Tampilkan postingan dengan label Info Penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Penyakit. Tampilkan semua postingan

Penyebab Hernia

Hernia adalah penyakit yang terjadi ketika ada organ dalam tubuh yang menekan dan mencuat melalui jaringan otot atau jaringan di sekitarnya yang lemah. Otot kita biasanya cukup kuat untuk menahan organ-organ tubuh sehingga tetap di lokasinya masing-masing. Melemahnya otot tersebut hingga tidak dapat menahan organ di dekatnya akan mengakibatkan hernia.

Ada sejumlah faktor yang diduga dapat meningkatkan kemungkinan seseorang untuk mengalami hernia. Faktor-faktor pemicu tersebut meliputi:
  • Konstipasi yang menyebabkan pengidapnya harus mengejan.
  • Kehamilan yang akan meningkatkan tekanan dalam perut.
  • Kenaikan berat badan secara tiba-tiba.
  • Penumpukan cairan di dalam abdomen (rongga perut).
  • Mengangkat beban yang berat.
  • Kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Batuk berkepanjangan.

Apa Sajakah Jenis-jenis Hernia?

Lokasi kemunculan hernia terdapat di seluruh abdomen. Jenis-jenis hernia juga umumnya terbagi berdasarkan letaknya, yaitu:
  • Hernia inguinalis yang terjadi saat ada sebagian usus atau jaringan lemak di rongga perut yang mencuat ke selangkangan. Ini merupakan jenis hernia yang paling sering terjadi dan pria memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya.
  • Hernia femoralis yang terjadi saat ada jaringan lemak atau sebagian usus yang mencuat ke bagian atas paha bagian dalam. Risiko wanita untuk terkena penyakit ini lebih tinggi daripada pria.
  • Hernia umbilikus yang terjadi saat ada jaringan lemak atau sebagian usus mendorong dan menonjol di dinding abdomen, dekat pusar. Jenis hernia ini bisa dialami oleh bayi akibat lubang besar tali pusat yang tidak tertutup dengan sempurna setelah bayi lahir. Sedangkan pada orang dewasa, pemicu hernia jenis ini adalah adanya tekanan berlebihan pada abdomen.
  • Hernia insisi yang terjadi saat ada jaringan yang mencuat lewat luka operasi yang belum sembuh pada abdomen. Hernia ini termasuk salah satu risiko komplikasi pada operasi bagian perut.
  • Hernia hiatus yang terjadi saat ada bagian lambung yang masuk lewat celah pada diafragma (sekat antara rongga dada dan rongga perut) dan mencuat ke rongga dada. Meski terkadang tanpa gejala, nyeri ulu hati (rasa sakit atau tidak nyaman pada dada yang biasanya muncul setelah makan) merupakan indikasi yang mungkin terjadi jika mengalami hernia ini.
  • Hernia Spigelian yang terjadi saat ada sebagian usus mendorong jaringan ikat perut (Spigelian fascia) dan menonjol di dinding perut depan kiri atau kanan bawah pusar.
  • Hernia diafragma yang terjadi saat ada organ perut yang berpindah ke rongga dada melalui celah pada diafragma. Sama seperti hernia umbilikus, hernia ini juga bisa dialami oleh bayi akibat pembentukan diafragma yang kurang sempurna.
  • Hernia epigastrik yang terjadi saat ada jaringan lemak yang mencuat keluar dan menonjol pada dinding abdomen, di antara pusar dan tulang dada bagian bawah.
  • Hernia otot yang terjadi saat ada sebagian otot yang mencuat pada abdomen. Jenis hernia ini juga dapat terjadi pada otot kaki akibat cedera berolahraga.
Segera periksakan diri Anda ke dokter, terutama jika Anda juga mengalami gejala-gejala seperti rasa sakit yang parah dan muncul tiba-tiba, muntah, sulit buang air besar, serta hernia yang mengeras atau sakit saat disentuh dan tidak bisa didorong masuk.

Bagaimana Cara Memeriksa dan Mengobati Hernia?

Pemeriksaan hernia umumnya menggunakan USG. Dalam proses USG, gelombang suara berfrekuensi tinggi akan digunakan untuk menghasilkan gambar dari bagian dalam organ tubuh.
Penyakit melemahnya dinding perut ini sering dianggap sepele karena jarang memiliki gejala. Tetapi, hernia juga dapat mengakibatkan gangguan usus atau terhambatnya aliran darah pada jaringan hernia yang terjepit.
Kedua komplikasi di atas adalah kondisi gawat darurat. Anda dianjurkan untuk segera ke rumah sakit jika mengalaminya. Risiko terjadinya komplikasi akibat hernia cenderung berbahaya. Karena itu, dokter umumnya menganjurkan para penderita hernia untuk menjalani operasi.
Meski demikian, ada juga jenis hernia yang tidak membutuhkan operasi. contohnya Hernia umbilikus yang biasanya dapat sembuh sendiri dan hernia hiatus yang terkadang dapat ditangani dengan obat-obatan.
Proses Operasi
Prosedur operasi untuk menangani hernia terbagi dalam 2 jenis, yaitu operasi terbuka dan laparaskopik. Terdapat sejumlah faktor pertimbangan yang akan memengaruhi keputusan dokter dalam menentukan prosedur operasi, yaitu:
  • Kondisi kesehatan pasien. Operasi akan sulit dilakukan apabila kondisi kesehatan pasien buruk.
  • Isi hernia. Ada hernia yang berisi bagian usus, otot, atau jaringan lain.
  • Gejala yang dialami. Ada hernia yang tidak memiliki gejala dan ada yang menyebabkan rasa sakit.
  • Lokasi hernia. Hernia femoralis dan hernia yang muncul di daerah selangkangan lebih membutuhkan operasi dibandingkan hernia di daerah perut.
Semua operasi memiliki risiko tertentu. Karena itu, dokter spesialis bedah akan menjelaskan semua manfaat serta risiko dari prosedur operasi yang akan Anda jalani.

Ditinjau oleh : dr. Marianti

Kenali Gejala Kista Sejak Dini!

Kista ovarium adalah penyakit yang menyerang wanita. Kista ini tumbuh pada organ reproduksi terutama rahim dan indung telur, yang mana kita ketahui bahwa rahim adalah organ tubuh wanita yang sangat dibanggakan. Wajar bila setiap wanita memiliki kekhawatiran akan kesehatan dirinya terutama pada rahimnya.

Kista dengan ukuran yang kecil atau beberapa milimeter biasanya tidak menunjukkan gejala namun untuk kasus kista yang memiliki ukuran dan keganasan yang cukup serius akan menunjukkan ciri-ciri penyakit kista yang cukup serius.

Kista atau tumor jinak yang berisi cairan ini dapat larut bersamaan dengan siklus menstruasi namun ada juga yang semakin membesar dan akhirnya menjadi ganas, jika kista sudah menunjukkan perubahan bentuk maka hal itu bisa berakibat kemandulan bagi seorang wanita.

90% kasus kista pada anak perempuan merupakan kista fungsional yang tidak menyebabkan bahaya atau kecemasan yang serius yang dapat hilang dalam beberapa minggu atau bulan. Penyakit kista ini juga bisa mengecil bahkan menghilang setelah melahirkan. namun akan sangat berbahaya jika terjadi pada masa menoupause.

Untuk kista yang semakin hari semakin membesar disebut kista folikel san kista korpus luteum ukuran mulai dari 5 cm atau lebih bahkan bisa menjadi ganas. Kista yang satu ini membutuhkan penanganan yang cukup serius.

Adapun penyebab dari penyakit yang satu ini hingga sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. Hanya saja beberapa faktor yang dapat memicu resiko kondisi ini terjadi diantaranya dipengaruhi oleh polusi dan radikal bebas yang masuk kedalam tubuh.
Nah, dibawah ini adalah beberapa gejala yang penting untuk dikenali pada penderita kista. Penasaran seperti apa? Simak informasinya dibawah ini!

Rasa Berat Pada Bagian Perut Bawah

Gejala pertama yang mungkin dirasakan oleh para penderita kista adalah adanya perasaan berat pada bagian perut bawah. Kondisi ini dapat terjadi sebagai gejala awal yang penting untuk diwaspadai dengan baik.

Untuk ukhti yang seringkali merasakan perut yang terasa berat pada bagian bawah. Maka jangan abaikan kondisi ini dan segera lakukan pemeriksaan ke dokter atau puskesmas terdekat. Agar demikian masalah ini bisa segera mendapatkan diagnosis yang pasti.

Teraba Bulatan di Perut Kanan/Kiri

Selanjutnya ukhti dapat mengenali benjolan kista dengan meraba bagian perut bawah. Biasanya untuk kista maka ukhti akan dapat meraba bagian perut bawah dan merasakan apakah terdapat benjolan lunak pada saat memegangnya atau tidak.

Untuk kista biasanya terdapat benjolan yang lunak pada saat ukhti memegang bagian ini. Baik pada perut bagian kanan ataupun kiri bawah dan umumnya benjolan ini akan sulit untuk dapat dipegang.

Terganggunya BAB dan BAK

Pada wanita yang mengalami kista maka umumnya kondisi ini akan dapat mempengaruhi buang air pada saat yang terdesak. Ketika ukhti mengalami kondisi yang satu ini maka penting sekali untuk mengkonsultasikan masalah ini dengan dokter.

Sering Nyeri Perut

Pada saat kista membengkak atau membesar maka si penderita akan merasakan sering sakit perut pada bagian perut bawahnya.

Gangguan Haid

Gejala lain yang mungkin dialami oleh mereka yang mengalami kista adalah terganggunya siklus haid menjadi tidak lancar.

Bila merasakan gejala-gejala seperti yang telah disebutkan di atas, baiknya langsung konsultasi ke dokter atau bidan guna meminimalisir kista sejak dini.
Semoga bermanfaat. []

Sumber: Bidanku
              Ceksehat

Efek Dan Akabat Onani

Onani~Masturbasi adalah rangsangan fisik terhadap alat kelamin untuk mengahasilkan perasaan Nikmat. Apabila anda seorang lelaki dewasa, masturbasi akan menyebabkan anda mengeluarkan sperma dari kemaluan anda, biasanya dibarengi dengan perasaan yang sangat nikmat di sekujur tubuh anda.
Biasanya usia masih muda, perilaku itu terjadi secara alamiah. Tidak disadari bahwa itu termasuk masturbasi atau onani. Karena merasa nikmat, masturbasi diulang lagi. Pada remaja muda yang memiliki banyak waktu sendirian tanpa aktivitas, masturbasi biasanya sering diulang. Sampai satu waktu ada informasi bahwa masturbasi dapat menyebabkan berbagai penyakit misalnya disfungsi ereksi, sulit punya anak ataupun masturbasi adalah dosa, lalu berusaha menyetop masturbasi.

Masturbasi atau Onani pasti memiliki dampak baik itu positif maupun negatif namun kecendrungan dari dampak tersebut adalah negatif berikut dampak  atau yang efek ketika terlalu sering Onani atau Masturbasi :

99% remaja laki-laki di dunia ini pada umumnya pasti sudah pernah melakukan masturbasi / onani, biasanya dilakukan antara umur 17 s.d 20 tahun. Banyak pandangan yang mengungkapkan 'kebiasaan' ini normal, dan tak jarang yang mengatakan ini tidak baik.

Jika dilihat dari sisi seksologi, hal ini adalah 'biasa' karena dorongan hormon testosteron sedang aktifnya pada umur 17 s.d 20 tahun. Jika dilihat dari sisi norma manusia dan agama, sudah pasti dilarang. Jadi, mana yang benar?
Saya akan mengajak anda untuk menelaah lebih jauh kebaikan dan keburukan dari masturbasi / onani bagi para remaja laki-laki.



Keuntungan:
  • Agar tidak 'kaget' pada MP / Malam Pengantin / Malam Pertama.
  • (Katanya) Mr. P bisa besar, panjang, dan kuat. (ini tidak benar)
  • Mencegah kanker prostat. (mungkin ya, mungkin tidak)
Keburukan: 

(secara fisik)
  • Berpotensi terhadap ejakulasi dini kelak jika melakukan hubungan seksual dengan istri.
  • Resiko terserang kanker prostat di usia senja makin besar.
  • Kemungkinan Mr. P dan Testis 'cepat rusak'.
  • Konsentrasi susah / sulit fokus.
  • Tidur tidak nyenyak / insomnia.
  • Jantung berdebar terus menerus.
  • Paru-paru bekerja tidak optimal / nafasnya cepat.
  • Kepala sering pusing.
(secara mental)
  • Perasaan bersalah setelah masturbasi / onani.
  • Pada beberapa kasus, banyak anak muda yang kecelakaan ketika beraktifitas / bekerja akibat tidak fokus / konsentrasi.
  • Jadi sering melamun.
  • Berpotensi terserang penyakit psikologi yang bernama 'Bipolar Disorder' (Gangguan Bipolar), jika terserang penyakit ini akan sulit disembuhkan, obatnya adalah kekuatan iman. Hasil dari penyakit ini jika makin parah akan menjadi sex maniac / seks maniak.
  • Jika sudah terbiasa masturbasi / onani, maka ketika ditahan untuk tidak melakukannya, sang sperma akan keluar dengan sendirinya (ini kasus paling kronis). Karena ini adalah hasil dari perintah otak yang tidak dapat 'menahannya'.
  • Mudah marah, pelampiasannya adalah masturbasi. 
Bagaimana? Kaget? Bingung? Memang fakta-fakta di atas adalah benar adanya. Jadi, cegahlah sejak dini. Lalu, bagaimana cara mencegahnya?

Ini caranya:
  • Rajin beribadah / mendekatkan diri ke agama dan hal-hal yang dianjurkan agama.
  • Lakukan kegiatan positif seperti main game / gaming, baca buku, nonton TV / Bioskop / DVD, Browsing dsj.
  • Hindari pikiran, ucapan, dan perbuatan yang berjenis pornografi / pornoaksi.
  • Cari pergaulan/teman yang positif / membangun diri kita.
  • Jangan nonton / download / lihat hal-hal yang menjurus ke arah pornografi / pornoaksi dalam bentuk apapun.
  • Jika punya 'koleksi' di komputer, rak, dan tempat-tempat 'rahasia' lain. Binasakan semuanya sedini mungkin.
  • Dengarlah lagu-lagu yang 'ear-friendly'. Jangan mendengar lagu-lagu dugem. Bisa memunculkan pikiran negatif.
  • Kendalikan dirimu sendiri.
  • Jika teman/relasi/keluarga mengajak beraktifitas / jalan-jalan, usahakan ikut berpartisipasi, jika anda sering berada di rumah / kamar sendirian, makin besar potensi anda untuk masturbasi / onani.
  • Jangan melamun.
Semoga Bermamfaat!!!

Bahaya Kafein Bagi Penderita Diabetes

“Ngantuk? Minum kopi, gih.” Jika mata terasa berat dan ingin dipejamkan, namun waktu dan tempat tidak mendukung, kopi sering kali dijadikan jalan keluar untuk mengatasi rasa kantuk. Namun bagi penderita diabetes tipe 2, bahaya kafein justru bisa mengintai.

Kafein merupakan bahan utama dalam kopi yang mampu mengaktifkan sistem saraf pusat, melawan rasa lelah, serta meningkatkan konsentrasi dan fokus. Menurut penelitian, efek stimulan kafein tersebut bisa langsung terasa 15 menit setelah minum kafein dan bertahan hingga enam jam lamanya.

Tapi disarankan untuk tidak terlalu banyak mengonsumsi kafein dalam sehari. Apalagi jika kita menderita penyakit diabetes tipe 2. Alih-alih mata melek dan segar yang didapat, bahaya kafein justru siap mengintai dan mendekat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kafein dapat memengaruhi cara tubuh menggunakan gula dan mungkin memperburuk diabetes.

Kafein, baik atau buruk untuk diabetes?

Sebuah penelitian kecil di Amerika Serikat mengemukakan bahwa minum empat cangkir atau lebih kopi dalam sehari dapat meningkatkan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2. Penelitian lain terhadap penderita diabetes yang mengonsumsi kapsul berisi kafein setara dengan sekitar empat cangkir kopi, gula darah juga naik setelah sarapan, makan siang, dan makan malam.

Hal tersebut membuat mereka menjadi lebih sulit mengelola kondisi diabetes yang diderita.Ada pula studi lain yang menunjukkan bahwa minum kafein sebelum makan bisa membuat kadar gula darah (glukosa) para penderita diabetes tipe 2 naik setelah mereka makan. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan resistensi insulin dan membuat kafein berbahaya bagi orang yang sudah memiliki diabetes tipe 2.

Sudah terbiasa mengonsumsi kafein dalam jangka waktu yang lama juga dapat mengubah sensitivitas glukosa dan insulin. Sering minum kafein diduga membuat insulin tidak sensitif, alias tidak bekerja dengan baik.

Pada penderita diabetes tipe 2 yang mengonsumsi kopi dalam jangka waktu lama, tubuh mencoba untuk membuat lebih banyak insulin untuk menghilangkan gula dari aliran darah. Keadaan ini disebut sebagai “efek toleransi”. Efek toleransi ini akan terbentuk setelah empat minggu mengonsumsi kopi tersebut.

Namun rupanya, bahaya kafein tidak berpengaruh bagi mereka yang tidak menderita diabetes. Kafein justru diduga menurunkan risiko terkena penyakit diabetes pada nonpenderita. Tapi bukan berarti konsumsi kafein boleh tak terbatas. Pada orang dewasa yang tidak menderita diabetes, konsumsi kafein dibatasi hanya sampai 400 mg per hari. Jumlah itu tidak hanya didapat dengan minum kopi, tapi juga minuman-minuman lain yang mengandung kafein seperti teh, minuman ringan, cokelat, atau obat.

Pengaruh kafein akan berbeda pada tiap orang. Jika Anda menderita diabetes atau sedang berjuang untuk mengontrol kadar gula darah, disarankan untuk membatasi konsumsi kafein dalam minuman Anda. Selain itu, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan saran mengenai bahaya kafein dan diabetes yang diderita.

Penyebab dan Cara Menangani Alergi Kulit

Alergi kulit bisa diminimalisasi dengan menghindari faktor penyebabnya.

Seseorang yang memiliki kulit sensitif sangat mudah terkena alergi. Beberapa tanda yang bisa dikenali di antaranya kulit memerah, muncul ruam-ruam, gatal dan bengkak.

Dalam istilah kedokteran, alergi kulit disebut dermatitis kontak alergi. Alergi dapat dipicu oleh beberapa penyebab. Alergen adalah unsur asing yang secara keliru dianggap berbahaya oleh sistem kekebalan tubuh sehingga jika terpapar bisa mengakibatkan reaksi alergi. Alergen hanya berdampak pada mereka dengan alergi.

Penyebab Alergi Kulit

Ada beberapa hal yang umumnya dapat memicu alergi kulit antara lain:
  • Produk kosmetik; misalnya perias wajah, losion, deodoran, sabun, sampo, serta pewarna rambut.
  • Produk pembersih; seperti pembersih lantai, sabun cuci, disinfektan dan sejenisnya.
  • Obat-obatan yang dioleskan pada kulit, seperti krim antigatal atau antibiotik.
  • Aksesoris yang terbuat dari logam, misalnya nikel atau emas.
  • Tanaman, dapat mencakup daun, batang, atau serbuk sari.
  • Lateks, yaitu bahan yang digunakan untuk sarung tangan karet, kondom dan balon.
  • Semprotan serangga.
  • Parfum.
Reaksi alergi tidak muncul ketika pertama kali tubuh bersentuhan dengan alergen. Pada paparan pertama, sistem kekebalan tubuh hanya akan mengingatnya kemudian membuat antibodi sebagai reaksi. Jika kulit terus terpapar oleh alergen selama sepuluh hari atau lebih, lama-kelamaan akan menjadi alergi kulit.Jika sudah memiliki alergi, dalam hitungan menit saja penderita bisa langsung mengalami gejala alergi ketika bersentuhan dengan alergen. Namun, bisa juga gejala baru timbul 1-2 hari setelah terpapar alergen. Pada beberapa kasus, alergi dapat menimbulkan reaksi yang fatal atau anafilaksis.

Walau jarang terjadi, kita tetap perlu waspada terhadap alergi jenis anafilaksis. Selain kulit memerah, anafilaksis dapat menyebabkan kesulitan bernapas, kram perut, lemas secara tiba-tiba, bengkak pada tenggorokan dan mulut, dan kehilangan kesadaran. Jika tidak segera ditangani, anafilaksis dapat menyebabkan kematian.

Cara Menangani Alergi Kulit

Jika memiliki alergi kulit, cari tahu penyebabnya dan sebisa mungkin hindari bersentuhan dengan alergen. Selain itu, ada beberapa tips yang dapat meringankan risiko alergi kulit.
  • Gunakan losion calamine atau krim hidrokortison untuk mengurangi gatal.
  • Gunakan pakaian yang longgar dan lembut. Pakaian yang ketat dapat memperburuk ruam pada kulit. Anda juga dapat menggunakan pakaian yang sedikit basah. Rendam pakaian berbahan katun di air bersih, kemudian peras dan kenakan pakaian basah tersebut.
  • Mandilah dengan air dingin untuk mengurangi ruam pada kulit atau bisa juga menggunakan kompres air dingin. Setelah itu, keringkan kulit dengan handuk bersih kemudian gunakan pelembap. Air hangat dapat memperparah gejala alergi kulit.
  • Untuk mengetahui seseorang memiliki alergi terhadap benda atau makanan tertentu, perlu dilakukan tes. Tes ini dilakukan dengan memberikan paparan berbagai alergen dalam jumlah terbatas untuk melihat reaksi tubuh.
Tes alergi kulit biasanya dilakukan jika penderita mengalami kondisi medis khusus, seperti jika terdapat eksim. Kondisi lainnya adalah jika merasa gatal-gatal atau bengkak dan mengalami gejala asma yang tidak kunjung membaik walau telah mendapat pengobatan. Selain itu, tes juga bisa dilakukan jika kita memiliki riwayat alergi terhadap makanan, serbuk sari, penisilin atau racun binatang.Jika Anda mengalami masalah kulit, sebaiknya periksakan ke dokter. Hindari menggaruk ruam gatal secara terus menerus karena bisa berujung pada infeksi kulit dan menghambat proses penyembuhan.

Cara Mudah Mengatasinya Kutu Air di Telapak Kaki

Meski tergolong tidak serius, kutu air di telapak kaki tetap harus diobati agar infeksi tidak menyebar ke bagian tubuh lain atau bahkan menulari orang lain.

Kutu air merupakan ruam pada kulit di antara jari kaki atau telapak kaki yang disebabkan oleh jamur. Jika terkena kutu air, kulit akan terlihat memutih, kering, kemerahan, bersisik, lembap, pecah-pecah, gatal, sakit, dan melepuh. Kutu air bisa disembuhkan dengan salep, semprotan, gel, losion, atau krim oles antijamur yang mengandung clotrimazole, miconazole, terbinafine, dan tolnaftate selama satu hingga enam minggu. Namun, selain dengan obat berbahan kimia, kutu air di telapak kaki atau jari kaki juga bisa diatasi dengan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di rumah.


Larutan cuka
  • Cuci kaki hingga bersih dengan sabun dan air hangat, lalu keringkan dengan handuk. Ingat, jangan gunakan handuk tersebut untuk bagian tubuh lain guna mencegah penyebaran jamur.
  • Campur satu cangkir cuka dengan 4 cangkir air.
  • Rendam kaki dengan larutan ini dua kali sehari agar kutu air di telapak kaki segera lenyap. Terakhir, keringkan kaki dengan handuk.
  • Jangan gunakan air larutan yang sama untuk rendaman selanjutnya.
  • Jika infeksinya kutu airnya sangat kecil, Anda cukup megoleskannya dengan kapas atau kain lap yang sudah dicelupkan dalam larutan cuka apel. Tekan kain atau kapas selama beberapa menit. Lakukan dua kali sehari selama 10 sampai 30 menit.
Bawang putih

Bawang putih mengandung antiseptik alami yang dapat membantu mengobati kutu air di telapak kaki. Penelitian menunjukkan bahwa krim yang mengandung senyawa aktif ajoene dalam bawang putih diduga mampu mengobati kutu air. Beberapa ahli merekomendasikan untuk merendam kaki selama 30 menit dalam air yang sudah ditambahkan tiga atau empat siung bawang putih cincang. Selain itu, Anda juga bisa mengoleskan campuran dua siung bawang putih dan minyak zaitun secukupnya ke kulit yang terinfeksi. Jangan lupa menggunakan kapas atau cotton bud ketika mengoleskan.

Lemon

Asam dalam lemon mampu membunuh bakteri dan jamur pada kaki, sedangkan aroma lemon bisa membuat jari-jari kaki menjadi harum dan segar. Untuk mengobati kutu air di telapak kaki, Anda bisa mengoleskan dengan kapas campuran 60 ml air dan perasan jeruk lemon ke daerah yang terinfeksi beberapa kali sehari.

Garam

Larutkan satu sendok teh garam ke dalam satu cangkir air hangat. Rendam kaki Anda dalam ke dalam larutan ini selama 10-15 menit.

Kayu manis

Kayu manis diduga dapat menghilangkan jamur penyebab kutu air di telapak kaki. Caranya, rendam empat atau lima batang kayu manis ke dalam sekitar 3,7 liter air panas. Kemudian, rendam kaki Anda selama beberapa menit.

Teh hitam

Asam tannic dalam teh hitam diduga bisa membantu melawan jamur dan menyembuhkan kutu air di telapak kaki. Rendam 6 kantung teh hitam celup ke dalam satu liter air hangat. Rendam kaki Anda dalam larutan teh atau oleskan larutan teh ke kaki dengan bola kapas beberapa kali sehari.

Untuk mengobati kutu air di telapak kaki, ingatlah untuk selalu menjaga kaki tetap kering agar kutu air bisa segera sembuh dan tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Waspada Luka Bernanah yang Menjadikannya Berbahaya

Luka bernanah umumnya terjadi pada luka yang mengalami peradangan akibat infeksi jamur ataupun infeksi bakteri pemicu nanah yang disebut piogenik. Nanah ini biasanya berbentuk cairan berwarna kuning, putih kekuningan, ataupun kuning kecokelatan. 

Nanah yang terakumulasi di balik lapisan kulit terluar (epidermis) dikenal sebagai jerawat, bisul atau bintil, sedangkan yang terkumpul dalam suatu ruang tertutup diantara jaringan tubuh disebut abses. Cairan ini terdiri dari liquor puris atau cairan kaya protein yang mengandung leukosit yang sudah mati. Leukosit tersebut sebagai respons sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi bakteri piogenik.


Ada kalanya nanah berubah warna menjadi hijau saat mengandung myeloperoxidase, yaitu protein antibakteri hijau yang diproduksi beberapa jenis sel darah putih. Sementara infeksi Pseudomonas aeruginosa juga dapat mengakibatkan nanah hijau yang mengeluarkan aroma tidak sedap. Nanah beraroma tidak sedap ini biasanya muncul dari infeksi anaerobik. Infeksi anaerobik dapat muncul pada luka jaringan tubuh yang dalam seperti cedera, luka trauma, gigitan, atau operasi.
Risiko infeksi yang memicu luka bernanah dapat meningkat akibat kondisi tertentu pada luka seperti berikut:
  • Benda asing tertancap pada luka sehingga menghambat proses penyembuhan, seperti tertancap potongan logam atau kaca.
  • Mengidap penyakit tertentu yang memperlambat penyembuhan luka, seperti penyakit paru-paru, diabetes, kanker, hati, dan ginjal.
  • Melemahnya sistem kekebalan tubuh akibat defisiensi nutrisi, efek radiasi, dan penggunaan obat tertentu yang meningkatkan risiko mudah terkena suatu infeksi.
  • Trauma yang terjadi berulang kali terhadap luka yang sedang menyembuh sehingga risiko infeksi menjadi lebih besar dan proses penyembuhan terhambat.
  • Rendahnya pasokan aliran darah akibat kondisi tertentu, seperti penyempitan pembuluh darah, tekanan darah tinggi, merokok, berpenyakit jantung.
Luka bernanah ini umumnya terasa sakit, bengkak, dan hangat saat disentuh. Selain luka bernanah, infeksi juga dapat ditandai dengan demam, bengkak, aroma tidak sedap, pusing, hingga jantung berdetak cepat.

Dapat Ditangani Sendiri atau Harus Dibawa ke Dokter/klinik f3 Cinoling

Beberapa jenis luka bernanah dapat reda dengan sendirinya seiring waktu, namun tetap saja luka ini dapat mengakibatkan komplikasi jika tidak dirawat dengan benar. Berikut beberapa penanganan yang perlu dilakukan.
  • Bersihkan luka dengan air dan sabun antiseptik untuk mematikan bakteri.
  • Kompres luka dengan rendaman kain halus, seperti flanel, yang direndam air hangat. Untuk mencegah infeksi, pastikan kain ini dicuci bersih dan tidak digunakan oleh orang lain setelah dipakai.
  • Dokter mungkin akan meresepkan antibiotik yang diberikan melalui infus ataupun tablet yang dikonsumsi untuk mencegah penyebaran infeksi pada luka bernanah.
  • Pada abses yang lebih dalam (internal abscess), dokter biasanya melakukan operasi kecil untuk membuat sayatan ataupun dengan memasukkan jarum menembus kulit untuk mengeluarkan nanahnya . Operasi dengan sayatan umumnya dilakukan jika pengeringan dengan jarum tidak efektif.
  • Anda mungkin disarankan untuk mengonsumsi obat pereda rasa sakit, seperti ibuprofen, untuk meringankan bengkak.
Pada dasarnya, penanganan luka bernanah ini bergantung pada area dan tingkat keparahan luka. Ada kalanya diperlukan X-ray, MRI, CT scan, dan tes darah untuk mendeteksi infeksi. Namun pada kasus tertentu, luka bernanah memerlukan penanganan medis secara cepat.Segera periksakan luka bernanah ke dokter jika terjadi satu atau beberapa kondisi berikut:
  • Kulit di sekitar luka bernanah tidak dapat merasakan apa pun.
  • Darah mengalir dari luka.
  • Luka bernanah terasa amat sakit.
  • Anggota tubuh yang terkena dampak luka tidak dapat digerakkan.
  • Bagian dalam luka berwarna merah cerah atau gelap.
  • Luka bengkak lebih dari lima hari.
  • Luka bernanah berbau tidak sedap.
  • Lebar abses berukuran lebih dari 1 cm.
  • Sebelumnya, pengidap abses mengalami penyakit kanker, diabetes, HIV/AIDS, penyakit anemia bulan sabit (sickle cell disease), ataupun penyakit vaskular peripheral.
  • Pengidap luka adalah pengguna penyalahgunaan obat-obatan suntik.
  • Pengidap luka sedang menjalani pengobatan yang menekankan pada sistem kekebalan tubuh, seperti kemoterapi.
  • Demam tinggi.
  • Pengidap luka sedang hamil.
Dengan penanganan yang tepat, luka bernanah dapat segera pulih. Disarankan untuk segera menangani luka untuk mencegah penyebaran dampak infeksi ke anggota tubuh lain dan menimbulkan komplikasi serius.

Sering Mengalami Luka Lama Sembuh? Mungkin ini Penyebabnya

Luka lama sembuh bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor. Jenis luka yang susah sembuh ini biasa disebut sebagai luka kronis. Kondisi sebuah luka dinyatakan sebagai kronis ketika sudah bersemayam di tubuh lebih dari 12 minggu, namun tidak kunjung sembuh.

Pada luka-luka lainnya, ada juga yang menggolongkannya sebagai kronis jika luka belum juga sembuh meski sudah mencapai usia tiga bulan. Luka lama sembuh biasanya dikarenakan proses penyembuhan yang terhenti atau terlalu lama pada satu fase tertentu. Misalnya saja, ada luka yang terlalu lama sembuh karena tahap peradangan yang berjalan lebih lama.
Bukan tidak mungkin luka lama membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun untuk bisa sembuh atau bahkan tidak bisa sembuh. Tentu saja hal ini bisa membuat penderitanya mengalami stres secara fisik maupun emosi. Yang patut diwaspadai adalah kemungkinan luka jenis ini akan menyedot dana dan memperburuk sistem kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Kenapa Bisa Mengalami Luka Lama Sembuh?

Ada beberapa faktor yang bisa membuat luka mengalami kesembuhan dalam waktu yang lama. Beberapa kondisi tersebut, antara lain:
  • Terganggunya suplai darah atau oksigen
Kondisi luka lama sembuh akan dipengaruhi oleh buruknya suplai darah atau oksigen yang mungkin disebabkan oleh buruknya aliran darah yang bisa disebabkan oleh kondisi medis seperti diabetes atau umur tua. Oleh karena itu jumlah oksigen yang tepat sangat krusial sifatnya untuk penyembuhan luka yang optimum.
  • Terjadinya infeksi
Luka lama sembuh juga disebabkan oleh adanya infeksi. Hal ini terjadi ketika ada bakteri jahat masuk ke luka terbuka. Pada keadaan normal, bakteri hanya berada di permukaan kulit saja. Tetapi ketika terjadi luka, bakteri mendapatkan akses untuk masuk ke lapisan kulit yang lebih dalam. Keadaan infeksi dan tingkat replikasi mikroorganisme akan menentukan apakah luka tersebut hanya terkontaminasi, terdapat kolonisasi, mengalami infeksi lokal, atau menderita infeksi yang menyebar.
Kondisi infeksi berisiko makin memperlama kesembuhan luka. Beberapa bakteri seperti Pseudomonas Aeruginosa dan Staphylococcus dapat menghasilkan sebuah lapisan yang disebut biofilm yang melindungi bakteri tersebut. Alhasil bakteri-bakteri tadi akan terlindungi dari serangan sel-sel tubuh yang bertugas membunuh kuman penyebab infeksi.
  • Umur
Penderita luka yang berumur 60 tahun atau lebih memiliki risiko luka lama sembuh yang lebih tinggi. Banyak penelitian pada hewan dan uji klinis yang menunjukkan hubungan antara perubahan tubuh akibat umur dan perlambatan pada proses penyembuhan luka.
 Beberapa penelitian dilakukan untuk menemukan cara mengurangi perlambatan penyembuhan luka akibat umur. Yang menariknya adalah bahwa orang tua yang berolahraga memiliki kemampuan penyembuhan luka di kulit yang lebih baik. Hal ini diduga karena berolahraga memicu reaksi inflamasi, sebuah reaksi penting untuk menghancurkan mikro organisme yang mengkontaminasi di luka.
  • Diabetes
Kerusakan pada pembuluh darah yang menyebabkan keadaan hipoksia (tidak cukupnya kadar oksigen untuk memenuhi kebutuhan sel), buruknya kemampuan pembentukan pembuluh darah kecil yang baru, penurunan imunitas tubuh penderita dan kerusakan saraf yang menyebabkan penurunan sensitivitas terhadap rangsangan sentuhan adalah hal-hal yang menyebabkan luka pada penderita diabetes lama sembuh.
Beberapa Jenis Luka Lama SembuhSebagian jenis luka lama sembuh biasanya dikaitkan dengan kondisi penyakit tertentu. Beberapa jenis luka yang bersifat kronis antara lain:
  • Ulkus kaki diabetik
Salah satu jenis luka yang durasi kesembuhannya lebih lama adalah ulkus (luka) kaki diabetik. Beberapa faktor seperti perubahan struktur tulang kaki, penyakit aterosklerosis pembuluh perifer, dan neuropati perifer yang sering dialami penderita diabetes inilah yang dapat menyebabkan luka kaki diabetik.
  • Ulkus karena tekanan
Jenis luka lama sembuh lain yang sering menjadi keluhan adalah ulkus karena tekanan. Hal ini terjadi akibat adanya kekurangan suplai darah yang disebabkan oleh tekanan berkepanjangan pada tonjolan tulang. Luka ini umum terjadi pada pasien yang mengalami kelumpuhan atau pasien yang pingsan. Kedua kondisi tersebut menjadikan seseorang tidak mampu merasakan atau tidak bisa melakukan perubahan posisi tubuh dalam waktu lama.
  • Ulkus di pembuluh darah
Luka lama sembuh yang diakibatkan oleh berkurangnya pasokan oksigen biasa disebut dengan ulkus statis vena. Luka ini biasanya terjadi di daerah pembuluh darah pada tungkai bawah yang mengalami penyempitan. Berkurangnya pasokan oksigen ini biasanya disebabkan oleh terjadinya penebalan sejenis protein di dalam pembuluh darah.
Karena luka lama sembuh membutuhkan perawatan khusus di sepanjang proses kesembuhannya, maka sebaiknya upaya tersebut juga melibatkan pemantauan dari dokter. Keterlibatan dokter bertujuan untuk memberikan saran pengobatan yang tepat dan mengantisipasi adanya komplikasi akibat infeksi.

Stres Bisa Memicu Kram Usus

Kram usus diduga dapat dialami sekitar 20 persen orang-orang di kisaran usia 20-30 tahun dengan kemungkinan yang lebih besar terjadi pada wanita. Cermati gejala-gejalanya agar bisa diantisipasi lebih dini. 

Otot pada saluran pencernaan, seperti usus, termasuk ke dalam kategori otot polos. Otot ini pada saat tertentu dapat mengalami kram. Kram otot diartikan sebagai adanya kontraksi pada otot yang terasa kuat, tidak direncanakan, dan umumnya terjadi terus menerus.


Stres sebagai Salah Satu Pemicu Kram Usus

Kram usus yang disebut juga sindrom iritasi usus (irritable bowel syndrome - IBS) ini, sesuai namanya, memiliki gejala utama berupa kram atau kontraksi spontan pada usus besar dan usus halus. Selain kram, pengidap juga dapat mengalami gejala-gejala lain, seperti:
  • Sakit perut
  • Kram perut
  • Diare
  • Konstipasi
  • Perut kembung
  • Tubuh terasa lemas atau tidak bertenaga
  • Nyeri punggung
  • Mual
  • Gangguan buang air, seperti tiba-tiba ingin buang air kecil di malam hari
  • Rasa sakit saat berhubungan seksual
Meski penyebab kram usus belum dapat diketahui secara pasti, namun beberapa peneliti menduga bahwa kondisi ini disebabkan oleh gangguan pencernaan dan sensitivitas usus yang meningkat. Konstipasi atau diare yang menyertai kram usus ini diakibatkan oleh melambatnya pergerakan makanan atau bahkan bergerak terlalu cepat di dalam usus.Dugaan lain mengungkapkan bahwa kram usus dapat dipicu oleh beberapa kondisi, seperti infeksi gastroenteritis akut, kelainan genetis yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh, perkembangan bakteri usus secara berlebihan, perkembangbiakan jamur Candida albicans yang tidak normal, serta organisme protozoa jenis tertentu (blastocystis hominis).

Beberapa faktor psikologis seperti rasa cemas, depresi dan stres turut memiliki peran dalam timbulnya kondisi ini. Hal ini diduga karena stres dan cemas memicu serangkaian reaksi kimia yang menginterupsi kerja sistem pencernaan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa penderita yang memiliki riwayat kekerasan fisik dan psikis cenderung sering mengalami kram usus.

Yang Perlu Dilakukan jika Mengalami Kram Usus

Gejala dan penanganan kram usus bisa berbeda-beda pada tiap orang. Secara umum, tidak ada obat khusus untuk menangani kram usus, tetapi beberapa tindakan pencegahan sederhana dapat dilakukan untuk meredakan gejala-gejalanya, seperti:
  • Mengelola stres
  • Olahraga secara teratur
  • Mengatur kembali pola makan, misalnya dengan diet bebas gluten
  • Mengonsumsi obat antidiare
  • Mengenali dan menghentikan konsumsi minuman dan makanan yang dapat menjadi pemicu kram usus
  • Tambahkan serat di dalam menu makan Anda
Kram usus atau sindrom iritasi usus dapat datang dan pergi di waktu-waktu khusus, seperti setelah mengonsumsi makanan tertentu atau saat dilanda stres berkepanjangan. Sebagian orang dapat merasakan gejala-gejala yang mungkin terasa lebih parah dibandingkan orang lain.Seseorang bisa saja tidak merasakan kram usus kambuh selama beberapa bulan, tetapi tiba-tiba merasakannya kembali. Rasa sakit yang ditimbulkan dapat membuat pengidap merasa depresi. Pada kasus ini, dokter dapat meresepkan pemberian obat-obatan antidepresan ataupun terapi perilaku kognitif.

Kabar baiknya, kram usus tidak mengakibatkan peningkatan risiko gangguan penyakit usus lain ataupun kanker. Dan meski kram usus pada umumnya bisa dianggap tidak berbahaya, tapi tetap disarankan untuk segera memeriksakan diri ke rumah sakit, apalagi jika Anda merasakan adanya benjolan atau bengkak pada perut atau bokong, mengalami anemia, berat badan turun drastis tanpa diketahui penyebabnya, ataupun terjadi perdarahan dari anus. Waspada, gejala-gejala seperti itu dapat merujuk kepada penyakit yang lebih berbahaya.

Siklus Haid yang Menyebabkan Payudara Bengkak

Payudara bengkak dapat terjadi menjelang menstruasi. Payudara memiliki empat jaringan utama, yaitu jaringan lemak, jaringan ikat, kelenjar, dan saluran susu. Jaringan lemak memiliki volume cairan yang berubah-ubah sehingga memungkinkan terjadinya pembengkakan. Hal inilah yang menyebabkan payudara terasa bengkak yang berakibat munculnya nyeri.

Pada saat payudara bengkak, bagian ini menjadi terasa lebih besar. Pembuluh darah mungkin akan tampak jelas, berwarna biru kehijauan. Tekstur kulit berubah menjadi kasar, serta pada beberapa kasus, payudara terasa lebih hangat. Perubahan bentuk payudara ini dapat membuat Anda merasa sakit atau nyeri.


Payudara yang nyeri karena siklus menstruasi disebut nyeri siklik. Hal ini karena nyeri hilang dan timbul sesuai siklus menstruasi. Biasanya, pembengkakan dan rasa sakit terasa paling parah saat menjelang menstruasi dan terjadi pada kedua payudara. Rutinitas rasa sakit bulanan ini biasanya akan berakhir ketika masa menopause tiba.
Ada juga bengkak dan sakit pada payudara yang disebut nyeri nonsiklik. Kondisi ini biasanya terjadi pada wanita usia 30-50 tahun. Payudara terasa sakit hanya pada salah satu dan kadang-kadang disebabkan adanya kista atau fibroadenoma (benjolan di payudara).

Coba Lakukan Langkah Perawatan Ini di Rumah

Dalam dunia medis, rasa sakit pada payudara disebut mastalgia. Rasa sakit karena payudara bengkak yang disebabkan oleh PMS (premenstrual syndrome) ini dapat ditangani dengan perawatan di rumah, yaitu:

Kompres dengan es

Kompres payudara dengan air dingin selama 20 menit tiap kalinya. Lakukan sesering yang Anda butuhkan. Caranya, bungkus es menggunakan handuk, lalu tempelkan pada daerah payudara dan pijat perlahan-lahan. Mengompres payudara dapat mengurangi pembengkakan dan rasa sakit yang menyertai.

Perawatan dengan sesuatu yang hangat

Selain kompres dingin, Anda dapat merawat payudara bengkak menggunakan air hangat atau bantal pemanas. Suhu hangat ini, selain dapat mengendurkan otot-otot yang tegang, dapat membantu meredakan rasa sakit juga. Letakkan bantal pemanas atau botol berisi air hangat pada payudara Anda. Mungkin untuk sekaligus merelaksasi tubuh, berendamlah di air hangat agar Anda merasa lebih nyaman.

Gunakan bra yang nyaman

Bra yang nyaman dapat membantu mengurangi sakit dan melindungi payudara dari efek gravitasi. Hindari menggunakan bra berkawat selama payudara masih sakit. Jika memungkinkan, kenakan bra yang pas dan nyaman ketika tidur agar dapat menyangga payudara dengan baik.

Gunakan bra khusus ketika olahraga

Tidak ada alasan untuk tidak berolahraga ketika payudara bengkak dan terasa sakit. Namun, pastikan Anda mengenakan bra yang tepat pada saat beraktivitas fisik. Pilihlah bra khusus olahraga (sport bra). Sebab bra ini dirancang khusus untuk menopang payudara dengan benar selama berolahraga dan membantu melindunginya dari dampak gerakan-gerakan secara fisik. Jangan lupa, selalu perhatikan ukuran yang pas dengan payudara Anda.

Perhatikan makanan dan minuman

Saat payudara bengkak, Anda disarankan untuk lebih memerhatikan asupan makanan dan minuman. Kurangi mengonsumsi makanan yang berlemak, seperti gorengan, dan ganti dengan buah-buahan, sayuran, serta karbohidrat kompleks. Makanan dengan kadar garam yang tinggi juga disarankan untuk dikurangi. Selain itu, hindari minuman beralkohol, bersoda dan minuman berkafein, seperti halnya kopi, teh, dan cokelat. Mengurangi konsumsi zat-zat yang tadi disebutkan 1-2 minggu sebelum menstruasi diduga dapat mencegah timbulnya gejala.

Departemen kesehatan wanita di Amerika menyarankan untuk mengkonsumsi 400 mg magnesium E dan 400 IU vitamin E setiap hari untuk meringankan gejala pre menstruasi. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengkonsumsinya.

Minum obat penghilang nyeri

Jika rasa sakit benar-benar membuat tidak nyaman, Anda dapat mengonsumsi obat penghilang rasa sakit, seperti ibuprofen, acetaminophen atau naproxen sodium. Naproxen sodium dan ibuprofen juga membantu mengurangi beberapa jenis pembengkakan, termasuk payudara bengkak.

Jika nyeri payudara tidak tertahankan, terdapat benjolan yang baru disadari dan hanya ada di satu sisi payudara atau keluar cairan coklat atau disertai darah dari puting, segeralah memeriksakan diri ke dokter. Mengantisipasi segala kemungkinan terhadap adanya penyakit lain yang lebih serius perlu selalu menjadi pertimbangan utama.

Tanda-tanda Keputihan yang Berbahaya

Keputihan sebenarnya wajar terjadi pada setiap wanita, terutama yang sudah memasuki usia subur. Namun, jika berubah warna dan berbau tidak sedap, segera tangani keputihan yang berbahaya tersebut secepatnya.

Cairan yang berasal dari kelenjar di dalam vagina dan leher rahim ini ternyata memiliki manfaat baik untuk kesehatan tubuh. Keputihan berfungsi membawa keluar sel-sel mati dan bakteri dari dalam tubuh. Tujuannya untuk membantu mencegah infeksi pada vagina dan menjaganya tetap bersih.


Keputihan Normal

Bagi wanita yang belum memasuki masa menopause, keluarnya lendir keputihan berwarna bening dan tidak berbau sekitar setengah sampai satu sendok teh (2-5 ml) setiap hari adalah hal yang normal. Namun, jumlah dan kentalnya keputihan pada setiap wanita bisa bervariasi. Keputihan biasanya akan lebih kental di waktu-waktu tertentu, misalnya pada saat ovulasi, selama menyusui, ketika gairah seksual muncul, semasa hamil, ketika menggunakan alat kontrasepsi, atau sepekan sebelum menstruasi.

Keputihan Tidak Normal

Kebiasaan membersihkan vagina dengan menggunakan produk pembersih kemaluan berpewangi atau mengandung antiseptik bisa membuat keputihan menjadi tidak normal. Begitu pula akibatnya jika suka menggunakan pantyliners setiap hari, memakai pakaian luar atau dalam yang ketat, dan menggunakan produk mandi beraroma.

Namun keputihan yang tidak normal, bahkan berbahaya, juga bisa menjadi tanda bahwa Anda memiliki penyakit tertentu. Mulai dari infeksi jamur hingga kanker serviks.
Anda bisa mengenali penyakit yang mungkin sedang diderita dari tanda-tanda keputihan yang berbahaya berikut ini:
  • Vaginosis bakteri, yaitu infeksi ringan pada vagina yang disebabkan oleh bakteri yang merugikan (patogen). Penyakit ini bisa membuat keputihan berubah warna menjadi putih, abu-abu, atau kuning yang disertai dengan bau amis, gatal atau perih, kemerahan, dan pembengkakan pada vagina, atau vulva.
  • Infeksi jamur. Ciri-cirinya, keputihan kental berwarna putih disertai dengan rasa gatal, bengkak, dan rasa sakit di sekitar vulva. Selain itu, ketika berhubungan seksual vagina akan terasa sakit.
  • Penumpahan lapisan rahim setelah melahirkan (lokia). Kondisi ini membuat keputihan berubah warna menjadi merah muda.
  • Trikomoniasis, yaitu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh organisme kecil bernama Trichomonas vaginalis. Penyakit ini membuat keputihan menjadi berwarna kuning atau kehijauan, berbusa, dan berbau tidak sedap. Trikomoniasis juga membuat vagina menjadi gatal dan nyeri saat buang air kecil.
  • Penyakit seksual menular ini menimbulkan keputihan berwarna kuning atau keruh yang disertai nyeri panggul, perdarahan diluar siklus haid, dan keluarnya urine tanpa disadari.
  • Siklus menstruasi tidak teratur atau bahkan kanker serviks dan kanker endometrium. Tiga kondisi tersebut menyebabkan keputihan berwarna cokelat atau merah yang disertai nyeri panggul dan perdarahan pada vagina.
Membersihkan Vagina dengan Benar

Karena keputihan adalah cara tubuh untuk melindungi vagina dan sekitarnya, membersihkan vagina dengan bantuan antiseptik atau pewangi (douching) pun dirasa tidak perlu. Cukup gunakan air hangat dan sabun yang tidak mengandung bahan-bahan keras menyebab iritasi kulit. Antiseptik atau pewangi justru dapat mengganggu keseimbangan bakteri dan jamur alami pada vagina hingga menyebabkan ruam. Selain itu, bersihkan vagina dari depan ke belakang untuk mencegah bakteri dari anus berpindah ke daerah vagina.

Jika Anda sedang mengalami tanda-tanda keputihan yang berbahaya seperti di atas, segera pergi ke dokter untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang cepat dan tepat.[klinikf3cinoling]

Penyakit Reproduksi yang Umum Mendera Perempuan

Perempuan memiliki sistem reproduksi yang unik dan kompleks. Sayangnya, hal ini disertai pula dengan risiko penyakit yang mengintai kaum perempuan. Salah satu efeknya dapat berdampak kepada kualitas kesuburan.

Sistem reproduksi pada perempuan sendiri hampir seluruhnya berada di panggul. Secara keseluruhan, organ internal dari sistem reproduksi seorang wanita adalah vagina, rahim, saluran telur, dan indung telur. Sementara itu, bagian luar dari organ reproduksi perempuan biasa disebut dengan vulva. Bagian ini berada di antara pangkal paha yang meliputi mulut vagina dan bagian lainnya di dalam tubuh.

Apa Saja Penyakit yang Berisiko Diderita Kaum Perempuan?
Beberapa penyakit pada sistem reproduksi perempuan di bawah ini adalah yang umumnya diderita.
  • Endometriosis
Salah satu penyakit pada sistem reproduksi yang sering kita dengar adalah endometriosis. Kondisi ini terkait kepada gangguan uterus yang  merupakan tempat pertumbuhan janin. Masalah yang hadir pada uterus ini adalah tumbuhnya suatu jaringan yang seharusnya berada di dalam rahim, namun justru tumbuh di luarnya. Ovarium, bagian belakang rahim, usus, atau kandung kemih adalah lokasi yang biasanya menjadi tempat pertumbuhan jaringan tersebut.
  • Fibroid rahim
Penyakit pada sistem reproduksi lainnya yang berisiko menjangkiti perempuan adalah fibroid rahim. Kelainan ini berupa pertumbuhan tumor nonkanker yang menyerang perempuan pada usia subur. Fibroid biasanya  terdiri dari sel-sel otot dan jaringan lain yang tumbuh di sekitar dinding rahim dan di dalam rahim. Meski penyebab fibroid rahim masih belum diketahui, namun satu faktor risiko telah berhasil diidentifikasi. Faktor tersebut adalah berat badan berlebih (obesitas).
  • Kanker ginekologi
Kanker ginekologi merupakan sebutan untuk kanker yang awal pertumbuhannya dari organ reproduksi perempuan. Beberapa kanker yang dimasukkan ke dalam kelompok kanker ginekologi adalah kanker rahim, kanker mulut rahim, kanker ovarium, kanker vagina, dan kanker vulva.
  • Rahim turun
Penyakit pada sistem reproduksi perempuan yang menimpa rahim adalah turunnya organ tersebut dari posisi seharusnya hingga ke vagina atau jalan lahir. Rahim turun (prolapsed uteri) dikategorikan menjadi inkomplit dan komplit. Prolaps uteri inkomplit terjadi ketika hanya sebagian dari rahim yang masuk ke dalam vagina. Sedangkan kondisi parah dari penyakit ini bisa mengakibatkan bagian mulut rahim menonjol hingga ke keluar vagina yang disebut juga prolaps uteri komplit.
  • Penyakit radang panggul
Penyakit radang panggul diakibatkan oleh infeksi yang bisa merambat ke saluran reproduksi perempuan. Umumnya, bakteri penyebab infeksi biasanya masuk dan menimbulkan infeksi di dalam vagina terlebih dahulu. Salah satu yang diduga menjadi penyebab hadirnya penyakit radang panggul adalah infeksi gonore. penyakit radang panggul dapat menyebabkan komplikasi berupa infertilitas.
  • Interstitial cystitis (IC)
Penyakit lain yang bisa menyerang organ reproduksi perempuan adalah interstitial cystitis. Kondisi ini terjadi ketika kandung kemih atau daerah sekitar panggul yang mengalami nyeri kronis sehingga mengakibatkan ketidaknyamanan terus-menerus.
  • Sindrom ovarium polikistik
Sindrom ovarium polikistik juga bisa dikategorikan sebagai penyakit pada sistem reproduksi perempuan. Hal ini terjadi ketika ovarium atau kelenjar adrenal menghasilkan hormon laki-laki lebih dari biasanya. Jika hal ini terjadi, maka perempuan rentan terkena diabetes dan penyakit jantung. Adapun gejala-gejala yang muncul adalah infertilitas, nyeri panggul, tumbuh rambut yang berlebihan di tempat yang tidak seharusnya ditumbuhi rambut, kebotakan, jerawat, kulit berminyak, atau ketombe.
  • Penyakit Menular Seksual (PMS)
Penyakit pada sistem reproduksi yang mungkin muncul lainnya adalah penyakit menular seksual. Seorang perempuan yang berhubungan seksual dengan seseorang yang menderita penyakit kelamin akan tertular penyakit seksual. Ketika diderita oleh perempuan hamil, maka hal ini bisa turut berdampak serius kepada janin.

Ketika seorang perempuan menderita salah satu penyakit pada sistem reproduksi mereka, maka hal yang harus dilakukan adalah berkonsultasi dengan dokter. Makin cepat masalah di atas ditangani, maka makin besar kemungkinan untuk bisa mengatasi penyakit-penyakit tersebut.

TBC Kelenjar yang Ditandai dengan Benjolan di Leher

Tuberkulosis atau TBC ternyata tidak hanya dapat terjadi pada paru-paru, tetapi juga pada bagian tubuh lain manusia. Pada leher, dapat terjadi TBC kelenjar getah bening.

Sebagian besar kasus TB memang terjadi pada paru-paru. Tetapi infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis (MTB) ini dapat menyerang berbagai bagian tubuh lain. Kondisi yang disebut TB extrapulmonary atau TB di luar paru ini dapat mengenai selaput otak, tulang, ginjal, kelenjar getah bening, saluran kencing, atau bagian tubuh lainnya.


Di negara berkembang ketika TB menjadi endemi, TB di luar paru dialami oleh sekitar 60 persen pengidap HIV yang juga mengidap TB. Di antara berbagai jenis TB di luar paru ini, limfadenitis tuberkulosis atau TBC kelenjar memiliki persentase terbesar di antara berbagai jenis TB di luar paru. TBC kelenjar ini dapat terjadi di berbagai area tubuh, seperti leher, mediastinum (rongga antara paru-paru kanan dan kiri), subkarina (area percabangan bronkus utama), peritoneum (pelapis rongga abdomen), ketiak, serta selangkangan.

Waspadai Benjolan di Leher

Di antara semua kasus TBC kelenjar, kasus terbanyak terjadi pada leher yang disebut scrofula. Scrofula adalah infeksi TB pada kelenjar getah bening di leher yang umumnya ditularkan saat seseorang menghirup udara yang terkontaminasi. Sebanyak 95 persen scrofula yang terjadi pada dewasa disebabkan oleh kuman jenis Mycobacterium tuberculosis, terutama yang mengalami gangguan sistem imun yang disebabkan oleh.

Pada anak-anak, penyebab scrofula kebanyakan disebabkan kuman jenis mikobakteria atipikal.Pada periode sebelumnya, penyakit ini lebih banyak menimpa anak kecil. Tetapi di negara berkembang, kondisi ini lebih banyak dialami oleh manusia usia 20-40 tahun. Wanita lebih sering terkena dibanding pria.

Adanya benjolan pada leher yang terus membesar seiring waktu meski tidak terasa sakit adalah salah satu gejala scrofula yang paling mudah terlihat. Umumnya hanya ada satu benjolan pada satu area, tapi ada juga yang mengalami lebih dari satu benjolan pada area yang sama. Benjolan yang juga bisa terdapat pada bagian lain pada tubuh ini umumnya berdiameter 1 cm atau lebih, kenyal, tidak nyeri, dan kadang saling melekat. Selain itu, scrofula biasanya diiringi oleh gejala-gejala lain, seperti turunnya berat badan, tubuh terasa tidak nyaman, demam, dan menggigil.

Diagnosis penyakit ini umumnya dilakukan melalui biopsi terhadap benjolan. Salah satu prosedurnya adalah melalui biopsi aspirasi dengan jarum halus. Untuk membantu diagnosis, dokter dapat melakukan pemeriksaan X-ray dada, CT scan pada leher, dan tes darah. Pemeriksaan untuk mendeteksi HIV juga mungkin diperlukan. Oleh karena dapat menular, maka orang-orang yang merawat pengidap TB kelenjar ini juga perlu diperiksa untuk kemungkinan terkena tuberkulosis.

Penanganan scrofula dapat dilakukan dengan pemberian antituberkulosis yang diberikan selama 9-12 bulan. Obat antituberkulosis (OAT) yang diberikan biasanya merupakan kombinasi dari rifampicin, isoniazid, pyrazinamide, dan ethambutol. Pada sebagian kasus, dokter dapat melakukan penambahan maupun pengurangan jenis obat, serta menambahkan lama terapi hingga beberapa bulan. Langkah pembedahan mungkin dilakukan jika antibiotik tidak dapat meredakan TBC kelenjar.

Dengan pengobatan yang tepat, pengidap scrofula dapat pulih sepenuhnya. Akan tetapi ada kalanya terjadi komplikasi, seperti jaringan parut dan luka yang mengering pada leher. Komplikasi ini dapat disebabkan oleh terbentuknya nanah, fistula, ataupun ulserasi. Selain itu, kondisi pembesaran benjolan, terutama pada anak-anak, dapat menyebabkan tertekannya saluran pernapasan bagian atas. Untuk mengurangi risiko TBC kelenjar menjadi lebih parah, segera periksakan diri ke dokter, terutama jika terjadi pembengkakan pada leher.

Meningitis

Meningitis adalah infeksi pada meninges (selaput pelindung) yang menyelimuti otak dan saraf tulang belakang. Ketika meradang, meninges membengkak karena infeksi yang terjadi. Sistem saraf dan otak bisa rusak pada beberapa kasus. Tiga gejala meningitis yang patut diwaspadai adalah demam, sakit kepala, dan leher yang terasa kaku. 

Meningitis di Indonesia

Data meningitis di seluruh Indonesia belum ada yang tepat karena kasus meningitis sering kali disangka sebagai penyakit atau infeksi lain. Dilihat dari tingkat fatal penyakit meningitis, penyakit ini patut diwaspadai dan tidak boleh dianggap enteng.
Data penderita meningitis di Indonesia yang terbaru berasal dari kedokteran anak.

Menurut data di rumah sakit rujukan nasional (RSCM), dalam satu tahun (Oktober 2003 hingga Oktober 2004) jumlah bayi penderita meningitis bakterialis berjumlah 18 jiwa dari total 3289 kelahiran dengan memenuhi kriteria positif pada pemeriksaan kultur cairan sumsum tulang belakang dan gambaran pleiositosis (peningkatan jumlah sel darah putih pada cairan sumsum tulang belakang).

Sejak tahun 2002, merupakan suatu kewajiban bagi mereka yang ingin menunaikan ibadah haji untuk terlebih dahulu menerima vaksinasi meningitis. Langkah ini diwajibkan oleh pemerintah Arab Saudi untuk meminimalisasi terjangkitnya penyakit meningitis di antara para calon haji. Vaksinasi biasanya dilakukan satu bulan sebelum jadwal penerbangan.

Gejala Meningitis yang Terjadi pada Anak-anak

Penyakit ini sering diderita oleh bayi dan anak-anak, tapi semua orang di segala usia bisa mengidap meningitis juga. Tanda-tanda yang terjadi pada anak-anak adalah:
  • Mereka mungkin merasa gelisah, tapi tidak ingin disentuh
  • Demam tinggi dengan tangan dan kaki terasa dingin
  • Menangis seperti melengking (high pitched cry) secara terus menerus
  • Terlihat bingung, lemas, dan kurang responsif
  • Beberapa anak akan mudah mengantuk dan sulit dibangunkan
  • Mungkin ada ruam merah yang tidak hilang ketika gelas digulirkan dengan sedikit ditekan di atasnya
  • Menolak menyusu atau makan disertai muntah
  • Kejang-kejang
Adapun gejala meningitis yang terjadi pada anak-anak yang lebih besar, remaja, dan orang dewasa, meliputi:
  • Muntah-muntah
  • Sakit kepala parah
  • Leher kaku
  • Demam dengan tinggi suhu 38°C atau lebih dengan kaki dan tangan terasa dingin
  • Napas cepat
  • Sensitif terhadap cahaya atau fotofobia
  • Ruam kulit berupa bintik-bintik merah yang tersebar (tidak terjadi pada semua orang)
  • Kejang-kejang
Terdapat kemungkinan bahwa tidak semua orang akan mengalami semua gejala-gejala di atas. Cari bantuan medis secepatnya jika Anda melihat beberapa gejala meningitis terjadi pada anak-anak.Secara umum, terdapat lima jenis meningitis:

Meningitis bakterialis

Meningitis jenis ini disebabkan bakteri dan menyebar melalui kontak jarak dekat. Jika tidak ditangani, bisa menyebabkan kerusakan otak parah, kehilangan indera pendengaran dan menimbulkan infeksi pada darah (septikemia). Penderita meningitis bakterialis kebanyakan bayi berusia di bawah satu tahun.

Meningitis virus

Sedangkan penyebab meningitis virus adalah virus yang bisa menyebar melalui batuk, bersin dan lingkungan yang tidak higienis. Meningitis virus memiliki kesamaan gejala dengan flu. Anak berusia di bawah lima tahun dan seseorang dengan sistem kekebalan tubuh lemah memiliki risiko lebih besar untuk tertular meningitis virus.

Meningitis jamur

Meningitis jamur biasanya merupakan hasil dari menyebarnya jamur di sumsum tulang belakang melalui aliran darah. Resiko seseorang terkena meningitis jamur akan meningkat ketika sistem kekebalan tubuhnya terganggu, seperti pada penderita HIV dan kanker. Beberapa gejala meningitis jamur adalah penderita akan sensitif terhadap cahaya dan merasa kebingungan.

Meningitis parasit

Meningitis jenis ini disebabkan oleh parasit yang biasanya masuk ke dalam tubuh melalui hidung. Amuba yang menyebabkan meningitis parasit umumnya adalah Naegleria fowleri. Amuba ini biasanya ditemukan pada danau, sungai air tawar yang bersuhu hangat, sumber air panas bumi, kolam renang yang tidak dirawat, pemanas air dan tanah.

Meningitis Non-infeksi

Ada lebih dari satu faktor penyebab meningitis non-infeksi. Meningitis jenis ini tidak menular dan memiliki gejala umum yang sama seperti meningitis jenis lainnya. 

Penanganan Darurat dan Diagnosis Meningitis

Penderita yang dicurigai mengidap meningitis harus ditangani secepatnya, bahkan sebelum diagnosis dilakukan. Sangat berbahaya untuk menunda penanganan bagi penderita meningitis. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda meningitis atau septikemia (infeksi darah) bahkan tanda luka yang terinfeksi di sekitar kepala, telinga, tenggorokan, dan kulit di sepanjang tulang belakang.Diagnosis meningitis sulit dilakukan karena gejalanya muncul secara tiba-tiba dan mirip dengan gejala flu. Disarankan untuk segera mencari bantuan medis jika melihat gejala meningitis, terutama jika terjadi pada anak-anak. Anda mungkin harus pergi ke IGD (Instalasi Gawat Darurat) rumah sakit terdekat kapan pun gejala tersebut muncul. Jangan menunggu munculnya ruam berwarna ungu karena tidak semua pengidap meningitis mengalami ruam pada tubuhnya.

Langkah-langkah Pengobatan Meningitis

Kondisi pasien meningitis virus biasanya akan membaik dalam beberapa minggu. Penanganan meningitis virus bisa dilakukan  dengan banyak istirahat dan minum obat pereda rasa sakit untuk sakit kepala. Sedangkan pengobatan meningitis pada pasien meningitis bakterialis, bisa dirawat dengan antibiotik atau obat-obatan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan bakteri. Perawatan perlu dilakukan di rumah sakit. Untuk kasus yang lebih parah, disarankan dirawat di Unit Perawatan Intensif (ICU) agar fungsi vital tubuh bisa dipantau dengan saksama.

Vaksinasi Penyakit Meningitis

Di Indonesia, terdapat dua jenis vaksin meningitis, yaitu vaksin meningokokus polysakarida dan vaksin meningokokus konjugat. Vaksin meningokokus polysakarida bisa diberikan untuk usia berapa pun dan mampu memberi perlindungan sebesar 90-95 persen. Untuk anak di bawah usia 5 tahun, vaksin ini bisa bertahan 1-3 tahun. Sedangkan untuk dewasa akan melindungi selama 3-5 tahun. Untuk vaksin mengingokokus konjugat hanya untuk usia 11-55 tahun, biasanya diberikan pada jamaah haji dan tidak dianjurkan dijadikan sebagai imunisasi rutin.Cara terbaik untuk mencegah meningitis adalah dengan menerima vaksinasi yang tersedia. Tetapi karena penyakit ini bisa dibilang jarang, vaksinasi meningitis belum termasuk dalam jadwal vaksin wajib di Indonesia.

Inilah Gejala dan Penyebab Penyakit Lupus

Lupus, ini bukan tentang film zaman dulu yang cukup digemari para remaja saat itu. Namun ini tentang penyakit autoimun yang menyerang organ tubuh sendiri. Untuk lebih tau mengenai lupus, yuk simak penjelasan berikut ini secara lengkap.

1.Pengertian Penyakit Lupus
www.mausehat.com

Lupus merupakan penyakit inflamasi kronis yang penyebab utamanya yaitu sistem kekebalan tubuh yang malah menyerang organ dan jaringan tubuh sendiri. Bagian tubuh yang diserang akibat lupus diantaranya:
  • Kulit
  • Sendi
  • Sel darah
  • Paru-paru
  • Jantung
2. Tipe-tipe Penyakit Lupus
www.healthtap.com

Ada tiga tipe penyakit lupus, yaitu:

Lupus Eritematosus Sistemik (systemic lupus erythematosus/SLE)

Inilah jenis lupus yang paling sering dirujuk sebagai penyakit lupus. Jenis lupus ini dapat menyerang jaringan dan organ tubuh apapun dari gejala yang ringan hingga gejala parah.

Lupus Eritematosus Diskoid (discoid lupus erythematosus/DLE)

Umumnya, jenis lupus ini hanya menyerang kulit. Namun bukan berarti tidak dapat menyerang organ tubuh lainnya.

Lupus Akibat Penggunaan Obat

Tiap pastinya berbeda-beda terhadap efek samping yang disebabkan obat. Ada lebih dari 100 jenis obat yang menyebabkan timbul efek samping seperti gejala penyakit lupus.

3. Gejala Penyakit Lupus
www.radiopostki.com

Karena kebanyakan kasus penyakit lupus jenis SLE, maka gejala-gejala yang dibahas berikut ini merupakan gejala penyakit lupus tipe SLE. Berikut ini gejala utama yang sering muncul:

Rasa Lelah yang Ekstrem

Gejala yang paling umum dikeluhkan penderita lupus SLE yaitu rasa lelah yang sangat ekstrem. Gejala ini membuat si penderita tidak dapat beraktivitas sebagaimana mestinya. Jika memaksakan untuk beraktivitas, maka penderita lupus SLE akan merasakan sangat lelah.

Ruam pada Kulit

Satu lagi ciri khas dari lupus SLE yaitu ruam pada pipi dan batang hitung. Ruam ini akan membentuk seperti kupu-kupu sehingga disebut butterfly rash. Selain pipi dan hidung, bagian tubuh lainnya yang ditumbuhi ruam yaitu tangan dan pergelangannya.

Nyeri pada Persendian

Gejala utama lainnya dari lupus SLE yaitu rasa nyeri yang muncul pada persendiaan tangan dan kaki. Rasa nyeri ini cepat berpindah dari sendi ke sendi lainnya. Namun rasa nyeri ini tidak membuat sendi cacat permanen.

4. Penyebab Penyakit Lupus
vesmir.cz

Sistem kekebalan tubuh sejatinya untuk melindungi tubuh dari infeksi yang masuk. Namun sistem kekebalan tubuh penderita lupus SLE malah menyerang balik sel, jaringan bahkan organ tubuh yang sehat milik sendiri. Para pakar masih belum menemukan penyebab hal ini bisa terjadi. Namun sebagian besar pakar mengatakan bahwa lupus SLE disebabkan oleh beberapa faktor berikut ini:

Pengaruh Genetika

Faktor ini banyak dipercayai oleh para pakar karena adanya penelitian yang membuktikan bahwa jika ada anak kembar idenktik yang menderita lupus SLE, maka resiko saudaranya terkena penyakit yang sama setinggi 25%.

Pengaruh Lingkungan

Faktor lingkungan juga dapat memicu orang-orang menjadi rentan menderita lupus SLE. Meski belum bisa dibuktikan secara luas, namun faktor-faktor tersebut meliputi:
  • Perubahan hormon pada wanita, misal saat pubertas atau hamil
  • Paparan terhadap sinar matahari
  • Obat-obatan pemilu lupus akibat obat. Dapat berhenti jika konsumsi obat dihentikan.
5. Diagnosis Penyakit Lupus
ytimg.com

Gejala lupus SLE mirip dengan penyakit lainnya sehingga sulit untuk mendiagnosisnya. Untuk itu diperlukan diagnosis khusus agar segera dapat dilakukan tindakan selanjutnya sehingga tidak menjadi lebih parah. Diagnosis yang dapat dilakukan yaitu dengan tes darah. Tes darah yang dapat digunakan yaitu tes antibodi anti-nuklir, tes antibodi anti-DNA, dan tes komplemen C3 dam C4. Selain tes darah, mungkin kamu juga dapat mendiagnosis organ dalam dengan USG, rontgen atau CT-Scan.

6. Pengobatan Penyakit Lupus
beritadaerah.co.id

Lupus SLE tidak dapat disembuhkan. Namun dengan pengobatan ini bertujuan untuk mengurangi tingkat gejala dan mencegah kerusakan organ dalam serta meminimalkan dampak yang ditimbulkan dalam kehidupan penderita lupus SLE. Pengobatan yang dapat ditempuh yaitu:

Menghindari Paparan Sinar Matahari

Kulit penderita lupus harus ekstra dilindungi dari sinar matahari. Karena ruam pada kulit akan bertambah parah jika terpapar sinar matahari.

Obat Anti Inflamasi Nonsteroid

Obat ini dapat meredakan sakit pada sendi atau otot yang ringan. Tetapi harus dengan resep dari dokter.

Kortikosteroid

Obat ini akan diberikan dokter jika penderita sudah mengalami gejala yang parah.

Hydroxychloroquine

Obat yang biasa diberikan kepada yang terkena malaria ini dapat juga mengobati nyeri sendi dan otot, kelelahan dan ruam pada kulit yang merupakan gejala utama penderita lupus SLE.

Obat Imunosupresan

Obat ini dapat menekan kinerja sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri.

Rituximab

Obat ini merupakan jenis obat baru yang awalnya untuk penanganan kanker darah. Namun cukup efektif menangangi penyakit autoimun. Namun efek samping yang ditimbulkan yaitu muntah, pusing dan gejala mirip dengan flu.

7. Komplikasi Penyakit Lupus
darussyifajepara.blogspot.com


Gejala lupus SLE ringan atau yang terkendali dengan baik tidak akan menghambat aktivitas sehari-hari. Resiko komplikasi juga akan menurun. Banyak penderita lupus SLE yang gejalanya menurun ketika memasuki usia 50 tahun. Namun tetap harus waspada terhadap komplikasi yang bisa menyebabkan kematian.

Terapi Hormon untuk Pengobatan Kanker Payudara

Terapi hormon digunakan dalam pengobatan kanker payudara untuk memperlambat pertumbuhan tumor pada sel yang sensitif terhadap hormon.

Hormon estrogen dan progesteron ternyata dapat merangsang pertumbuhan sel kanker payudara. Tidak hanya itu saja, kedua hormon tersebut bahkan juga bisa membantu sel tumor tumbuh dan menyebar. Akibatnya, tumor pun bisa terbentuk di bagian tubuh yang lain. Sebagian besar penderita kanker payudara memiliki sel kanker reseptor estrogen positif, yang disebut sebagai ER positif (estrogen receptor-positive). Sedangkan penderita kanker payudara di mana sel kankernya merespons terhadap hormon progesteron disebut sebagai PR positif (progesterone receptor-positive).

Pada beberapa kasus, seorang penderita kanker payudara bisa memiliki kedua reseptor tersebut.

Ketika seseorang didiagnosis menderita kanker payudara, dokter akan melakukan tes untuk mencari tahu penyebab timbulnya sel kanker. Jika dari hormon, dokter kemungkinan akan merekomendasikan terapi hormon sebagai salah satu solusi pengobatan. Terapi hormon atau yang disebut juga sebagai terapi endokrin, mampu memblokir, menghalangi, atau menghilangkan hormon penyebab kanker payudara.
Setidaknya ada dua jenis terapi hormon yang biasanya digunakan dalam pengobatan kanker payudara, yaitu:
  • obat yang membuat hormon estrogen dan progesteron berhenti membantu pertumbuhan sel-sel kanker payudara, dan
  • obat atau operasi untuk menghentikan ovarium memproduksi hormon.
Dan obat-obatan tersebut adalah:Selective Estrogen Receptor Modulators (SERMs)
SERMs merupakan pengobatan yang mencegah sel-sel kanker payudara menyerap estrogen. Obat SERMs yang paling umum digunakan meliputi:
  • Tamoxifen, bekerja dengan cara menghentikan hormon estrogen yang mengikat sel. Tujuannya, agar kanker tidak tumbuh dan membelah diri. Menurut penelitian, mengonsumsi tamoxifen selama 5 hingga 10 tahun dapat memperpanjang usia hidup. Kanker payudara juga cenderung tidak akan kambuh lagi.
  • Toremifene, direkomendasikan untuk pasien yang sudah mengonsumsi Tamoxifen namun hasilnya tidak memuaskan. Obat jenis ini hanya disetujui untuk mengobati kanker payudara yang telah menyebar ke bagian lain dari tubuh.
  • Fulvestrant, biasanya digunakan untuk mengobati kanker payudara stadium lanjut.
Aromatase Inhibitors (Als)Obat ini digunakan untuk mencegah jaringan lemak dalam memproduksi estrogen tapi tidak mencegah produksi estrogen dari ovarium. AIs hanya efektif diterapkan untuk wanita pascamenopause dengan kanker payudara stadium apa saja. Menurut penelitian, AIs dikombinasikan dengan terapi supresi ovarium lebih efektif daripada Tamoxifen untuk mencegah kambuhnya kanker tersebut, sehingga obat ini sekarang dianggap sebagai standar terapi.
Ovarian Ablation

Jenis terapi hormon ini dapat menjadi pilihan bagi wanita yang belum mengalami menopause. Ovarian ablation dilakukan dengan cara mengangkat atau menutup ovarium. Tujuannya agar produksi estrogen terhenti. Sayangnya, begitu hormon estrogen sudah tidak ada dalam tubuh itu berarti pasien akan memasuki masa menopause.

Sama seperti pengobatan lain, terapi hormon juga memiliki efek samping yang bisa dialami oleh pasien seperti keputihan, vagina iritasi atau kering, wajah terasa panas, mual, kelelahan, nyeri pada otot dan sendi, dan impotensi pada pria.

Jika Anda ingin menggunakan terapi hormon untuk mengobati kanker payudara yang diderita, patut diperhatikan terapi ini belum tentu cocok untuk semua orang. Terapi hormon hanya cocok dilakukan untuk mengobati kanker payudara yang disebabkan oleh jenis sel kanker yang memiliki reseptor positif terhadap hormon.

Penyakit Kulit yang Umum Diderita Orang Dewasa

Banyak yang menganggap penderita penyakit kulit adalah orang-orang yang kurang bisa menjaga kebersihan tubuh. Anggapan minor tersebut menjadikan mereka yang memiliki penyakit kulit malu dan cenderung menyembunyikan penyakitnya, justru bukan menyembuhkan.

Banyak penyakit kulit yang menjangkiti daerah yang mudah terlihat oleh orang lain. Mereka yang ada di sekitar penderita kemudian memberikan reaksi yang tidak menyenangkan. Pada akhirnya, hal ini akan menambah beban psikologis bagi mereka yang menderita penyakit kulit.








Sebenarnya, anggapan negatif dari masyarakat sekitar tersebut lebih karena minimnya informasi mengenai penyakit kulit yang diderita. Padahal beberapa di antaranya merupakan gangguan yang umum diderita orang dewasa. Contohnya, ada di bawah ini.
  • Herpes zoster
Salah satu penyakit kulit yang biasa menjangkiti orang dewasa adalah herpes zoster. Salah satu tanda penyakit ini adalah adanya ruam tidak rata berukuran kecil yang bisa melepuh. Kulit yang terjangkit penyakit ini akan terasa perih, gatal, atau sangat sensitif. Daerah yang paling sering menderita herpes zoster adalah pada badan atau bokong. Meski begitu, masih ada kemungkinan bahwa penyakit ini bisa muncul di bagian tubuh manapun.
Untuk mengobati penyakit herpes zoster, bisa dilakukan dengan pemberian krim antivirus, steroid, atau antidepresan.
Pada umumnya, seseorang akan terkena penyakit ini selama sekitar dua minggu. Meski begitu, rasa sakit, mati rasa, dan gatal-gatal mungkin masih akan terasa hingga waktu yang lebih lama, mulai dari berbulan-bulan hingga seumur hidup. Oleh karena itu, penting untuk menangani kondisi ini sedari dini agar nyeri yang dirasakan tidak menetap.
  • Urtikaria
Penyakit kulit lain yang umum diderita adalah urtikaria atau yang dikenal dengan istilah biduran. Ciri-ciri penyakit ini biasanya ditandai dengan munculnya rasa gatal-gatal, bilur-bilur, atau ruam yang menjengkelkan. Gangguan kulit ini mungkin muncul di salah satu bagian tubuh atau bisa tersebar di area tubuh yang lebih luas.
Biasanya urtikaria akan sembuh dalam beberapa hari meski tanpa menjalani pengobatan. Antihistamin mungkin diperlukan, terutama ketika rasa gatal yang menyerang menjadikan penderita merasa tidak nyaman. Jika gejala yang muncul akibat urtikaria tidak hilang dalam waktu lebih dari 48 jam, menghubungi dokter adalah langkah yang sebaiknya dilakukan.
  • Psoriasis
Orang dewasa juga sering terkena penyakit kulit berupa bercak merah bersisik yang biasa disebut dengan nama psoriasis. Bercak ini umumnya muncul di daerah siku, lutut, dan punggung bagian bawah. Penyakit ini bisa menimbulkan rasa gatal atau sakit di kulit yang terkena.
Meski sebagian orang merasakan efek dari proriasis tidak signifikan, namun sebagian penderita lainnya menganggap penyakit kulit ini mengganggu aktivitas mereka. Untuk meringankan gejala yang muncul, beberapa pengobatan yang bisa dilakukan adalah dengan pemberian krim, salep, terapi cahaya, injeksi obat, atau obat oral. Jika penyakit ini masih dalam tahap wajar, maka bisa ditangani melalui konsultasi dengan dokter umum. Namun pada kondisi yang sudah parah, pengobatan biasanya dilakukan oleh dokter spesialis kulit.
  • Eksim
Penyakit kulit yang kerap diderita oleh orang dewasa adalah eksim. Ini adalah gangguan kulit yang ditandai dengan munculnya bercak-bercak yang meradang dan menimbulkan rasa gatal. Kondisi ini juga biasa dikenal dengan sebutan dermatitis atopik. Biasanya, kondisi ini menyerang sisi dalam dari siku atau daerah belakang lutut remaja atau orang dewasa.
Penyebab penyakit kulit yang satu ini belum sepenuhnya bisa dimengerti oleh para ahli medis, namun kuat dugaan bahwa hal ini terkait dengan sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif. Guna menyembuhkan penyakit ini, banyak cara dilakukan mulai dari memberikan obat-obatan, melakukan terapi menggunakan cahaya, hingga mengubah gaya hidup.
  • Rosacea
Rosacea merupakan penyakit kulit yang ditandai dengan peradangan kronis pada daerah wajah. Rosacea mirip dengan jerawat yang biasa menimpa remaja, namun diderita orang dewasa. Peradangan tersebut bisa berwujud:
  • Kemerahan
  • Melebarnya pembuluh darah
  • Benjolan kecil (papula)
  • Bintik-bintik kecil berisi nanah (pustula)
  • Kemunculan jaringan ikat pada hidung yang berlebihan
Tanda kemerahan pada penyakit kulit yang satu ini merupakan tanda bahwa orang tersebut memiliki gejala awal sensitivitas terhadap bahan kimia tertentu yang dapat menyebabkan inflamasi. Untuk mengendalikan gangguan ini, biasanya dokter akan memberi pengobatan topikal atau pengobatan oral.

Deretan penyakit kulit tersebut bisa dikelola dengan baik melalui bantuan dokter. Kebanyakan masalah kulit di atas tidak berpengaruh besar bagi kesehatan, namun beberapa penyakit mungkin saja menunjukkan adanya masalah serius. Jadi, jangan menganggap remeh apa pun penyakit kulit yang diderita. Berikan pertolongan pertama jika dirasa ringan, tapi segera periksakan ke dokter jika kondisi kulit makin parah. [Klinikf3]

Bagaimana Bekam Menyembuhkan Asam Urat?





Asam urat atau gout adalah penyakit yang timbul akibat pengendapan kristal asam urat (uric acid) di persendian. Kebanyakan yang terkena gout adalah kaum pria dan jarang sekali menimpa orang-orang yang belum dewasa.

Faktor penyebab asam urat ini adalah ada beberapa . Yang paling menonjol adalah peningkatan kadar asam urat dalam darah akibat kelebihan asupan zat ini ke dalam tubuh atau akibat kurangnya pembuangan zat ini dari tubuh. Sehingga mengakibatkannya mengendap.

Artinya, penyakit ini timbul akibat kelebihan konsumsi makanan yang mengandung asam urat seperti berbagai macam jenis daging merah dan kol, atau kurangnya pembuangan asam urat disebabkan penyakit ginjal, sehingga ia tidak bisa mengeluarkan asam urat dari darah.

Ada beberapa sebab lain yang bisa mengakibatkan timbulnya asam urat, seperti kurangnya produksi kelenjar tiroksin, kelaparan (diet ketat), atau konsumsi obat tertentu.

Gejala Gout

1. Pada tahap awal kenaikan kadar asam urat dalam darah, tidak terdapat gejala apapun.

2. Selang beberapa waktu, terjadi pengendapan kristal asam urat di persendian sehingga menimbulkan rasa nyeri yang hebat.

3. Selang beberapa waktu kemudian, terjadi radang sendi yang banyak mengandung endapan asam urat, terutama pada persendian telapak kaki kecil yang disebut arthritis gout (gouty arthritis).

4. Setelah mengalami peradangan, sendi memerah, panas, nyeri, dan bengkak (paling banyak terjadi pada telapak kaki, terutama pada sendi pangkal ibu jari kaki) dalam beberapa kasus, gejala semakin hebat sehingga penderita gout tidak bisa memakai kaus kaki dan sepatu.

5. Terlalu sering berjalan kaki atau benturan kecil pada sendi bisa semakin memperparah rasa nyeri dan gejala gout.

Efek Bekam terhadap Penyakit Gout

1. Bekam bisa mengeluarkan kristal asam urat dari persendian dan jaringan di sekitarnya, sehingga rasa nyeri berkurang dan tidak terjadi peradangan, warna merah, atau pembengkakan pada persendian. Jika semua gejala ini benar-benar ada, ia akan berkurang secara bertahap.

2. Bekam, melalui zat nitrit oksida (NO) berfungsi mengurangi pembengkakan sendi yang sakit.

3. Bekam mengandung zat prostaglandin dari tempat yang sakit sehingga mengurangi rasa sakit.

4. Bekam memicu sekresi zat endorfin dan enkefalin di dalam tubuh yang berfungsi sebagai pereda nyeri alami.

5. Bekam meredakan rasa nyeri dengan Gate Control Theory.

6. Jika ada masalah lain di dalam tubuh, yang menjadi penyebab terjadinya gout, seperti sakit ginjal, maka terapi bekam membantu meningkatkan kemampuan kerja ginjal dalam mengeluarkan Kristal asam urat di dalam urin.

Penting untuk diperhatikan:

1. Untuk mengurangi kristal asam urat di persendian, tidak bisa dilakukan melalui sekali pertemuan terapi bekam, namun diperlukan beberapa pertemuan, kadang-kadang mencapai tujuh kali pertemuan.

2. Untuk memberikan dampak positif terapi bekam, harus disertai disiplin dalam mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang rendah kandungan asam urat serta menghindari konsumsi berbagai jenis daging merah dan kol.

3. Minum obat-obatan yang mengurangi kandungan asam urat bisa membantu terapi bekam, karena obat-obatan tersebut tidak bertentangan dengan bekam.

4. Penderita sakit harus berusaha rileks, tidak sering berjalan kaki ketika kadar asam urat dalam darahnya tinggi, sehingga tidak terkena risiko terjadinya peradangan sendi.

5. Kompres air hangat kadang-kadang bisa membantu penderita gout untuk mengurangi rasa nyeri.

6. Penderita gout hendaklah menggunakan berbagai sarana penyembuhan lain yang telah dijelaskan oleh Rasulullah SAW seperti doa dan sedekah.

Allahu alam bi shawwab. []

Kategori

Kategori