta yang tiada akan bisa menghalangi…"
Jika seorang laki-laki itu ibarat bintang di langit, maka Allah tak
hanya menciptakan satu bintang di langit, Cinta Allah ibarat langit
tanpa batas yang menampung berjuta bintang, jika kau mendapati langit di
dalam hatimu, maka sesungguhnya engkau bisa mendapatkan bintang apapun
yang kau harapkan di dalam dirimu..
Seorang muslimah ibarat mutiara, awalnya dia hanya sekumpulan pasir
halus di samudra luas, namun karena kasih sayang Allah, pasir-pasir itu
berubah menjadi sebutir keindahan yang sangat bernilai, yang di namakan
takwa, dengan takwa inilah kau akan memahami makna dirimu tercipta di
dunia ini…
Sayangku...
Jangan kau sesali jika engkau mencintai seorang hamba, namun jangan
sampai cinta tersebut menyebabkan dirimu kehilangan Sang Cinta itu
sendiri. Dengan siapapun pria dalam buku tersebut akan mendapatkan
pendamping, ingatlah akan satu hal do’akan kebahagiaan dia dan istrinya
tersebut karena sesungguhnya istrinya pria tersebut adalah bentuk dirimu
yang lain, karena bukannya seorang muslim satu dg yang lain itu
bersaudara, kebahagiaannya adalah kebahagiaanmu. Yang terpenting
yakinlah jodoh tak akan tertukar dan k au masih mendapati Allah dalam
hatimu..
Sumber:
http://kisah-yang-penuh-hikmah.blogspot.co.id/2011/11/cermin-hati.html
^_^ Terimakasih telah menyertakan link blog ini jika Sobat mengcopinya.. ^_^
Ketika sedih dan
ketika tidak ada teman yang mau mendengarkanku, aku belajar untuk
menikmati keadaan, salah satu caranya adalah melakukan dialog dengan
hati kecil, sebuah ruang kecil dalam diri yang Allah karuniakan, sebuah
ruang kecil yang banyak mengajarkanku untuk lebih menghargai hidup serta
mengingatkan padaku untuk senantiasa belajar mencintai Allah dan
Rosulullah tanpa syarat dan ragu, di kala lapang dan sempit…
Suatu hari, aku terserang virus merah jambu, aku jatuh hati pada seorang
pria dalam buku (istilah pria yang dikaruniai kelebihan Allah baik segi
iman, ilmu maupun fisik yang baik) yang membuatku gak tenang, entah
kenapa tiba-tiba aku berjalan mendekati cermin di kamarku, aku melihat
bayanganku di cermin, sebuah wajah dengan sebuah senyuman memandangku
dengan penuh kasih sayang, itulah sinar dan bayanganku.
“Gadis kecilku kenapa kau bersedih,“ tanyanya.
“Dee… biasalah aku terserang virus merah jambu.." jawabku polos.
“Huffff."
“Sayangku… jika engkau bersedih ingatlah Allah, kembalilah pada tujuan
awal dan akhir dari sebuah pengharapan, apa benar pria tersebut yang kau
harapkan dalam hidupmu, atau sekedar keinginan…"
“Sesungguhnya kau tertipu dengan apa yang kau inginkan sayang…"
“Kebaikan yang dimiliki pria tersebut adalah titipan Allah, jika Allah
berkehendak bisa saja Allah mengambil karunia tersebut, kapanpun Allah
mau, jika karunia tersebut diambil apa kau masih mencintainya, jangan
terperdaya, jika mencintainya, do’akan kebaikan untuknya agar yang dia
miliki bisa menambah bobot kebaikan di bumi ini, dengan itu cintamu
tumbuh dalam bentuk yang lain, mungkin dia tak pernah tahu akan do’a
tersebut, namun cukuplah Allah yang menjadi saksi cintamu kepadanya…"
“Jika Allah menakdirkan kau dengan dia, insya Allah akan ada sebuah
jalan yang akan membawamu untuk dekat dengannya, dan memudahkan cinta
kalian serta menyatukan dalam bobot kebaikan bernama pernikahan, tugasmu
sekarang adalah bagaimana engkau menjadi muslimah yang kaffah, yang
bermanfaat bagi kehidupan…"
“Lagi pula ketika ada pria dalam buku, tak hanya kau yang berharap
mendapatkan cinta dari pria tersebut, mungkin 1000 gadis juga
mengharapkan hal yang sama denganmu, jika pikiranmu terfokus padanya
(untuk memilikinya) kau telah menjadikannya thoghut di hatimu, jika kau
melepaskannya karena Allah, insya Allah kau akan mendapat cinta yang
lebih besar yakni Cinta Allah, sebuah cinta yang akan menjagamu dalam
lapang dan sempit, sebuah cinta yang tiada akan bisa menghalangi…"
Jika seorang laki-laki itu ibarat bintang di langit, maka Allah tak
hanya menciptakan satu bintang di langit, Cinta Allah ibarat langit
tanpa batas yang menampung berjuta bintang, jika kau mendapati langit di
dalam hatimu, maka sesungguhnya engkau bisa mendapatkan bintang apapun
yang kau harapkan di dalam dirimu..
Seorang muslimah ibarat mutiara, awalnya dia hanya sekumpulan pasir
halus di samudra luas, namun karena kasih sayang Allah, pasir-pasir itu
berubah menjadi sebutir keindahan yang sangat bernilai, yang di namakan
takwa, dengan takwa inilah kau akan memahami makna dirimu tercipta di
dunia ini…
Sayangku...
Jangan kau sesali jika engkau mencintai seorang hamba, namun jangan
sampai cinta tersebut menyebabkan dirimu kehilangan Sang Cinta itu
sendiri. Dengan siapapun pria dalam buku tersebut akan mendapatkan
pendamping, ingatlah akan satu hal do’akan kebahagiaan dia dan istrinya
tersebut karena sesungguhnya istrinya pria tersebut adalah bentuk dirimu
yang lain, karena bukannya seorang muslim satu dg yang lain itu
bersaudara, kebahagiaannya adalah kebahagiaanmu. Yang terpenting
yakinlah jodoh tak akan tertukar dan k au masih mendapati Allah dalam
hatimu..
Sumber:
http://kisah-yang-penuh-hikmah.blogspot.co.id/2011/11/cermin-hati.html
^_^ Terimakasih telah menyertakan link blog ini jika Sobat mengcopinya.. ^_^
Ketika sedih dan
ketika tidak ada teman yang mau mendengarkanku, aku belajar untuk
menikmati keadaan, salah satu caranya adalah melakukan dialog dengan
hati kecil, sebuah ruang kecil dalam diri yang Allah karuniakan, sebuah
ruang kecil yang banyak mengajarkanku untuk lebih menghargai hidup serta
mengingatkan padaku untuk senantiasa belajar mencintai Allah dan
Rosulullah tanpa syarat dan ragu, di kala lapang dan sempit…
Suatu hari, aku terserang virus merah jambu, aku jatuh hati pada seorang
pria dalam buku (istilah pria yang dikaruniai kelebihan Allah baik segi
iman, ilmu maupun fisik yang baik) yang membuatku gak tenang, entah
kenapa tiba-tiba aku berjalan mendekati cermin di kamarku, aku melihat
bayanganku di cermin, sebuah wajah dengan sebuah senyuman memandangku
dengan penuh kasih sayang, itulah sinar dan bayanganku.
“Gadis kecilku kenapa kau bersedih,“ tanyanya.
“Dee… biasalah aku terserang virus merah jambu.." jawabku polos.
“Huffff."
“Sayangku… jika engkau bersedih ingatlah Allah, kembalilah pada tujuan
awal dan akhir dari sebuah pengharapan, apa benar pria tersebut yang kau
harapkan dalam hidupmu, atau sekedar keinginan…"
“Sesungguhnya kau tertipu dengan apa yang kau inginkan sayang…"
“Kebaikan yang dimiliki pria tersebut adalah titipan Allah, jika Allah
berkehendak bisa saja Allah mengambil karunia tersebut, kapanpun Allah
mau, jika karunia tersebut diambil apa kau masih mencintainya, jangan
terperdaya, jika mencintainya, do’akan kebaikan untuknya agar yang dia
miliki bisa menambah bobot kebaikan di bumi ini, dengan itu cintamu
tumbuh dalam bentuk yang lain, mungkin dia tak pernah tahu akan do’a
tersebut, namun cukuplah Allah yang menjadi saksi cintamu kepadanya…"
“Jika Allah menakdirkan kau dengan dia, insya Allah akan ada sebuah
jalan yang akan membawamu untuk dekat dengannya, dan memudahkan cinta
kalian serta menyatukan dalam bobot kebaikan bernama pernikahan, tugasmu
sekarang adalah bagaimana engkau menjadi muslimah yang kaffah, yang
bermanfaat bagi kehidupan…"
“Lagi pula ketika ada pria dalam buku, tak hanya kau yang berharap
mendapatkan cinta dari pria tersebut, mungkin 1000 gadis juga
mengharapkan hal yang sama denganmu, jika pikiranmu terfokus padanya
(untuk memilikinya) kau telah menjadikannya thoghut di hatimu, jika kau
melepaskannya karena Allah, insya Allah kau akan mendapat cinta yang
lebih besar yakni Cinta Allah, sebuah cinta yang akan menjagamu dalam
lapang dan sempit, sebuah cinta yang tiada akan bisa menghalangi…"
Jika seorang laki-laki itu ibarat bintang di langit, maka Allah tak
hanya menciptakan satu bintang di langit, Cinta Allah ibarat langit
tanpa batas yang menampung berjuta bintang, jika kau mendapati langit di
dalam hatimu, maka sesungguhnya engkau bisa mendapatkan bintang apapun
yang kau harapkan di dalam dirimu..
Seorang muslimah ibarat mutiara, awalnya dia hanya sekumpulan pasir
halus di samudra luas, namun karena kasih sayang Allah, pasir-pasir itu
berubah menjadi sebutir keindahan yang sangat bernilai, yang di namakan
takwa, dengan takwa inilah kau akan memahami makna dirimu tercipta di
dunia ini…
Sayangku...
Jangan kau sesali jika engkau mencintai seorang hamba, namun jangan
sampai cinta tersebut menyebabkan dirimu kehilangan Sang Cinta itu
sendiri. Dengan siapapun pria dalam buku tersebut akan mendapatkan
pendamping, ingatlah akan satu hal do’akan kebahagiaan dia dan istrinya
tersebut karena sesungguhnya istrinya pria tersebut adalah bentuk dirimu
yang lain, karena bukannya seorang muslim satu dg yang lain itu
bersaudara, kebahagiaannya adalah kebahagiaanmu. Yang terpenting
yakinlah jodoh tak akan tertukar dan k au masih mendapati Allah dalam
hatimu..
Sumber:
http://kisah-yang-penuh-hikmah.blogspot.co.id/2011/11/cermin-hati.html
^_^ Terimakasih telah menyertakan link blog ini jika Sobat mengcopinya.. ^_^