Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Anak Yatim

Anak yatim...nafkahnya itu bukan tanggungan ibunya, akan ttp keluarga bpknya terutama yg laki2 yg wajib menafkahi, namun kebanyakan org tdk tahu dan kadang jg tak mau tahu

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

« أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِى الْجَنَّةِ هكَذَا »  وأشار بالسبابة والوسطى وفرج بينهما شيئاً

“Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya

Jangan Tergesa-Gesa

Terkadang di antara kita masih bersikap ceroboh dalam melakukan sesuatu, dan diantara bentuk kecerobohan itu adalah bersikap tergesa-gesa. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

التَّأَنِّى مِنَ اللَّهِ وَالْعَجَلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ

“Sikap pelan-pelan itu dari Allah, dan sikap tergesa-gesa itu dari setan.” [HR. Al-Baihaqi dari Anas bin Malik radhiyallaahu’anhu, Ash-Shahihah: 1795]

Beberapa pelajaran:

1. Bersabar, menahan diri dan tidak tergesa-gesa adalah akhlak yang terpuji, yang dapat diusahakan dengan pertolongan Allah ta’ala.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda kepada Al-Asyaj,

إنَّ فيكَ لَخَصْلَتَيْن يُحِبُّهُمَا اللهُ : الْحِلْمُ وَالأنَاةُ

“Sesungguhnya pada dirimu ada dua akhlak yang dicintai Allah, yaitu al-hilm (menahan diri ketika marah, tidak tergesa-gesa menyikapi suatu masalah) dan al-anaah (berhati-hati dalam menghadapi suatu masalah, menahan diri dan tidak terburu-buru).”  [HR. Muslim dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma]

2. Tercelanya sifat tergesa-gesa dalam mengambil keputusan atau melakukan suatu perkara. Karena orang yang tergesa-gesa tidak akan sempat berpikir panjang dan mempelajari akibat dari perbuatannya di masa yang akan datang.

Al-Imam Al-Munawi rahimahullah berkata,

(والعجلة من الشيطان) أي: هو الحامل عليها بوسوسته، لأن العجلة تمنع من التثبت والنظر في العواقب

“Tergesa-gesa dari setan, maknanya: Setan yang mendorong dengan bisikannya (agar tergesa-gesa), karena ketergesaan itu menghalangi sikap tatsabbut (tabayyun) dan meneliti akibat-akibat di masa yang akan datang.” [Faidhul Qodir, 3/184]

3. Diantara bentuk ketergesaan yang perlu kami ingatkan adalah dalam menerima dan menukil berita, terutama berita yang terkait dengan keadaan orang banyak, terlebih lagi di era medsos yang sangat memudahkan untuk menerima dan menukil berita. Maka berhati-hatilah dari setiap berita yang kita dengarkan dan pahamilah bahwa tidak semua berita boleh kita sebarkan.

Allah ‘azza wa jalla berfirman,

وَإِذَا جَاءَهُمْ أَمْرٌ مِنَ الْأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُوا بِهِ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَى أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنْبِطُونَهُ مِنْهُمْ

“Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan atau pun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Andaikan mereka menyerahkan urusannya kepada Rasul dan Ulil Amri (pemegang urusan dari kalangan umaro dan orang-orang berilmu) di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri).” [An-Nisa’: 83]

Al-‘Allamah Al-Mufassir As-Sa’di rahimahullah berkata,

وفي هذا دليل لقاعدة أدبية وهي أنه إذا حصل بحث في أمر من الأمور ينبغي أن يولَّى مَنْ هو أهل لذلك ويجعل إلى أهله، ولا يتقدم بين أيديهم، فإنه أقرب إلى الصواب وأحرى للسلامة من الخطأ. وفيه النهي عن العجلة والتسرع لنشر الأمور من حين سماعها، والأمر بالتأمل قبل الكلام والنظر فيه، هل هو مصلحة، فيُقْدِم عليه الإنسان؟ أم لافيحجم عنه؟

“Dan dalam ayat ini terdapat dalil bagi kaidah adab, yaitu apabila terjadi pembahasan suatu permasalahan maka hendaklah diserahkan kepada ahlinya. Hendaklah diserahkan kepada orang yang berhak membahasnya, dan janganlah (orang yang jahil atau tidak mengerti urusan) mendahului mereka, karena sikap seperti ini lebih dekat kepada kebenaran dan lebih dapat menyelamatkan dari kesalahan.

Dalam ayat ini juga terdapat larangan tergesa-gesa dan terburu-buru untuk menyebarkan suatu berita setelah mendengarkan berita tersebut. Dan (dalam ayat ini) terdapat perintah untuk meneliti dan mempelajari dengan baik sebelum berbicara; apakah pembicaraannya itu adalah kemaslahatan sehingga boleh dia lakukan? Ataukah mengandung kemudaratan sehingga patut dijauhi?” [Taysirul Kariimir Rahman fi Tafsiri Kalaamil Mannan, hal, 184]

4. Tergesa-gesa yang dianjurkan adalah berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ

“Maka berlomba-lombalah dalam melakukan kebaikan.” [Al-Baqoroh: 184]

Al-Imam Ash-Shon’ani rahimahullah berkata,

العجلة هي السرعة في الشيء وهي مذمومة فيما كان المطلوب فيه الأناة محمودة فيم يطلب تعجيله من المسارعة إلى الخيرات ونحوها

“Tergesa-gesa maknanya adalah cepat (terburu-buru) dalam melakukan suatu perkara, dan ini tercela jika yang dituntut dalam perkara tersebut adalah pelan-pelan, namun terpuji jika dalam perkara yang dituntut untuk disegerakan, yaitu dari bentuk berlomba-lomba dalam kebaikan dan yang semisalnya.” [Subulus Salam, 4/201]

5. Diantara perkara yang dianjurkan untuk dilakukan segera adalah lima perkara.

Al-Imam Hatim Al-Ashom rahimahullah,

كان يقال العجلة من الشيطان إلا في خمس إطعام الطعام إذا حضر الضيف وتجهيز الميت إذا مات وتزويج البكر إذا أدركت وقضاء الدين إذا وجب والتوبة من الذنب إذا أذنب

“Dahulu dikatakan, terburu-buru itu dari (bisikan) setan, kecuali dalam lima hal:

1. Menghidangkan jamuan bila tamu telah datang,

2. Menyegerakan pengurusan mayyit bila ia telah meninggal,

3. Menikahkan anak gadis bila telah baligh (jika telah ada laki-laki shalih yang meminangnya dan ia pun menyukainya),

4. Melunasi hutang bila telah jatuh tempo,

5. Bertaubat dari dosa bila berbuat dosa.” [Hilyatul Aulia, Abu Nu’aim Al-Ashbahani, 8/78]

Semoga Allah memberi hidayah dan taufiq. []

SUMBER: SOFYAN RURAY

Wanita....

Ketahuilah wahai wanita, kamu akan dihargai ketika kamu memiliki harga diri, bukan ketika kamu cantik atau pun berharta.

Maka sampai kapanpun jangan pernah kamu nodai harga dirimu, jagalah dengan baik apa yang seharusnya kamu jaga, jangan biarkan apapun dan siapapun melucutinya.

Jagalah kehormatanmu sebagai seorang wanita, karena wanita akan dihormati oleh siapapun dan dimanapun dia berada jika dirinya mampu menjaga kehormatannya dengan bijaksana.

Ingat, wanita dihormati bukan karena dia dari keluarga terhormat atau pun memiliki paras indah, tapi ketika dia mampu terus mengaja kehormatan dirinya.

Dan sungguh ada yang lebih indah dari sekedar kecantikan fisik, ada yang lebih menarik dari sekedar kemolekan tubuh, yaitu kecantikan dan kebijaksanaan hati yang selalu memadai.

Maka pastikan dirimu selalu mampu menjaga dirimu dengan baik, terutama keadaan hati, sebab bila hatimu baik maka pasti seluruh tindakanmu akan baik pula.

Kamu pun harus tahu, bahwasannya ada yang lebih indah dari sekedar cantik dan menarik, yaitu harga diri yang selalu terjaga dengan baik.

Coba lihat wanita yang sekedar cantik fisik dan memiliki tubuh molek, mungkin benar kebanyakan orang akan melirik, tapi tak semua orang akan tertarik.

Karena sungguh ada yang lebih indah dari sekedar keanggunan fisik, yaitu keanggunan hati yang selalu terpelihara dengan baik dan sesuai aturan-Nya.

Ada yang lebih indah dari sekedar paras cantik, yaitu memiliki harga diri dan selalu berjalan sesuai dengan apa yang telah Allah haturkan kepadanya sebagai seorang muslimah.

Karena bagaimanapun semua wanita itu sejatinya memang telah tercipta indah, dan dia akan selalu indah bila selalu mengindahkan dirinya dengan segala aturan yang telah sang khaliq tetapkan.

Wanita selamanya akan menjadi berharga dan akan selalu dihargai tatkala dia sendiri mampu menjaga harga dirinya dengan baik sesuai dengan yang telah Allah tetapkan dalam islam. []

SUMBER: HUMAIROH

Lelaki dan Perempuan

Oleh: Ramadhan Aziz

AKU tak ingin mengatakan bahwa hati ini tak ada penyakit. Jujur! Tatkala pandangan manusia bisa menembus isi hati ini, maka kau akan menemukan dan tercengang betapa begitu banyak noda-noda yang menghiasi hati ini. Astagfirullah, hanya saja karena Cinta-Nya yang masih mengalir begitu deras menutupi segala aib-aib yang ada di hati ini. Dan engkau tak mampu melihatnya. Kembali izinkan diri ini merangkai serpihan kata-kata yang kiranya semoga masih menyimpan makna terlebih untuk diri ini.

Dan tahukah? Saat tersadar adalah saat paling nikmat untuk menyadari betapa besar kasih sayang Allah. Betapa mahal harga taubat yang menghapus semua kesalahan. Dan saat-saat seperti inilah selayaknya menjadi momentum sepesial kita berkhalwat kepada Allah SWT.

Izinkan mengutip Ungkapan Indah Sayyid Qutub, “Agama ini mengetahui kelemahan makhluknya bernama manusia yang terkadang jatuh tersungkur ke lembah kekejian karena tarikan jasad, kadang tersulur oleh gejolak daging dan darah sehingga mengumbar syahwat seperti binatang, atau kadang terdorong oleh naluri, bahwa nafsu, ambisi, dan berbagai keinginan untuk melanggar perintah Allah.”

Kini saatnya kita berfikir jernih. Mukmin sejati tentu memaknai penjagaan kesuciaan diri sebagai sebuah perjuangan, bersabar, menahan, dan kedekatan dengan Illahi. Namun, kini sering dalam diri tak mampu menahan diri atas nafsu syahwat yang mengebiri. Sedih hati saat maksiat diri tak terkendali. Sungguh selemah inikah iman dalam diri? Fagfirli.

Apalagi kini, saat berita menghampiri, saat fenomena mulai terjadi, saat muslimah taklagi pandai menjaga diri, saat penampilan “hijab” terlihat lebih trendi dengan dalih “gaul tapi syar’i” namun pada realita sungguh miris terjadi. Bukan maksud merendahkan harga diri kaum mudi “muslimah” tapi ini menjadi keprihatinan dalam diri yang memiliki iman tak setebal para nabi. Sehingga mudah masuk dalam lembah maksiat diri.

Tahukah engkau, bahwa imajinasi kaum lelaki begitu tinggi? (Ah, Malu Rasanya!). Tak apalah, buat pengingat pada diri. Betapa kami bisa menelusur dengan detail bayangan “imajinasi” atas apa yang terjadi. Sehingga kami harus rela terjebak dalam lingkaran bayangan maksiat yang menyesati.

Sekali lagi kami bukan para Nabi yang Imannya Menghujam tajam dalam diri, yang setiap saat bisa terkendali. Kami bukan orang suci terlebih layaknya nabi, setiap saat kami bisa jatuh dan tersungkur dalam maksiat diri. Bantulah kami.

Dan sesekali jangan pernah kau katakan pada kami, “Ah itu sih kan tergantung pribadilah. Kalau pribadinya ngeres sih apa aja juga bisa bikin nafsu!” Please… please…jangan kau katakan itu. Bukankah kau tahu, meski yang kau lihat laki-laki tampak alim nan suci seperti layaknya kyai, tapi ingatlah ada setan yang selalu siap meyesati di manapun yang ia sukai. Bantu aku, agar setan tak lagi menyesati diri. Sesekali ini tak sekadar untuk kebaikan bagi kaum kami, tetapi untuk kaum bersama yang cinta akan Illahi.

Mari kembali merenungkan makna kesucian diri melalui kaidah suci yang telah Allah garisi. Tentu muslim/mah yang baik memahami betapa apa yang Allah perintahi merupakan karunia kemuliaan dan bentuk kehormatan untukmu wahai diri.

Saat nafsu begitu berontak, ketika syahwat begitu menggebu, tetap ada kesucian yang harus dan selalu dijaga mati-matian. Betapa berat memang perjuangan menjaga izzah diri,dan ia hanya takluk pada diri yang diselimuti rasa malu dan pemegang perisai diri “kesabaran”. Sungguh pengagungan yang begitu indah tatkala kita mampu memilih jalan seperti ini.

Terlalu mahal, bila kemolekan dalam diri, kecantikan paras wajah, keindahan bentuk tubuh kau tampilkan secara terbuka di khalayak pasang mata. Tunggulah, sampai nanti ada waktu tepat berhias itu menjadi pahala. Adalah rugi, berhias untuk orang yang belum pasti menjadi pasangan “halal” suami istri nanti. Sementara sekarang kau rela memberikan itu semua dan melanggar perintah Illahi. Tidakah engkau merasa rugi? Atau justru engkau bangga dan happy?

White Shark Is No Longer The Scariest Sea Monster
Bidadari tentu pandai menjaga diri. Mempercantik sesuai taklimat illahi. Tak rugi meski banyak yang menghujati. Terlebih dari manusia yang jauh dari Illahi.

Dan tentu Allah lebih cinta pada mereka yang menjaga diri. Dan sesekali ketahuilah wanita-wanita “Penjaga Diri” seperti inilah yang dicari kaum laki-laki tuk jadi isteri, sekalipun dari hati laki-laki yang jauh dari Illahi.

Dan berbahagialah kelak bila nanti menjadi istri kebanggaan suami lewat kesholihahan diri menjaga izzah diri. Dan hingga Allah beri balasan Indahnya Jannah Firdausi. Selamat Menjaga Diri. []

Demi Masa

Waktu adalah salah satu nikmat tertinggi yang diberikan Allah kepada Manusia. Sudah sepatutnya manusia memanfaatkannya seefektif dan seefisien mungkin untuk menjalankan tugasnya sebagai makhluk Allah di bumi ini. Karena pentingnya waktu ini maka Allah swt telah bersumpah pada permulaan berbagai surat dalam al-quran yang turun di mekkah dengan berbagai macam bagian dari waktu. Misalnya bersumpah demi waktu malam, demi waktu siang, demi waktu fajar, demi waktu dhuha, dan demi masa. Semisal dalam surat Al-Lail ayat 1-2, Allah berfirman:
وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَى ﴿١﴾ وَالنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّى ﴿٢
“Demi malam apabila menutupi (cahaya siang), dan siang apabila terang benderang.”
Menurut pengertian yang popular di kalangan para mufassirin dan juga dalam perasaan kaum muslimin, apabila Allah bersumpah dengan sesuatu dari ciptaan-Nya, maka hal itu mengandung maksud agar kaum muslimin memperhatikan kepada-Nya dan agar hal tersebut mengingatkan mereka akan besarnya manfaat dan impressinya. Oleh karena itu, barang siapa terluput atau terlena dari suatu amal perbuatan pada salah satunya, maka hendaklah ia berusaha menggantikannya pada saat yang lain.
Dalam Al-Qur’anul Karim Surat Al-Ashr (103): 1-3, Allah berfirman yang artinya sebagai berikut.
1. Demi masa.
2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
Ayat di atas menjelaskan bahwa manusia memang benar-benar berada dalam kerugian apabila tidak memanfaatkan waktu yang telah diberikan oleh Allah secara optimal untuk mengerjakan perbuatan-perbuatan baik. Hanya individu-individu yang beriman dan kemudian mengamalkannyalah yang tidak termasuk orang yang merugi, serta mereka bermanfaat bagi orang banyak dengan melakukan aktivitas dakwah dalam banyak tingkatan. Setiap muslim yang memahami ayat di atas, tentu saja berupaya secara optimal mengamalkannya. Dalam kondisi kekinian dimana banyak sekali ragam aktivitas yang harus ditunaikan, ditambah pula berbagai kendala dan tantangan yang harus dihadapi.
Dalam ajaran Islam, ciri-ciri seorang muslim yang ideal adalah pribadi yang menghargai waktu. Seorang Muslim memiliki kewajiban untuk mengelola waktunya dengan baik. Ajaran Islam menganggap pemahaman terhadap hakikat menghargai waktu sebagai salah satu indikasi keimanan dan bukti ketaqwaan, sebagaimana tersirat dalam surah Al-Furqan ayat 62 yang berbunyi: “Dan Dia (pula) yang menjadikan malam dan siang silih berganti bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur.”
Seorang muslim haruslah pandai untuk mengatur segala aktivitasnya agar dapat mengerjakan amal shalih setiap saat, baik secara vertikal maupun horizontal. Secara vertikal, dirinya menginginkan sebagai ahli ibadah, dengan aktivitas qiyamullailshaum sunnahbertaqarrub illallah, dan menuntut ilmu-ilmu syar’i. Dalam hubungannya secara horizontal, ia menginginkan bermuamalah dengan masyarakat, mencari maisyah bagi keluarganya, menunaikan tugas dakwah di lingkungan masyarakat, maupun di tempat-tempat lainnya. Dalam sejarah Rasulullah saw. dan orang-orang Muslim generasi pertama, terungkap bahwa mereka sangat memperhatikan waktu, sehingga mereka mampu menghasilkan sejumlah ilmu yang bermanfaat dan sebuah peradaban yang mengakar kokoh dengan panji yang menjulang tinggi. Jika kita sadar bahwa pentingya manajemen waktu, maka tentu kita akan berbuat untuk dunia ini seolah-olah akan hidup abadi, dan berbuat untuk akhirat seolah-olah akan mati esok hari.

Karakteristik waktu

Waktu mempunyai karakteristik khusus yang istimewa. Kita wajib mengerti secara sungguh-sungguh dan wajib mempergunakannya sesuai dengan pancaran cahayanya. Di antara karakteristik waktu adalah sebagai berikut:
a. Cepat habis. Waktu itu berjalan laksana awan dan lari bagaikan angin, baik waktu senang atau suka ria maupun saat susah atau duka cita. Apabila yang sedang dihayati itu hari-hari gembira, maka lewatnya masa itu terasa lebih cepat, sedangkan jika yang dihayati itu waktu prihatin, maka lewatnya masa-masa itu terasa lambat. Namun, pada hakikatnya tidaklah demikian, karena perasaan tersebut hanyalah perasaan orang yang sedang menghayati masa itu sendiri. Kendati umur manusia dalam kehidupan dunia ini cukup panjang, namun pada hakikatnya umur manusia hanya sebentar, selama kesudahan yang hidup itu tibalah saat kematian. Dan tatkala mati telah merenggut, maka tahun-tahun dan masa yang dihayati manusia telah selesai, hingga laksana kejapan mata yang lewat bagaikan kilat yang menyambar.\
b. Waktu yang telah habis tak akan kembali dan tak mungkin dapat diganti. Inilah ciri khas waktu dari berbagai karakteristik khusus waktu. Setiap hari yang berlalu, setiap jam yang habis dan setiap kejapan mata yang telah lewat, tidak mungkin dapat dikembalikan lagi dan tidak mungkin dapat diganti.
c. Modal terbaik bagi manusia. Oleh karena waktu sangat cepat habis, sedangkan yang telah lewat tak akan kembali dan tidak dapat diganti dengan sesuatu pun, maka waktu merupakan modal terbaik. Modal yang paling indah dan paling berharga bagi manusia. Keindahan waktu itu dapat diketahui melalui fakta bahwa waktu merupakan wadah bagi setiap amal perbuatan dan segala produktivitas. Karena itulah, maka secara realistis waktu itu merupakan modal yang sesungguhnya bagi manusia, baik secara individu (perorangan) maupun kolektif atau kelompok masyarakat.

Kiat menyikapi waktu

Kiat yang benar untuk menyikapi waktu menurut Islam, ialah pandangan yang mencakup masa lalu, masa sekarang dan masa depan secara keseluruhan. Oleh karena itu, manusia wajib melihat, mengisi, dan mempersiapkan ketiga masa tersebut.
a. Wajib melihat masa lalu. Melihat ke masa lalu, dimaksudkan untuk mengambil pelajaran dengan segala peristiwa yang terjadi pada masa tersebut. Menerima nasihat dengan kejadian yang dialami umat saat itu dan sunnatullah terhadapa mereka, sebab masa lalu merupakan wadah peristiwa dan khazanah pelajaran.
b. Melihat masa depan. Melihat ke masa depan memang hal wajib, sebab manusia itu sesuai dengan fitrahnya senantiasa terikat ke masa depan. Ia tak akan dapat melupakannya atau menyembunyikannya di balik kedua telinganya. Sebagaimana manusia itu diberi rezeki ingatan yang menghubungkannya dengan masa lalu dan apa yang terjadi di dalamnya, maka ia pun diberi rezeki upaya menggambarkan masa depan dan apa yang akan diharapkan.
c. Memperhatikan masa kini. Seorang mukmin berkewajiban melihat ke masa lalu untuk mengambil pelajaran, mengambil manfaat, dan mawas diri. Di samping itu, juga perlu melihat masa depan untuk mempersiapkan perbekalan. Maka, ada kewajiban untuk memperhatikan masa kini, yaitu masa di mana secara nyata kita sedang menjalani dan menghayatinya, agar kita dapat menggunakannya sebelum lepas dan tersia-sia.
Setelah kita mengenal karakteristik waktu dan kiat untuk menyikapinya, yang menjadi pertanyaan di benak kita adalah bagaimana manajemen waktu yang baik menurut Islam. Manajemen waktu untuk merencanakan, mengatur, dan melaksanakan kegiatan-kegiatan yang ada haruslah memiliki landasan-landasan berikut.
1. Pengetahuan kaidah yang rinci tentang optimalisasi waktu
Setiap muslim hendaknya memahami dan mengetahui kaidah-kaidah yang rinci tentang cara mengoptimalkan waktunya. Hal ini bertujuan untuk kebaikan dan kemaslahatan dirinya dan orang lain. Tokoh-tokoh seperti Imam Ibnul Jauzi, Imam Nawawi, dan Imam Suyuthi adalah orang-orang yang menjadi teladan bagi orang-orang yang bisa mengoptimalkan waktu semasa hidupnya.
2. Memiliki manajemen hidup yang baik
Setiap muslim haruslah pandai mengatur segala urusan hidupnya dengan baik, menghindari kebiasaan yang tak jelas, matang dalam pertimbangan dan mempunyai perencanaan sebelum melakukan pekerjaan. Ia harus berpikir, membuat program, mempersiapkan, mengatur dan melaksanakannya.
3. Memiliki Wudhuhul Fikrah
Seorang muslim haruslah memiliki keluasan atau fleksibilitas dalam berpikir, seperti mampu berpikir benar sebelum bertindak, berpengetahuan luas, mampu memahami substansi pemikiran dan paham. Hal itu penting sebagai dasar pengembangan berpikir ilmiah.
4. Visioner
Seorang muslim juga harus memiliki pandangan jauh ke depan, bisa mengantisipasi berbagai persoalan yang akan terjadi di tahun-tahun mendatang.
5. Melihat secara utuh setiap persoalan
Setiap orang yang dapat mengatur waktunya secara optimal, tidak melihat masalah secara parsial. Karena bisa jadi, sebuah persoalan memiliki kaitan dengan persoalan yang lainnya.
6. Mengetahui Perencanaan dan skala prioritas
Mengetahui urutan ibadah dan prioritas, serta mengklasifikasi berbagai masalah adalah faktor penting dalam mengatur waktu agar menghasilkan kerja yang optimal. Dengan membuat skala prioritas, akan menghindarkan dari ketidakteraturan kegiatan.
7. Tidak Isti’jal dalam mengerjakan sesuatu
Mengerjakan sesuatu dengan tidak tergesa-gesa dan berdasar pada ketenangan jiwa yang stabil merupakan landasan yang penting dalam mewujudkan hidup yang lebih baik. Sementara, orang yang musta’jil menginginkan agar dalam waktu singkat ia mampu melakukan hal-hal yang terpuji, sekaligus meninggalkan hal-hal yang tidak terpuji. Hal ini jelas tidak sesuai dengan sunah kauniyah, yaitu hukum alam dan kebiasaan.
8. Berupaya seoptimal mungkin
Jika kita menginginkan terwujudnya aktivitas amal shalih, maka secara optimal kita harus mengarahkan diri pada persoalan itu sesuai kemampuan yang ada pada diri kita.
9. Spesialisasi dan pembagian pekerjaan
Setiap muslim haruslah memiliki keahlian tertentu. Ia boleh memiliki pengetahuan luas, tetapi ia juga perlu memfokuskan pada keahlian tertentu.

Syarat dan perencanaan menyikapi waktu

Landasan-landasan di atas hanya dapat dipenuhi, jika telah memenuhi syarat sebagai berikut.
1. Disiplin dan Pembiasaan sejak dini
Penanaman disiplin akan waktu, menghargai waktu sejak kecil merupakan hal penting. Dengan demikian, seseorang akan terbiasa untuk mengatur hidupnya secara mandiri dan optimal untuk merencanakan berbagai macam aktivitas. Disiplin terkait dengan ibadah, tidur, makan, termasuk senda gurau. Ali bin Abi Thalib mengatakan, “Berilah istirahat hati karena kalau dipaksakan akan membabi buta.”
2. Memiliki kecerdasan dan kejeniusan
Munculnya indikasi kecerdasan pada seseorang merupakan faktor penting untuk bisa mewujudkan hal di atas.
3. Memiliki kondisi fisik dan mental yang positif
Untuk melaksanakan manajemen waktu yang optimal, memang perlu ditunjang dengan adanya keinginan yang kuat, tindakan yang terus menerus, aktif, lapang dada, penuh optimisme, berpengetahuan luas, mampu memadukan berbagai pemikiran dan mampu mengendalikan emosi, seperti sedih, berduka dan susah, di samping memiliki budi pekerti dan akhhlak yang tinggi.
4. Memiliki ketrampilan
Pengetahuan yang luas, tanpa diiringi dengan ketrampilan hanya akan menjadi aksi yang tidak kongkret. Banyak orang yang pandai berbicara, tetapi hanya sedikit orang yang bisa bekerja dan menekuni bidang pekerjaannya.
Dalam manajemen waktu, tentunya perencanaan merupakan salah satu hal yang penting. Dalam membuat perencanaan, ada enam hal yang harus kita perhatikan, yaitu:
1. Niat yang Kuat
Niat sama artinya dengan motivasi yang kuat. Tanpa adanya niat, kita tidak akan pernah berhasil dalam beramal. Tahun, bulan, atau hari tidak akan pernah menjadi tahun, bulan, atau hari yang berprestasi, jika kita tidak berniat untuk mengisinya dengan amal terbaik dan niat seorang muslim adalah melakukan amal ibadah setiap waktu karena Allah swt. Jika itu yang kita lakukan, semuanya akan memiliki nilai ibadah.
2. Memiliki Tujuan yang Jelas
Tanpa adanya tujuan yang jelas, kita tidak akan fokus melangkah. Makin tidak jelas tujuan dan waktu pencapaiannya maka peluang gagalnya rencana kita akan makin besar. Dan tujuan kita melakukan amal ibadah dalam mengisi waktu-waktu kita adalah berharap ridha Allah swt.
Pelajari pula teknik membuat rencana dan segera membuat rencana yang matang dan teruji. Buat program dalam bentuk rencana harian, mingguan, dan bulanan.
Di sini penting pula memahami skala prioritas, mana yang harus didahulukan, dan mana pula yang bisa ditunda, mana yang harus di kerjakan, mana pula yang tidak. Dr. Yusuf Al-Qardhawi dalam Fikih Prioritas, mengungkapkan urutan amal yang terpenting diantara yang penting. Patokannya :
-Sangat Penting dan Sangat Mendesak dikerjakan pada urutan Pertama.
-Tidak Penting dan Sangat Mendesak dikerjakan pada urutan Kedua.
-Sangat Penting dan Tidak Mendesak dikerjakan pada urutan Ketiga.
-Tidak Penting dan Tidak mendesak dikerjakan pada urutan Keempat.
3. Buat Rencana Cadangan
Kita pun harus selalu siap dengan segala kemungkinan tak terduga. Kita merencanakan, tapi Allah yang menentukan. Karena itu, buat rencana B dan C sebagai rencana cadangan jika rencana utama mengalami kegagalan. Insya Allah kita tidak akan kehilangan waktu untuk panik.
4. Rencana atau Program Harus Realistis, Terukur, dan Adil
Hindari membuat rencana yang terlalu tinggi, tidak realistis, dan terlalu sulit dicapai. Program kita pun harus adil dan seimbang. Sebab kita harus menunaikan banyak hak, di mana setiap hak menuntut pemenuhan. Ada hak Allah, hak keluarga, dan hak akal, hak tetangga, hak badan, hak diri.
5. Disiplin dalam Rencana.
Sehebat apapun program dan rencana, tidak akan berarti sama sekali jika kita tidak disiplin melaksanakannya. Karena itu, jangan tergiur oleh kegiatan, kesenangan spontan, atau apa saja yang akan menjauhkan kita dari rencana yang telah disusun.
Selain itu, yang tak kalah penting, lawan dan kalahkan rasa malas. Tidak ada amal yang terlaksana jika kita malas. Malas adalah kendaraan setan. Malas tidak akan mendatangkan apapun, selain kerugian dan kesengsaraan. Ada satu prinsip, “Tiada Prestasi tanpa Disiplin”. Siapa lagi yang dapat memaksa kita untuk sukses selain diri kita sendiri.
6. Sempurnakan Setiap Kali Beramal.
Penyempurnaan adalah tahap akhir yang akan menentukan berkualitas tidak amal ibadah yang kita lakukan. Kita akan mendapatkan yang ‘terbaik’, jika melakukan yang terbaik pula. Dengan merencanakan apa yang akan kita lakukan hari ini, kita akan berjalan di hari-hari ini dengan baik. Sehingga waktu yang terlewati akan bermanfaat sebagai amal ibadah kita hari ini.
Semua itu tentu saja harus diatur secara baik, agar apa yang kita inginkan dapat terlaksana secara optimal, tanpa harus meninggalkan yang lain. Misalnya, ada orang yang lebih memfokuskan amalan-amalan untuk bertaqarrub ilallah, tanpa bermu’amalah dengan masyarakat. Ada juga yang lebih mementingkan kegiatan muamalah dengan masyarakat, tetapi mengesampingkan kegiatan amalan ruhiyahnya.
Dari perintah-perintah Allah saw. dan sejarah perjalanan hidup Rasulullah terkandung hikmah yang dalam bagaimana kita sebagai muslim harus menata waktu dengan sebaik-baiknya. Allah swt. telah menunjukkan kepada kita dengan penataan waktu shalat, perjalanan siang dan malam yang sudah tertata dengan baik dan terencana. Itu semua menjadi petunjuk bagi kita bagaimana harus menata waktu ini dengan satu perencanaan dan pelaksanaannya dilakukan dengan sungguh-sungguh. Dan kemudian melakukan muhasabah sesudah pelaksanaannya, yaitu evaluasi diri atas apa yang telah kita lakukan. Wallahu a’lam.

Keshalehahan seorang istri diuji kesetiaannya saat Suami...

Kesetiaan adalah pondasi awal berumah tangga, karena kesetiaan merupakan janji yang sangat penting dalam mempertahankan hubungan rumah tangga agar tetap langgeng sampai mau memisahkan

Keshalehahan seorang istri diuji kesetiaannya saat suami tak mempunyai apa-apa,  dan keshalehan seorang suami kesetiaan diuji saat dirinya berada diambang tertinggi kesuksesaannya.

Kesetiaan itu sama halnya dengan kita berjanji pada diri sendiri dan pasangan, untuk saling melakukan keterbukaan, saling menaruh kepercayaan, dan saling menjaga satu sama lain. Namun, kesetiaan itu beragam ujiannya, tak sedikit antara suami dan istri mengalami ujian tersebut.

Kesetiaan wanita diuji saat lelaki tidak punya apa-apa, dan kesetiaan lelaki diuji saat dia memiliki segalanya. jika kita mempunyai segalanya dan ia mencintai, itu memang sudah kenyataan yang biasa. Namun jika kita tidak mempunyai segalanya dan ia masih mencintai, itulah sebuah ketulusan yang langka.

Maka bersyukurlah jika pasangan yang tengah menyanding kita memiliki sifat seperti itu, karena sesungguhnya tak perlu memiliki segalanya untuk bahagia.

Karena yang kita butuh hanya seseorang yang mampu membuat kita tersenyum ketika hati sedang terluka. Dan semoga kita dikaruniai pasangan halal yang tulus mencintai kita dan mampu saling membahagiakan.

Kesuksesan Adalah Ujian Kesetiaan Terbesar Antara Suami Dan Istri, Maka Pandai-Pandailah Dalam Menjaga hati

Kesetiaan seorang suami diuji saat berada di titik tertinggi dalam kehidupannya (puncak kesuksesannya) dan kesetiaan seorang istri diuji saat suaminya berada di titik terrendah dalam kehidupannya.

Faktanya adalah kebanyakan istri merasa dirinya setia ketika suaminya berada di puncak kesuksesannya dan kebanyakan suami merasa dirinya setia saat berada di titik terendah dalam hidupnya.

Itu sebabnya ketika seorang istri yang memiliki suami sukses namun selingkuh akan menganggap suaminya tidak setia dan dirinya sangat setia. Begitu juga ketika istri yang meninggalkan suaminya saat berada dititik terendah dalam hidupnya, suami akan merasa dirinya begitu setia dan istrinya tidak setia.

Dan hal ini terjadi karena keduanya tak mampu menjaga hati untuk terus mengingat Allah, karena jika hati dalam keadaan selalu mengingat Allah kejadian buruk tadi tidak akan menimpa. Maka sesukses apapun usaha yang kita capai dalam hidup, janganlah pernah bosan untuk melibatkan Allah dalam menjaganya agar semuanya terjaga dengan baik

Mengaku Setia Ketika Suami Masih Berharta Itu Sudah Bisa, Tapi Mengaku Setia Disaat Suami Sudah Tak Punya Apa-Apa Itu Langka  Tidak usah bangga mengatakan dirimu setia saat berada di puncak keberhasilan suamimu, karena itu sama sekali tidak membuktikan kamu setia, melainkan hanya perasaan nyaman karena terpenuhi semua keinginanmu.

Tetapi banggalah ketika kamu masih dengan perasaan cinta yang sama saat melihat suamimu ditengah keringkihan, saat kamu masih menyayanginya dengan penuh kesadaran yang tinggi.

Mengaku Setia Kepada Istri Ketika Harta Sudah Binasa Itu Biasa, Tapi Mengaku Setia Disaat Kesuksesan Yang Kamu Genggam Itu Baru Luar Biasa

Dan untuk para lelaki, janganlah bangga mengatakan dirimu setia saat berada di titik terendah dalam hidupmu karena itu tidak membuktikan kamu setia, melainkan hanya kebutuhan untuk penghiburan dirimu saat menjalani kesulitan.

Karena kebanyakan laki-laki lupa diri saat sudah bergelimang harta, meski sudah mempunyai satu bidadari amanah dari Allah, ia masih saja menggoda wanita lain. Dan hal itu terjadi, karena terlalu besarnya rasa bangga yang dimiliki, sehingga lupa bahwa harta yang didapat adalah titipan Allah.

Wahai Wanita…Ingatlah Bahwa Titik Terendah Suamimu Adalah Ujian Dari Allah Agar Kamu Tetap Setia Kepada Suamimu

Untuk wanita, ingatlah ketika suamimu berada di titik terendah dalam hidupnya, itu berarti Allah sedang mengujimu dan mempersiapkanmu untuk menuju ke titik tertinggi dalam kehidupan suamimu, jadi berbahagialah dan tetaplah setia. Jangan mengeluh apalagi berniat untuk meninggalkannya, karena hal itu hanya akan membuatmu rendah dimata Allah.

Wahai Lelaki…Ingatlah Bahwa Titik Tertinggi Kesuksesanmu Adalah Ujian Dari Allah Untuk Selalu Setia Kepada Amanahmu (Istri)

Untuk Lelaki, ingatlah ketika kamu mencapai titik tertinggi dalam hidupmu, itu berarti Tuhan sedang mengujimu untuk selalu mengingat istrimu yang tetap setia mendampingimu saat kamu berada di titik  terendah dalam hidupmu, jadi berbahagialah dan tetaplah setia.

Jangan sampai kamu melupakan kesetiaannya, ingatlah betapa ia menjadi sandaran terkuat saat kamu masih berada dititik terendah, saat kamu masih bukan siapa-siapa. Karena kesuksesan yang kamu dapat hari ini tak lain adalah doa ikhlas darinya.

Karena Dibalik Kesuksesan Seorang Suami Ada Doa Seorang Istri Yang Tak Pernah Bosan Meminta Berkah Kepada Allah

Iya, dibalik kesuksesan seorang suami memang akan selalu ada doa dari bidadari dirumah yang selalu tak pernah bosan dalam meminta berkah kepada sang pemberi kesuksesan. Maka jangan sampai lupa jika kesuksesan itu sudah benar-benar didapat untuk tak pernah melupakan jasa ikhlasnya.
Klinik F3 Cinoling

Cukup Berharap lah kepada Allah



Siapapun dari kita pastinya memiliki keinginan untuk bisa bersama dan berjodoh dengan seseorang yang kita impikan, atau setidaknya sesuai dengan kriteria sekalipun tidak dengan orang tersebut.

Setelah kamu berhasil mendapatkannya dan bisa hidup bersama dengan seseorang yang kamu impikan terkadang Allah memisahkanmu dari orang tersebut dan kalian tidak lagi bisa menikmati kebersamaan seperti sedia kala.

Tetaplah berhusnudzon, jika Allah memisahkanmu dengan seorang yang kamu mau itu sudah skenario Allah untuk menyatukanmu dengan jodoh yang telah Dia tentukan untukmu.

Boleh Menginginkan Hidup Bersama Dengan Orang yang Kamu Mau, Tapi Kamu Juga Harus Siap Untuk Kehilangannya

Boleh-boleh saja kamu menginginkan hidup bersama dengan orang yang kamu mau selamanya, namun disatu sisi kamu harus siap jika suatu saat kamu kehilangannya, sebab Allah tidak akan menjodohkanmu dengan orang yang kamu impikan namun bersama orang yang kamu butuhkan.

Tidak Bisa Kamu Tolak Jika Akhirnya Kamu Berpisah Dari Ia yang Ingin Kau Jadikan Pasangan Hingga Ke Jannah-Nya

Jika pada akhirnya kamu dipisahkan dari seorang yang ingin kau jadikan pasangan hingga ke Jannah-Nya tidak perlu marah karena itupun tidak bisa kamu tolak, cukup terima dan pikirkan lagi bahwa takdir Allah selalu lebih baik dari rencanamu.

Jangan Benci Jika Perpisahan Itu Terjadi Karena Skenario Allah Tidak Pernah Bisa Kau Duga Bahagianya Nanti

Percuma jika kamu benci pada takdir Allah hanya karena kamu tidak lagi bersama dengan orang yang kamu mau, mungkin kamu menginginkannya namun kamu tidak membutuhkannya.
Skenario Allah tidak pernah bisa kau duga tentang kebahagiaan yang akan menyapamu nanti.

Cukup Berharaplah Kepada Allah, Sebab Skenario-Nya Selalu Indah dan Tidak Pernah Menyisakan Sakit

Apapun masalah yang terjadi dalam hubunganmu tetaplah berharap kepada Allah, sebab skenario-Nya selalu saja indah dan tidak pernah menyisakan sakit meski pada awalnya begitu sulit bagimu untuk menerima dan menghadapinya.

Jodohmu Hanya Allah yang Tahu, Maka Berdoalah Semoga yang Bersamamu Sekarang Ialah Jodoh yang Allah Tentukan

Siapapun yang kamu mau untuk dijadikan pasangan hidup hingga ke Jannah-Nya teruslah permohonkan namanya dihadapan-Nya karena jodohmu hanya Allah yang tahu, dan berdoalah semoga yang bersamamu saat ini ia adalah jodoh yang sudah Allah tetapkan kepadamu.

HATI-HATI BERAMAL SEPERTI EMBER BOCOR


Engkau telah berwudhu dengan sebaik-baik wudhu, akan tetapi engkau boros dalam memakai air. Maka itu sama seperti ember bocor

Engkau bersedekah kepada fakir miskin, Tapi kemudian engkau mengungkit-ungkit, menghina dan menyulitkan mereka, Maka itu sama seperti ember bocor

Engkau mampu berjuz-juz membaca Al qur'an dan jg mengerjakan sholat di malam hari, Tapi engkau memutuskan tali silaturahim, Maka itu sama seperti ember bocor

Engkau mampu menahan haus dan lapar menjalankan puasa, Tapi disisi lain lisan mu menghina dan mencaci orang lain, Maka itu sama seperti ember bocor

Engkau mampu menutup aurat dengan memakai jilbab dan gamis, Tapi engkau keluar rumah memakai minyak Wangi menyengat, Maka itu sama seperti ember bocor

Engkau memuliakan tamu mu dan berbuat baik saat di hadapannya, Tapi setelah dia pergi engkau merasa dengki dan menggunjingnya, Maka itu seperti ember bocor

Engkau mampu menjalankan semua ibadah, baik yang wajib dan yg sunah, Tapi disisi lain engkau jg melakukan kesyirikan, Maka itu sama seperti ember bocor.

Begitulah.... seterusnya dan seterusnya..

Pada akhirnya engkau hanya akan mengumpulkan kebaikan mu seperti dalam ember yang bocor, satu sisi engkau mengumpulkan dengan susah payah namun kemudian engkau menghilangkannya dengan mudah dari sisi yg lain.

Ya Rabb, bimbing kami menuju jalan lurus Mu, dan Istiqomahkan kami dalam ketaatan kepada MU, serta kami mohon hidayah dan ampunan MU apabila kami semua lalai..

#Klinikf3cinoling

Allah Ciptakan Satu Hati, jadi Kita Harus Memilih

Dalam hidup ini kita akan selalu ditempatkan pada kondisi di mana kita harus memilih. Orang bilang bahwa hidup ini adalah sebuah pilihan. Suka atau tidak suka ketika kita dihadapkan dengan dua pilihan maka kita harus memilih salahsatunya.

Akan selalu ada kebingungan ketika kita memilih. Apa lagi jika kita diharuskan memilih apa yang sebenarnya kita sukai. Tapi apa daya, hidup ini memang sebuah pilihan. Kita harus memilih salah satu di antara banyak pilihan. Mengapa? Karena Allah hanya menciptakan satu hati dan hanya ada satu rongga dalam hati kita.

Sebagai manusia biasa kita hanya akan bisa fokus terhadap satu hal. Jika kita adalah seorang mahasiswa yang harus bekerja pula di suatu perusahaan, maka kita harus memilih mana yang akan kita prioritaskan. Ketika kita tidak bisa memilih salahsatunya, maka akan ada yang terdzalimi saat kita tidak pandai mengatur diri kita.

Ketika kita tidak mampu memprioritaskan salahsatu apa yang kita kerjakan, maka kebingungan yang akan kita hadapi. Karena pada akhirnya ketika kita tidak fokus terhadap satu hal, maka seterusnya kita akan membagi hal tersebut.

Yakinkan dalam hati bahwa ketika kita dihadapkan dengan dua pilihan maka tugas kita memilih salahsatu yang terbaik. Dan jika kita tetap tidak bisa memilih salahsatu maka harus ada yang diprioritaskan. Karena fitrah kita fokus terhadap satu hal. []

Jangan Takut Pada Masalah

ORANG yang tidak mendapat pertolongan Allah akan sibuk membesar-besarkan masalah yang sebetulnya sepele. Dia juga akan sibuk menyalahkan orang lain tanpa mau sedikitpun memeriksa kesalahan dirinya sendiri. Keadaan seperti ini akhirnya hanya semakin merumitkan masalahnya.
Oleh karena itu, janganlah takut pada masalah. Namun, takutlah kalau kita tidak ditolong Allah. Inilah kuncinya.
Lalu, bagaimana agar kita ditolong oleh Alloh? Di dalam Al Quran Alloh Swt. berfirman,
“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu, sesungguhnya Alloh beserta orang-orang yang sabar.” (QS.Baqoroh [2] : 153)
Sabar dan sholat adalah pembuka jalan pertolongan Alloh. Bersabarlah setidaknya pada tiga tempat.
Pertama, sabar ketika mentaati Alloh.
Kedua, sabar ketika menjauhkan diri dari kemaksiatan.
Ketiga, sabar ketika menghadapi kejadian yang tidak diharapkan, yaitu musibah.
Kunci kedua pembuka jalan pertolongan Alloh adalah sholat. Sholat adalah doa yang paling lengkap.
Dan, Alloh menjanjikan bahwa barangsiapa yang berdoa kepada-Nya, niscaya Alloh akan mengabulkannya. Apalagi jika sholat kita lakukan dengan khusyu, penuh kesungguhan, maka akan berbuah menjadi perilaku yang Alloh ridhoi. Semakin berkualitas sholat kita, semakin berkualitas akhlak kita, maka semakin dekat kita dengan kemudahan dalam hidup ini. Inilah pertolongan Alloh.
Semoga kita termasuk orang-orang yang ditolong oleh Alloh Swt. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin. []

Hadapi dengan Ikhlas cobaan yang Allah SWT Berikan

Kesulitan apapun yang hadir dalam hidupmu tidak usah kamu hindari, dan tidak perlu juga kamu takuti, tapi hadapilah dengan rasa ikhlas, karena itu yang akan menjadikanmu kuat nanti.
Lapang dadalah menghadapi segalanya, karena sekalipun sulit hidupmu saat ini percayalah Allah telah merencanakan sesuatu yang indah pada hidupmu dimasa yang akan datang.

Bukan Cuma Kamu yang Allah Uji Dengan Kesulitan, Maka Lapang Dadalah Menjalaninya


Serta ingatlah dengan bijaksana, bahwa bukan cuma kamu yang telah Allah uji dengan kesulitan, maka selalu berusahalah untuk berlapang dada menghadapi segalanya.
Kamu harus pandai berbaik sangka kepada Allah, sebab setidak baik apapun ketentuan-Nya sudah pasti ada hikmah yang disediakan setelahnya.

Kesulitan Itu Takkan Abadi, Sebab Itulah Mengapa Kamu Jangan Menghindarinya


Kesulitanmu juga tidak akan abadi, maka jangan terlalu khawatir dan rumit memikirkannya, cukup kamu sadari saja bahwa Allah selalu bersamamu, Dia sangat dekat denganmu.
Maka jangan pernah kamu pendek akal untuk lari dari kesulitanmu, kamu harus menghadapinya dengan percaya diri dan terus berprasangka baik kepada Allah.

Percaya Pada Allah, Karena Dia Telah Berjanji Akan Memberi Kemudahan Setelah Kesulitan


Kamu harus percaya sepenuhnya kepada Allah, karena sungguh Dia telah berjanji akan memberi kemudahan pada siapa saja yang diuji-Nya.
Maka, bila saat ini kamu merasa dalam kesulitan, yakinlah bahwa nanti Allahbakan hadiahkanmu sesuatu yang indah dalam kemudahan yang hadir setelah kesulitanmu berakhir.

Allah Maha Bijaksana Dalam Memberi Janji, Maka Pasrahkan Segalanya Kepada-Nyalah


Jangan khawatirkan apapun dalalm hidup.u, termasuk masa sulit yang sekarang ini menimpamu, sebab Allah maha bijaksana dalam meberi janji.
Allah tidak akan pernah ingkar, sebab itulah mengapa kamu harus pasrah kepada-Nya dengan rasa ikhlas.

Yakinlah Kamu Pasti Bisa Menghadapinya, Karena Kesulitan Hakekatnya Sebuah Jalan Agar Kamu Menjadi Peribadi yang Kuat


Intinya sebesar apa kesulitan yang menimpa hidupmu saat ini, yakinlah kamu pasti bisa menghadapinya, yakinlah bahwa Allah telah siapkan akhir yang indah.
Karena kesulitan hakekatnya sebuah jalan agar kamu menjadi peribadi yang kuat, dan pastinya kesitan itu pasti akan berakhir semestinya. Jadi percayalah kepada Allah!

Jika Dia Pergi, Ikhlaskan saja..

kebahagiaan
melepaskan untuk mencapai kebahagiaan * love will tear us apart by karoluzz
Bila lebih banyak kesakitan dan kesedihan yang dia rasa berbanding kebahagiaan, tak salah kalau kita lepaskan dia pergi.

Lepaskan dia terbang bebas mencari kehidupan dan kebahagiaan dia sendiri walaupun bukan bersama kita.

Biarkan mereka pergi bukan bermakna tak ada lagi cinta ataupun sayang.

Menyayangi tidak semestinya memiliki.

Kalau betul kita sayangkan seseorang, lepaskan dia pergi untuk cari kebahagiaan walaupun hanya kesakitan yang mampu kita tanggung”

Ya, Menyayangi Tidak Semestinya Memiliki
Dulu, saat hati sedang berperang dengan perasaan, seringkali saya pertikaikan.

Kenapa nak lepaskan kalau memang kita dah sayang sepenuh hati. Sepenuh jiwa. Kenapa kita nak biarkan dia pergi?

Tapi hari-hari yang berlalu buat saya makin faham kenapa semuanya berlaku.

Andai dia tak rasa bahagia dengan kita, andai kita tak mampu nak bahagiakan dia, kenapa kita terus nak seksa perasaan dia?

Kenapa nak terus biarkan kebahagiaan dia terkubur mati?

Tapi, tak semua orang kuat untuk terima semua itu.

Tak semua orang mampu ikhlaskan hati.

Kita cakap “Bila dia bahagia, kita akan rasa bahagia juga. Sebab kebahagiaan dia salah satu kebahagiaan kita.”

Kalau ikhlas, kenapa masih menangis?

Kalau betul nak biarkan dia cari kebahagiaan dia sendiri, kenapa masih jejaki dia?

Kenapa masih tak berhenti fikirkan dia?

Hanya kerana satu sebab.

— Hanya kerana kita masih belum ikhlas, belum redha.

“Redha bukan bermakna tiada tangisan tetapi adalah penerimaan tanpa persoalan terhadap apa yang telah ditentukan oleh Allah.”

“Apabila kita redha atas sesuatu yang mengecewakan hati kita, maka percayalah Allah akan menggatikan kekecewaan itu dengan sesuatu yang tak dijangka.”

Jadi, kenapa takut untuk lepaskan segalanya.

Kenapa Takut Untuk Ikhlaskan Perpisahan Itu?
Kenapa takut untuk redha menerima segalanya yang berlaku. Ingat pada janji Allah. Janji Allah itu pasti (:

Memang susah untuk lepaskan seseorang itu pergi. Apatah lagi sudah bersama untuk sekian lama. Bertahun-tahun.

Seseorang yang pernah berjanji tak akan pergi walaupun apa sekalipun yang berlaku.

Seseorang yang selalu jadi peneman untuk setiap perkara yang kita lakukan.

Seseorang yang selalu dengar cerita bodoh kita saat semua orang tak pedulikan kita.

Memang susah. Susah untuk lupakan segalanya.
Lagi susah bila kita mula memikirkan kita akan bersendiri. Bersendiri dalam semua perkara yang selama ini kita lakukan bersama dia. Terluka.

Mana mungkin untuk melupakan segalanya dalam satu hari.

Tapi sampai bila?

Sampai bila kita nak terus hidup bersama kenangan yang sudah berlalu.

Sampai bila nak berharap dia akan kembali macam dulu.

Sampai bila nak terus menoleh ke belakang? Mencari jejak yang telah hilang.

Allah beri apa yang kita perlu, bukan apa yang kita mahu. Maka, ikhlaskan hati untuk menerima. Allah tak izinkan, bermakna Allah tak redhakan. Sesungguhnya Allah tahu apa yang terbaik untuk kita.”

Jika Terus Hidup Bersama Kenangan, Memang Mustahil Untuk Kita Lupakan Dia.
kebahagiaanMove on. Ubah cara hidup kita.

Kalau selama ni kita menjauh dari Allah, apa salahnya kita ambil peluang ini untuk dekatkan diri dengan Allah.

Luahkan segalanya sebab Allah mendengar. Menangislah di setiap sujud kita.

Sampaikan segala isi hati kita yang tak mampu kita luahkan pada orang lain. Allah tak pernah tinggalkan kita.

Hanya kita yang alpa dan terleka.

Ketika Allah rindu pada hambanya, ia akan mengirinkan sebuah hadiah istimewa melalui malaikat Jibril yang isinya adalah ujian.

Dalam hadith kudsi Allah berfirman;

Pergilah pada hambaKu lalu timpakanlah berbagai ujian padanya kerana Aku ingin mendengar rintihannya.” (HR Thabrani dari Abu Umamah)”

Manusia Akan Pergi Tinggalkan Kita Juga Walaupun Sejuta Janji Manis Yang Diberikan.
Walaupun segunung harapan yang dia berikan.

Tapi Allah tak pernah begitu. Allah sentiasa ada untuk hambanya.

“Siapapun yang kamu cintai kelak akan berpisah denganmu. Cintai Allah SWT, yang tidak pernah meninggalkanmu.”

“Sejauh mana pun langkah kaki kita tersasar. Ingatlah Allah sentiasa ada dan tak pernah tinggalkan kita. Dia tunggu. Dia rindu.”

Ingatlah Untuk Setiap Yang Berlaku Pasti Ada Hikmah Tersendiri.
Jangan risau, jangan takut untuk melepaskan kerana Allah janjikan yang terbaik untuk hambanya.

Yakin dengan jodoh yang telah Allah tetapkan.

“Jodoh ditentukan oleh Allah sewaktu kita berumur 4 bulan di dalam kandungan ibu. (Malaikat akan tulis nama kita, rezeki, kerja, kahwin dengan siapa, cerai atau tidak, anak berapa dan semuanya tentang diri) – Ustaz Azhar Idrus”

Sampai masa dan ketika kita akan bertemu dengan jodoh.

Hanya perlu yakin.

kebahagiaan

Perlu kuatkan hati untuk terima kehilangan kerana itu yang terbaik untuk kita dan juga dia.

Demi kehidupan masing-masing.

Perasaan tak boleh dipaksa

Kita Mungkin Dipertemukan Dengan Orang Yang Salah Pada Awalnya. Itu Untuk Mengajar Kita Jadi Lebih Dewasa
Belajar daripada segala kesilapan dan kekurangan.

Perbaiki diri untuk jadi yang terbaik.

“Jodoh itu rahsia Allah. Itu yang saya pegang, Dia temukan kita dengan orang yang salah pada mulanya, dan menemukan jodoh yang sesuai di pengakhirannya.

Kenapa? Kerana Dia sayangkan kita. Janganlah sesekali kita menjauhi Dia.”

Jadi, macam mana?

Dah boleh ikhlaskan hati untuk terima segalanya.

Dah boleh redha?

Atau masih terpaksa?

Dekatkan diri dengan Allah dan kita akan dapat jawaban (:



Penutup: Allah Telah Menetapkan Kebahagiaan Untuk Setiap HambaNya
“Jika sesuatu itu milik kita. Sesulit apapun jalannya. Apapun rintangannya. Pasti akan jadi milik kita kerana memang untuk kita.

Tapi, jika sesuatu itu bukan milik kita. Walaupun mudah jalannya. Walaupun bersusah payah kita ingin mendapatkannya. Tidak akan pernah jadi milik kita.

Kerana memang bukan untuk kita.”

Serahkan hati ini pada Allah.

InsyaAllah segalanya akan baik-baik sahaja.

Hati kita milik Allah.

Bila rasa sedih, berbaliklah pada Allah.

Bila rasa keliru, berbaliklah pada Allah.

Bila gembira, berbaliklah juga pada Allah.

Perpisahan memang sesuatu yang sukar untuk dilalui, pasti banyak air mata yang jatuh dalam proses menguatkan kembali hati.

Pernahkah anda menghadapi perkara ini?

Bagaimana anda settle down?

Kami suka untuk mendengar pengalaman & pandangan anda pada bahagian komen dibawah.

Klinik f3 cinoling

Keshalehahan Suami istri di Saat....???

Kesetiaan adalah pondasi awal berumah tangga, karena kesetiaan merupakan janji yang sangat penting dalam mempertahankan hubungan rumah tangga agar tetap langgeng sampai mau memisahkan

Keshalehahan seorang istri diuji kesetiaannya saat suami tak mempunyai apa-apa,  dan keshalehan seorang suami kesetiaan diuji saat dirinya berada diambang tertinggi kesuksesaannya.

Kesetiaan itu sama halnya dengan kita berjanji pada diri sendiri dan pasangan, untuk saling melakukan keterbukaan, saling menaruh kepercayaan, dan saling menjaga satu sama lain. Namun, kesetiaan itu beragam ujiannya, tak sedikit antara suami dan istri mengalami ujian tersebut.

Kesetiaan wanita diuji saat lelaki tidak punya apa-apa, dan kesetiaan lelaki diuji saat dia memiliki segalanya. jika kita mempunyai segalanya dan ia mencintai, itu memang sudah kenyataan yang biasa. Namun jika kita tidak mempunyai segalanya dan ia masih mencintai, itulah sebuah ketulusan yang langka.

Maka bersyukurlah jika pasangan yang tengah menyanding kita memiliki sifat seperti itu, karena sesungguhnya tak perlu memiliki segalanya untuk bahagia.

Karena yang kita butuh hanya seseorang yang mampu membuat kita tersenyum ketika hati sedang terluka. Dan semoga kita dikaruniai pasangan halal yang tulus mencintai kita dan mampu saling membahagiakan.

Kesuksesan Adalah Ujian Kesetiaan Terbesar Antara Suami Dan Istri, Maka Pandai-Pandailah Dalam Menjaga hati

Kesetiaan seorang suami diuji saat berada di titik tertinggi dalam kehidupannya (puncak kesuksesannya) dan kesetiaan seorang istri diuji saat suaminya berada di titik terrendah dalam kehidupannya.

Faktanya adalah kebanyakan istri merasa dirinya setia ketika suaminya berada di puncak kesuksesannya dan kebanyakan suami merasa dirinya setia saat berada di titik terendah dalam hidupnya.

Itu sebabnya ketika seorang istri yang memiliki suami sukses namun selingkuh akan menganggap suaminya tidak setia dan dirinya sangat setia. Begitu juga ketika istri yang meninggalkan suaminya saat berada dititik terendah dalam hidupnya, suami akan merasa dirinya begitu setia dan istrinya tidak setia.

Dan hal ini terjadi karena keduanya tak mampu menjaga hati untuk terus mengingat Allah, karena jika hati dalam keadaan selalu mengingat Allah kejadian buruk tadi tidak akan menimpa. Maka sesukses apapun usaha yang kita capai dalam hidup, janganlah pernah bosan untuk melibatkan Allah dalam menjaganya agar semuanya terjaga dengan baik

Mengaku Setia Ketika Suami Masih Berharta Itu Sudah Bisa, Tapi Mengaku Setia Disaat Suami Sudah Tak Punya Apa-Apa Itu Langka  Tidak usah bangga mengatakan dirimu setia saat berada di puncak keberhasilan suamimu, karena itu sama sekali tidak membuktikan kamu setia, melainkan hanya perasaan nyaman karena terpenuhi semua keinginanmu.
Tetapi banggalah ketika kamu masih dengan perasaan cinta yang sama saat melihat suamimu ditengah keringkihan, saat kamu masih menyayanginya dengan penuh kesadaran yang tinggi.

Mengaku Setia Kepada Istri Ketika Harta Sudah Binasa Itu Biasa, Tapi Mengaku Setia Disaat Kesuksesan Yang Kamu Genggam Itu Baru Luar Biasa

Dan untuk para lelaki, janganlah bangga mengatakan dirimu setia saat berada di titik terendah dalam hidupmu karena itu tidak membuktikan kamu setia, melainkan hanya kebutuhan untuk penghiburan dirimu saat menjalani kesulitan.

Karena kebanyakan laki-laki lupa diri saat sudah bergelimang harta, meski sudah mempunyai satu bidadari amanah dari Allah, ia masih saja menggoda wanita lain. Dan hal itu terjadi, karena terlalu besarnya rasa bangga yang dimiliki, sehingga lupa bahwa harta yang didapat adalah titipan Allah.

Wahai Wanita…Ingatlah Bahwa Titik Terendah Suamimu Adalah Ujian Dari Allah Agar Kamu Tetap Setia Kepada Suamimu

Untuk wanita, ingatlah ketika suamimu berada di titik terendah dalam hidupnya, itu berarti Allah sedang mengujimu dan mempersiapkanmu untuk menuju ke titik tertinggi dalam kehidupan suamimu, jadi berbahagialah dan tetaplah setia. Jangan mengeluh apalagi berniat untuk meninggalkannya, karena hal itu hanya akan membuatmu rendah dimata Allah.

Wahai Lelaki…Ingatlah Bahwa Titik Tertinggi Kesuksesanmu Adalah Ujian Dari Allah Untuk Selalu Setia Kepada Amanahmu (Istri)

Untuk Lelaki, ingatlah ketika kamu mencapai titik tertinggi dalam hidupmu, itu berarti Tuhan sedang mengujimu untuk selalu mengingat istrimu yang tetap setia mendampingimu saat kamu berada di titik  terendah dalam hidupmu, jadi berbahagialah dan tetaplah setia.

Jangan sampai kamu melupakan kesetiaannya, ingatlah betapa ia menjadi sandaran terkuat saat kamu masih berada dititik terendah, saat kamu masih bukan siapa-siapa. Karena kesuksesan yang kamu dapat hari ini tak lain adalah doa ikhlas darinya.

Karena Dibalik Kesuksesan Seorang Suami Ada Doa Seorang Istri Yang Tak Pernah Bosan Meminta Berkah Kepada Allah

Iya, dibalik kesuksesan seorang suami memang akan selalu ada doa dari bidadari dirumah yang selalu tak pernah bosan dalam meminta berkah kepada sang pemberi kesuksesan. Maka jangan sampai lupa jika kesuksesan itu sudah benar-benar didapat untuk tak pernah melupakan jasa ikhlasnya.

Kategori

Kategori