Keshalehahan Suami istri di Saat....???

Kesetiaan adalah pondasi awal berumah tangga, karena kesetiaan merupakan janji yang sangat penting dalam mempertahankan hubungan rumah tangga agar tetap langgeng sampai mau memisahkan

Keshalehahan seorang istri diuji kesetiaannya saat suami tak mempunyai apa-apa,  dan keshalehan seorang suami kesetiaan diuji saat dirinya berada diambang tertinggi kesuksesaannya.

Kesetiaan itu sama halnya dengan kita berjanji pada diri sendiri dan pasangan, untuk saling melakukan keterbukaan, saling menaruh kepercayaan, dan saling menjaga satu sama lain. Namun, kesetiaan itu beragam ujiannya, tak sedikit antara suami dan istri mengalami ujian tersebut.

Kesetiaan wanita diuji saat lelaki tidak punya apa-apa, dan kesetiaan lelaki diuji saat dia memiliki segalanya. jika kita mempunyai segalanya dan ia mencintai, itu memang sudah kenyataan yang biasa. Namun jika kita tidak mempunyai segalanya dan ia masih mencintai, itulah sebuah ketulusan yang langka.

Maka bersyukurlah jika pasangan yang tengah menyanding kita memiliki sifat seperti itu, karena sesungguhnya tak perlu memiliki segalanya untuk bahagia.

Karena yang kita butuh hanya seseorang yang mampu membuat kita tersenyum ketika hati sedang terluka. Dan semoga kita dikaruniai pasangan halal yang tulus mencintai kita dan mampu saling membahagiakan.

Kesuksesan Adalah Ujian Kesetiaan Terbesar Antara Suami Dan Istri, Maka Pandai-Pandailah Dalam Menjaga hati

Kesetiaan seorang suami diuji saat berada di titik tertinggi dalam kehidupannya (puncak kesuksesannya) dan kesetiaan seorang istri diuji saat suaminya berada di titik terrendah dalam kehidupannya.

Faktanya adalah kebanyakan istri merasa dirinya setia ketika suaminya berada di puncak kesuksesannya dan kebanyakan suami merasa dirinya setia saat berada di titik terendah dalam hidupnya.

Itu sebabnya ketika seorang istri yang memiliki suami sukses namun selingkuh akan menganggap suaminya tidak setia dan dirinya sangat setia. Begitu juga ketika istri yang meninggalkan suaminya saat berada dititik terendah dalam hidupnya, suami akan merasa dirinya begitu setia dan istrinya tidak setia.

Dan hal ini terjadi karena keduanya tak mampu menjaga hati untuk terus mengingat Allah, karena jika hati dalam keadaan selalu mengingat Allah kejadian buruk tadi tidak akan menimpa. Maka sesukses apapun usaha yang kita capai dalam hidup, janganlah pernah bosan untuk melibatkan Allah dalam menjaganya agar semuanya terjaga dengan baik

Mengaku Setia Ketika Suami Masih Berharta Itu Sudah Bisa, Tapi Mengaku Setia Disaat Suami Sudah Tak Punya Apa-Apa Itu Langka  Tidak usah bangga mengatakan dirimu setia saat berada di puncak keberhasilan suamimu, karena itu sama sekali tidak membuktikan kamu setia, melainkan hanya perasaan nyaman karena terpenuhi semua keinginanmu.
Tetapi banggalah ketika kamu masih dengan perasaan cinta yang sama saat melihat suamimu ditengah keringkihan, saat kamu masih menyayanginya dengan penuh kesadaran yang tinggi.

Mengaku Setia Kepada Istri Ketika Harta Sudah Binasa Itu Biasa, Tapi Mengaku Setia Disaat Kesuksesan Yang Kamu Genggam Itu Baru Luar Biasa

Dan untuk para lelaki, janganlah bangga mengatakan dirimu setia saat berada di titik terendah dalam hidupmu karena itu tidak membuktikan kamu setia, melainkan hanya kebutuhan untuk penghiburan dirimu saat menjalani kesulitan.

Karena kebanyakan laki-laki lupa diri saat sudah bergelimang harta, meski sudah mempunyai satu bidadari amanah dari Allah, ia masih saja menggoda wanita lain. Dan hal itu terjadi, karena terlalu besarnya rasa bangga yang dimiliki, sehingga lupa bahwa harta yang didapat adalah titipan Allah.

Wahai Wanita…Ingatlah Bahwa Titik Terendah Suamimu Adalah Ujian Dari Allah Agar Kamu Tetap Setia Kepada Suamimu

Untuk wanita, ingatlah ketika suamimu berada di titik terendah dalam hidupnya, itu berarti Allah sedang mengujimu dan mempersiapkanmu untuk menuju ke titik tertinggi dalam kehidupan suamimu, jadi berbahagialah dan tetaplah setia. Jangan mengeluh apalagi berniat untuk meninggalkannya, karena hal itu hanya akan membuatmu rendah dimata Allah.

Wahai Lelaki…Ingatlah Bahwa Titik Tertinggi Kesuksesanmu Adalah Ujian Dari Allah Untuk Selalu Setia Kepada Amanahmu (Istri)

Untuk Lelaki, ingatlah ketika kamu mencapai titik tertinggi dalam hidupmu, itu berarti Tuhan sedang mengujimu untuk selalu mengingat istrimu yang tetap setia mendampingimu saat kamu berada di titik  terendah dalam hidupmu, jadi berbahagialah dan tetaplah setia.

Jangan sampai kamu melupakan kesetiaannya, ingatlah betapa ia menjadi sandaran terkuat saat kamu masih berada dititik terendah, saat kamu masih bukan siapa-siapa. Karena kesuksesan yang kamu dapat hari ini tak lain adalah doa ikhlas darinya.

Karena Dibalik Kesuksesan Seorang Suami Ada Doa Seorang Istri Yang Tak Pernah Bosan Meminta Berkah Kepada Allah

Iya, dibalik kesuksesan seorang suami memang akan selalu ada doa dari bidadari dirumah yang selalu tak pernah bosan dalam meminta berkah kepada sang pemberi kesuksesan. Maka jangan sampai lupa jika kesuksesan itu sudah benar-benar didapat untuk tak pernah melupakan jasa ikhlasnya.

TANGISAN RASULULLAH MEMINTA SYAFAAT UNTUK UMAT NYA 🌴



Pernahkah terbayang olehmu, seorang lelaki mulia..yang hidup ditengah kematian demi orang yang dicintainya. Ia diasingkan kaumnya, terusir dari tanah airnya. Ia dihina, disakiti, tapi tinggi tangannya terangkat, memohon “Ya Allah, jika mereka tidak menerima da’wah..jadikanlah anak keturunan mereka kelak orang2 yang menyembahMu.
😭

Pernahkah terbayang olehmu, seorang lelaki mulia..yang harus menggantungkan batu diperutnya demi menahan lapar. Ia akan makan di lantai layaknya seorang budak, padahal raja-raja dan para kaisar memandang penuh iri pada kekokohan struktur masyarakat dan kesetiaan pengikutnya.
Ia..Lelaki Mulia itu..Muhammad Bin Abdullah..Rasulullah.
😭

Pernah suatu ketika ia bersabda : setiap Nabi memiliki satu do’a yg tidak akan tertolak. Dan aku menyimpannya untuk umatku di Padang mahsyar nanti.
duhai…betapa ia begitu mencintai umatnya..kita.. pun saat sedang menahan dahsyatnya sakaratul maut, yang ia khawatirkan hanya umatnya.

Suatu ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menangis sepanjang malam. Apa yang membuat beliau menangis sepanjang malam?
Apakah istri?
Anak keturunan? Harta benda dan kebun-kebun?

Ternyata bukan, beliau mengucurkan air matanya bukan karena hal-hal duniawi tersebut.

Beliau menangis karena dalam shalatnya beliau membaca Al-Qur’an Surah Al-Ma’idah ayat 118 yang menceritakan doa untuk umatnya, untuk kita semua.

Beliau shalat sambil menangis hingga waktu Subuh tiba.
Beliau terus mengulang-ulang ayat tersebut.
Jika Engkau siksa mereka, sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-MU, dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkau Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.

Kemudian beliau memanjatkan kedua tangan seraya berdoa, Ya ALLAH, umatku … umatku .

Lalu beliau menangis tersedu-sedu.
ALLAH Subhanahu Wata’ala berkata kepada Jibril, Wahai Jibril, pergi dan temuilah Muhammad.
Tuhanmu Maha Mengetahui.
Sekarang tanyakan kepadanya, kenapa dia menangis?
Jibril pun menemui Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam untuk menanyakan sebab musabab beliau menangis.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berterus terang kepada Jibril mengenai kekhawatiran beliau pada umat beliau.

Jibril pun melaporkan pengaduan Rasulullah itu kepada ALLAH.
ALLAH menjawab, “Sekarang, pergi dan temui Muhammad.
Katakan padanya bahwa Aku meridhainya untuk memberikan syafaat kepada umatnya dan Aku tidak akan berbuat buruk kepadanya (selama tidak menyekutukan Allah).
(HR. Muslim dan Ath-Thabari)

Renungkan ukhty2 dan Akhy.
Pernahkah kita menangis karena merindukan nya?Nabi yang mulia sibuk memikirkan kita.
Sedangkan kita?

ALLAHUMMA SHALLI'ALA SAYYIDINA MUHAMMAD.
Pernahkah terbayang olehmu, seorang lelaki mulia..yang hidup ditengah kematian demi orang yang dicintainya. Ia diasingkan kaumnya, terusir dari tanah airnya. Ia dihina, disakiti, tapi tinggi tangannya terangkat, memohon “Ya Allah, jika mereka tidak menerima da’wah..jadikanlah anak keturunan mereka kelak orang2 yang menyembahMu.
😭

Pernahkah terbayang olehmu, seorang lelaki mulia..yang harus menggantungkan batu diperutnya demi menahan lapar. Ia akan makan di lantai layaknya seorang budak, padahal raja-raja dan para kaisar memandang penuh iri pada kekokohan struktur masyarakat dan kesetiaan pengikutnya.
Ia..Lelaki Mulia itu..Muhammad Bin Abdullah..Rasulullah.
😭

Pernah suatu ketika ia bersabda : setiap Nabi memiliki satu do’a yg tidak akan tertolak. Dan aku menyimpannya untuk umatku di Padang mahsyar nanti.
duhai…betapa ia begitu mencintai umatnya..kita.. pun saat sedang menahan dahsyatnya sakaratul maut, yang ia khawatirkan hanya umatnya.

Suatu ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menangis sepanjang malam. Apa yang membuat beliau menangis sepanjang malam?
Apakah istri?
Anak keturunan? Harta benda dan kebun-kebun?

Ternyata bukan, beliau mengucurkan air matanya bukan karena hal-hal duniawi tersebut.

Beliau menangis karena dalam shalatnya beliau membaca Al-Qur’an Surah Al-Ma’idah ayat 118 yang menceritakan doa untuk umatnya, untuk kita semua.

Beliau shalat sambil menangis hingga waktu Subuh tiba.
Beliau terus mengulang-ulang ayat tersebut.
Jika Engkau siksa mereka, sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-MU, dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkau Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.

Kemudian beliau memanjatkan kedua tangan seraya berdoa, Ya ALLAH, umatku … umatku .

Lalu beliau menangis tersedu-sedu.
ALLAH Subhanahu Wata’ala berkata kepada Jibril, Wahai Jibril, pergi dan temuilah Muhammad.
Tuhanmu Maha Mengetahui.
Sekarang tanyakan kepadanya, kenapa dia menangis?
Jibril pun menemui Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam untuk menanyakan sebab musabab beliau menangis.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berterus terang kepada Jibril mengenai kekhawatiran beliau pada umat beliau.

Jibril pun melaporkan pengaduan Rasulullah itu kepada ALLAH.
ALLAH menjawab, “Sekarang, pergi dan temui Muhammad.
Katakan padanya bahwa Aku meridhainya untuk memberikan syafaat kepada umatnya dan Aku tidak akan berbuat buruk kepadanya (selama tidak menyekutukan Allah).
(HR. Muslim dan Ath-Thabari)

Renungkan ukhty2 dan Akhy.
Pernahkah kita menangis karena  merindukan nya?Nabi yang mulia sibuk memikirkan kita.
Sedangkan kita?

ALLAHUMMA SHALLI'ALA SAYYIDINA MUHAMMAD.

❤Karena Wanita Begitu Berharga※ ♥

♥ ♥ ❤

►Sahabat saudaraku fillah... Teruntuk saudariku muslimah di manapun saat ini berada..

►Wanita  tercipta dan terlahir begitu indah,mempesona dan begitu berharga..

►Karenanya didiklah diri agar menjadi Wanita Sholehah karena ia adalah sebaik-baik perhiasan

✔Dunia ini penuh perhiasan dan perhiasan yang paling indah ialah wanita yang sholehah.” (H.R Muslim)


►Sejatinya wanita sholehah adalah harta yang tak ternilai dengan apapun jua..

►Ia ibarat mutiara terpendam yang kemilaunya akan memancarkan pesona yang tiada tara andai mampu menjaga dan merawatnya..

►Ia pun ibarat sekuntum bunga yang mekar,harum mewangi bagai kasturi andai mampu menyiram dan memupuknya dengan keimanan dan akhlaq mulia..

✔Wanita sholehah adalah mutiara terpendam yang menyimpan beribu hikmah dalam dirinya..beribu buku pun tak kan mampu menggambarkan dan menceritakan betapa besarnya peran dalam keluarga,masyarakat dan bangsa..

►Dalam diri pemimpin bangsa yang sukses ada peran istri yang mampu membangkitkan semangat juang bagi suami tercinta dalam mengemban tugas negara..

►Dalam diri suami yang sukses dalam segala bidang,ada peran istri yang setia mendampingi baik suka dan duka..

►Dalam diri anak yang pintar ada peran ibu yang tegar dalam membimbing putra-putri tercinta,ia adalah guru utama dan pertama sebelum yang lainnya..

►Saudariku..marilah tempa diri kita agar menjadi sosok yang mulia agar mampu menjadi suri tauladan bagi sekeliling kita,

►Agar kita mampu mempersembahkan secercah cahaya untuk bekal hidup kita di dunia dan akherat,.In Shaa Allah..

Aamiin Allahuma Aamiin.

Bismillahirrahmanirrahim

اَلسَلامُ عَلَيْكُم وَرَحْمَةُ اَللهِ وَبَرَكاتُهُ‎
﷽﷽﷽

*KETIKA KITA MALAS MEMBACA AL-QURAN*

Kita akan sharing tentang penyebab Malas Membaca Al-Quran dan Kiat-kiat mengatasi rasa Malas saat berinteraksi dengan Al-Quran.

*

*Ketika kita malas membaca Al-Quran, bukan kita yang tidak punya waktu untuk membacanya. Namun Al-Quranlah yang tidak mau dibaca oleh diri kita.*

Ketika kita ternyata tidak bisa membaca Al-Quran walau satu halaman, ketahuilah sesungguhnya dosa-dosa kita telah menyebabkan kita terhalang dari Al-Quran.

Ketika kita malas membaca Al-Quran, sedangkan untuk hal lain kita bisa. Tidakkah kamu curiga barangkali Allah sedang marah padamu, bukankah indikator kecintaan Allah pada hambaNya adalah dimudahkan hambanya melakukan amal shalih.

Kalau kamu malas membaca Al-Quran, tidakkah kamu curiga barangkali hatimu telah kosong, bukankah sabda Rasul, seseorang yang tidak membaca Al-Quran itu hatinya ibarat rumah yang kosong.

Sahabatku, barangkali hari ini adalah hari terakhir kita didunia ini. Bagaimana jika ternyata hari ini kita wafat, dan tidak ada sama sekali bacaaan Al-Quran dalam hari ini. Maka apa yang akan kita katakan dihadapan Allah, ketika Allah bertanya ; Sudah melakukan apa sajakah kamu bersama Al-Quran selama hidupmu?

Mari perbanyak interaksi membaca Al-Qurannya. Sebelum kematian itu tiba.

SILSILAH 25 NABI


.❤❤❤
1. ADAM AS.
Nama: Adam As.
Usia: 930 tahun.
Periode sejarah: 5872-4942 SM.
Tempat turunnya di bumi: India, ada yang berpendapat di Jazirah Arab.
Jumlah keturunannya: 40 laki-laki dan perempuan.
Tempat wafat: India, ada yang berpendapat di Mekkah.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 25 kali.
.
2. IDRIS AS.
Nama: Idris/Akhnukh bin Yarid, nama Ibunya Asyut.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As.
Usia: 345 tahun di bumi.
Periode sejarah: 4533-4188 SM.
Tempat diutus: Irak Kuno (Babylon, Babilonia) dan Mesir (Memphis).
Tempat wafat: Allah mengangkatnya ke langit dan ke surga.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 2 kali.
.
3. NUH AS.
Nama: Nuh/Yasykur/Abdul Ghaffar bin Lamak.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As.
Usia: 950 tahun.
Periode sejarah: 3993-3043 SM.
Tempat diutus (lokasi): Selatan Irak.
Jumlah keturunannya: 4 putra (Sam, Ham, Yafits dan Kan’an).
Tempat wafat: Mekkah.
Sebutan kaumnya: Kaum Nuh.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 43 kali.
.
4. HUD AS.
Nama: Hud bin Abdullah.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Iram (Aram) ⇒ ‘Aush (‘Uks) ⇒ ‘Ad ⇒ al-Khulud ⇒ Rabah ⇒ Abdullah ⇒ Hud As.
Usia: 130 tahun.
Periode sejarah: 2450-2320 SM.
Tempat diutus: Al-Ahqaf (antara Yaman dan Oman).
Tempat wafat: Bagian Timur Hadhramaut Yaman.
Sebutan kaumnya: Kaum ‘Ad.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 7 kali.
.
5. SHALIH AS.
Nama: Shalih bin Ubaid.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Iram (Aram) ⇒ Amir ⇒ Tsamud ⇒ Hadzir ⇒ Ubaid ⇒ Masah ⇒ Asif ⇒ Ubaid ⇒ Shalih As.
Usia: 70 tahun.
Periode sejarah: 2150-2080 SM.
Tempat diutus: Daerah al-Hijr (Mada’in Shalih, antara Madinah dan Syria).
Tempat wafat: Mekkah.
Sebutan kaumnya: Kaum Tsamud.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 10 kali.
.
6. IBRAHIM AS.
Nama: Ibrahim bin Tarakh.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As.
Usia: 175 tahun.
Periode sejarah: 1997-1822 SM.
Tempat diutus: Ur, daerah selatan Babylon (Irak).
Jumlah keturunannya: 13 anak (termasuk Nabi Ismail As. dan Nabi Ishaq As.). Tempat wafat: Al-Khalil (Hebron, Palestina/Israel).
Sebutan kaumnya: Bangsa Kaldan.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 69 kali.
.
7. LUTH AS.
Nama: Luth bin Haran.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Haran ⇒ Luth As.
Usia: 80 tahun.
Periode sejarah: 1950-1870 SM.
Tempat diutus: Sodom dan Amurah (Laut Mati atau Danau Luth).
Jumlah keturunannya: 2 putri (Ratsiya dan Za’rita).
Tempat wafat: Desa Shafrah di Syam (Syria).
Sebutan kaumnya: Kaum Luth.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 27 kali.
.
8. ISMAIL AS.
Nama: Ismail bin Ibrahim.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ismail As.
Usia: 137 tahun.
Periode sejarah: 1911-1774 SM.
Tempat diutus: Mekah.
Jumlah keturunannya: 12 anak.
Tempat wafat: Mekkah.
Sebutan kaumnya: Amaliq dan Kabilah Yaman.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 12 kali.
.
9. ISHAQ AS.
Nama: Ishaq bin Ibrahim.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As.
Usia: 180 tahun.
Periode sejarah: 1897-1717 SM.
Tempat diutus: Kota al-Khalil (Hebron) di daerah Kan’an (Kana’an).
Jumlah keturunannya: 2 anak (termasuk Nabi Ya’qub As./Israel).
Tempat wafat: Al-Khalil (Hebron).
Sebutan kaumnya: Bangsa Kan’an.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 17 kali.
.
10. YA’QUB AS.
Nama: Ya’qub/Israel bin Ishaq.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As.
Usia: 147 tahun.
Periode sejarah: 1837-1690 SM.
Tempat diutus: Syam (Syria).
Jumlah keturunannya: 12 anak laki-laki (Rubin, Simeon, Lewi, Yahuda, Dan, Naftali, Gad, Asyir, Isakhar, Zebulaon, Yusuf dan Benyamin) dan 2 anak perempuan (Dina dan Yathirah).
Tempat wafat: Al-Khalil (Hebron), Palestina.
Sebutan kaumnya: Bangsa Kan’an.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 18 kali.
.
11. YUSUF AS.
Nama: Yusuf bin Ya’qub.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Yusuf As.
Usia: 110 tahun.
Periode sejarah: 1745-1635 SM.
Tempat diutus: Mesir.
Jumlah keturunannya: 3 anak; 2 laki-laki dan 1 perempuan.
Tempat wafat: Nablus.
Sebutan kaumnya: Heksos dan Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 58 kali.
.
12. AYYUB AS.
Nama: Ayyub bin Amush.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ al-‘Aish ⇒ Rum ⇒ Tawakh ⇒ Amush ⇒ Ayub As.
Usia: 120 tahun.
Periode sejarah: 1540-1420 SM.
Tempat diutus: Dataran Hauran.
Jumlah keturunannya: 26 anak.
Tempat wafat: Dataran Hauran.
Sebutan kaumnya: Bangsa Arami dan Amori, di daerah Syria dan Yordania.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 4 kali.
.
13. SYU’AIB AS.
Nama: Syu’aib bin Mikail.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Madyan ⇒ Yasyjur ⇒ Mikail ⇒ Syu’aib As.
Usia: 110 tahun.
Periode sejarah: 1600-1490 SM.
Tempat diutus: Madyan (pesisir Laut Merah di tenggara Gunung Sinai).
Jumlah keturunannya: 2 anak perempuan.
Tempat wafat: Yordania.
Sebutan kaumnya: Madyan dan Ash-habul Aikah.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 11 kali.
.
14. MUSA AS.
Nama: Musa bin Imran, nama Ibunya Yukabad atau Yuhanaz Bilzal.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matisyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Lawi ⇒ Azar ⇒ Qahats ⇒ Imran ⇒ Musa As.
Usia: 120 tahun.
Periode sejarah: 1527-1407 SM.
Tempat diutus: Sinai di Mesir.
Jumlah keturunannya: 2 anak, Azir dan Jarsyun, dari istrinya bernama Shafura binti Syu’aib As.
Tempat wafat: Gunung Nebu (Bukit Nabu’) di Jordania (sekarang).
Sebutan kaumnya: Bani Israel dan Fir’aun (gelar raja Mesir).
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 136 kali.
.
15. HARUN AS.
Nama: Harun bin Imran, istrinya bernama Ayariha.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Lawi ⇒ Azar ⇒ Qahats ⇒ Imran ⇒ Harun As.
Usia: 123 tahun.
Periode sejarah: 1531-1408 SM.
Tempat diutus: Sinai di Mesir.
Tempat wafat: Gunung Nebu (Bukit Nabu’) di Jordania (sekarang).
Sebutan kaumnya: Bani Israel dan Fir’aun (gelar raja Mesir).
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 20 kali.
.
16. DZULKIFLI AS.
Nama: Dzulkifli/Bisyr/Basyar bin Ayyub.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ al-‘Aish ⇒ Rum ⇒ Tawakh ⇒ Amush ⇒ Ayyub As. ⇒ Dzulkifli As.
Usia: 75 tahun.
Periode sejarah: 1500-1425 SM.
Tempat diutus: Damaskus dan sekitarnya.
Tempat wafat: Damaskus.
Sebutan kaumnya: Bangsa Arami dan Amori (Kaum Rom), Syria dan Yordania.
Al-Quran Menyebutkan namanya sebanyak: 2 kali.
.
17. DAUD AS.
Nama: Daud bin Isya.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Yahudza ⇒ Farish ⇒ Hashrun ⇒ Aram ⇒ Aminadab ⇒ Hasyun ⇒ Salmun ⇒ Bu’az ⇒ Uwaibid ⇒ Isya ⇒ Daud As.
Usia: 100 tahun.
Periode sejarah: 1063-963 SM.
Tempat diutus: Palestina (dan Israel).
Jumlah keturunannya: 1 anak, Sulaiman As.
Tempat wafat: Baitul Maqdis (Yerusalem).
Sebutan kaumnya: Bani Israel.
Al-Quran menyebutkanya namanya sebanyak: 18 kali.
.
18. SULAIMAN AS.
Nama: Sulaiman bin Daud.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matisyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Yahudza ⇒ Farish ⇒ Hashrun ⇒ Aram ⇒ Aminadab ⇒ Hasyun ⇒ Salmun ⇒ Bu’az ⇒ Uwaibid ⇒ Isya ⇒ Daud As. ⇒ Sulaiman As.
Usia: 66 tahun.
Periode sejarah: 989-923 SM.
Tempat diutus: Palestina (dan Israel).
Jumlah keturunannya: 1 anak, Rahab’an.
Tempat wafat: Baitul Maqdis (Yerusalem).
Sebutan kaumnya: Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 21 kali.
.
19. ILYAS AS.
Nama: Ilyas bin Yasin.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Lawi ⇒ Azar ⇒ Qahats ⇒ Imran ⇒ Harun As. ⇒ Alzar ⇒ Fanhash ⇒ Yasin ⇒ Ilyas As.
Usia: 60 tahun di bumi.
Periode sejarah: 910-850 SM.
Tempat diutus: Ba’labak (Lebanon).
Tempat wafat: Diangkat Allah ke langit.
Sebutan kaumnya: Bangsa Fenisia.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 4 kali.
.
20. ILYASA’ AS.
Nama: Ilyasa’ bin Akhthub.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Yusuf As. ⇒ Ifrayim ⇒ Syutlim ⇒ Akhthub ⇒ Ilyasa’ As.
Usia: 90 tahun.
Periode sejarah: 885-795 SM.
Tempat diutus: Jaubar, Damaskus.
Tempat wafat: Palestina.
Sebutan kaumnya: Bangsa Arami dan Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 2 kali.
.
21. YUNUS AS.
Nama: Yunus/Yunan/Dzan Nun bin Matta binti Abumatta, Matta adalah nama Ibunya. (Catatan: Tidak ada dari para nabi yang dinasabkan ke Ibunya kecuali Yunus dan Isa As.).
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Ya’qub As. ⇒ Yusuf As. ⇒ Bunyamin ⇒ Abumatta ⇒ Matta ⇒ Yunus As.
Usia: 70 tahun.
Periode sejarah: 820-750 SM.
Tempat diutus: Ninawa, Irak.
Tempat wafat: Ninawa, Irak.
Sebutan kaumnya: Bangsa Asyiria, di utara Irak.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 5 kali.
.
22. ZAKARIYA AS.
Nama: Zakariya bin Dan.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Yahudza ⇒ Farish ⇒ Hashrun ⇒ Aram ⇒ Aminadab ⇒ Hasyun ⇒ Salmun ⇒ Bu’az ⇒ Uwaibid ⇒ Isya ⇒ Daud As. ⇒ Sulaiman As. ⇒ Rahab’am ⇒ Aynaman ⇒ Yahfayath ⇒ Syalum ⇒ Nahur ⇒ Bal’athah ⇒ Barkhiya ⇒ Shiddiqah ⇒ Muslim ⇒ Sulaiman ⇒ Daud ⇒ Hasyban ⇒ Shaduq ⇒ Muslim ⇒ Dan ⇒ Zakariya As.
Usia: 122 tahun.
Periode sejarah: 91 SM-31 M.
Tempat diutus: Palestina.
Jumlah keturunannya: 1 anak.
Tempat wafat: Halab (Aleppo).
Sebutan kaumnya: Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 12 kali.
.
23. YAHYA AS.
Nama: Yahya bin Zakariya.
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Yahudza ⇒ Farish ⇒ Hashrun ⇒ Aram ⇒ Aminadab ⇒ Hasyun ⇒ Salmun ⇒ Bu’az ⇒ Uwaibid ⇒ Isya ⇒ Daud As. ⇒ Sulaiman As. ⇒ Rahab’am ⇒ Aynaman ⇒ Yahfayath ⇒ Syalum ⇒ Nahur ⇒ Bal’athah ⇒ Barkhiya ⇒ Shiddiqah ⇒ Muslim ⇒ Sulaiman ⇒ Daud ⇒ Hasyban ⇒ Shaduq ⇒ Muslim ⇒ Dan ⇒ Zakariya As. ⇒ Yahya As.
Usia: 32 tahun.
Periode sejarah: 1 SM-31 M.
Tempat diutus: Palestina.
Tempat wafat: Damaskus.
Sebutan kaumnya: Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 5 kali.
.
24. ISA AS.
Nama: Isa bin Maryam binti Imran. (Catatan: Tidak ada dari para nabi yang dinasabkan ke Ibunya kecuali Yunus dan Isa As.).
Garis Keturunan: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ishaq As. ⇒ Yahudza ⇒ Farish ⇒ Hashrun ⇒ Aram ⇒ Aminadab ⇒ Hasyun ⇒ Salmun ⇒ Bu’az ⇒ Uwaibid ⇒ Isya ⇒ Daud As. ⇒ Sulaiman As. ⇒ Rahab’am ⇒ Radim ⇒ Yahusafat ⇒ Barid ⇒ Nausa ⇒ Nawas ⇒ Amsaya ⇒ Izazaya ⇒ Au’am ⇒ Ahrif ⇒ Hizkil ⇒ Misyam ⇒ Amur ⇒ Sahim ⇒ Imran ⇒ Maryam ⇒ Isa As.
Usia: 33 tahun di bumi.
Periode sejarah: 1 SM-32 M.
Tempat diutus: Palestina.
Tempat wafat: Diangkat oleh Allah ke langit.
Sebutan kaumnya: Bani Israel.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 21 kali, sebutan al-Masih sebanyak 11 kali, dan sebutan Ibnu (Putra) Maryam sebanyak 23 kali.
.
25. MUHAMMAD SAW.
Nama: Muhammad bin Abdullah.
Garis Keturunan Ayah: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ismail As. ⇒ Nabit ⇒ Yasyjub ⇒ Ya’rub ⇒ Tairah ⇒ Nahur ⇒ Muqawwim ⇒ Udad ⇒ Adnan ⇒ Ma’ad ⇒ Nizar ⇒ Mudhar ⇒ Ilyas ⇒ Mudrikah ⇒ Khuzaimah ⇒ Kinanah ⇒ an-Nadhar ⇒ Malik ⇒ Quraisy (Fihr) ⇒ Ghalib ⇒ Lu’ay ⇒ Ka’ab ⇒ Murrah ⇒ Kilab ⇒ Qushay ⇒ Zuhrah ⇒ Abdu Manaf ⇒ Hasyim ⇒ Abdul Muthalib ⇒ Abdullah ⇒ Muhammad Saw.
Garis Keturunan Ibu: Adam As. ⇒ Syits ⇒ Anusy ⇒ Qinan ⇒ Mihlail ⇒ Yarid ⇒ Idris As. ⇒ Matusyalih ⇒ Lamak ⇒ Nuh As. ⇒ Sam ⇒ Arfakhsyad ⇒ Syalih ⇒ Abir ⇒ Falij ⇒ Ra’u ⇒ Saruj ⇒ Nahur ⇒ Tarakh ⇒ Ibrahim As. ⇒ Ismail As. ⇒ Nabit ⇒ Yasyjub ⇒ Ya’rub ⇒ Tairah ⇒ Nahur ⇒ Muqawwim ⇒ Udad ⇒ Adnan ⇒ Ma’ad ⇒ Nizar ⇒ Mudhar ⇒ Ilyas ⇒ Mudrikah ⇒ Khuzaimah ⇒ Kinanah ⇒ an-Nadhar ⇒ Malik ⇒ Quraisy (Fihr) ⇒ Ghalib ⇒ Lu’ay ⇒ Ka’ab ⇒ Murrah ⇒ Kilab ⇒ Qushay ⇒ Zuhrah ⇒ Abdu Manaf ⇒ Wahab ⇒ Aminah ⇒ Muhammad Saw.
Usia: 62 tahun.
Periode sejarah: 570-632 M.
Tempat diutus: Mekkah.
Jumlah keturunannya: 7 anak; 3 laki-laki Qasim, Abdullah dan Ibrahim, dan 4 perempuan Zainab, Ruqayyah, Ummi Kultsum dan Fatimah az-Zahra.
Tempat wafat: Madinah.
Sebutan kaumnya: Bangsa Arab.
Al-Quran menyebutkan namanya sebanyak: 25 kali.
.
(Disarikan dari: Qashash al-Anbiya' Ibn Katsir, Badai' az-Zuhur Imam as-Suyuthi dan selainnya).
.
.

Boleh di SHARE sebanyak mungkin!!
Semoga bermanfaat.
AAMIIN...
.

Suami yang Sukses ada Istri yang Hebat disampingnya

Istri yang hebat adalah istri yang mampu memotivasi dan menasehati suaminya. Tak kenal lelah mendampingi suaminya dari nol hingga mencapai kesuksesan. Maka dari itu, di balik pria sukses pasti ada wanita yang hebat di sampingnya.


Untuk meraih kesuksesan dalam hidup tentu tidaklah mudah. Anda akan menghadapi berbagai tantangan kehidupan yang bisa jadi melemahkan Anda, sehingga Anda tak mampu lagi bergerak menggapai kesuksesan itu. Tapi, Anda tak perlu khawatir, karena Anda memiliki dua bidadari cantik yang selalu setia di dekat Anda.
Banyak orang yang bersusah payah pergi ke tempat-tempat terlarang untuk meminta bantuan dalam meraih kesuksesan. Tapi, Anda tak perlu melakukan hal keji itu. Anda hanya perlu menggabungkan doa ibu, doa pasangan hidup Anda (istri) dan doa Anda. Selaraskan kembali apa yang Anda inginkan. Doakan bersama-sama, amalnya pun ditingkatkan secara bersama-sama.
Ini senjata yang sangat luar biasa dahsyatnya yang tidak akan terkalahkan oleh siapa pun dan Allah langsung menerima keinginan atau hajat Anda. Allah akan mempermudah semuanya bagi hamba-Nya yang berdoa, bagi hamba-Nya yang terus berusaha.
Bukankah senjata paling ampuh itu adalah doa? Dulu, ketika Anda masih sendiri, Anda juga berdoa hanya sendirian. Namun sekarang, ketika Anda sudah mempunyai bidadari pelengkap, doanya langsung berjamaah. Coba tebak, mana yang akan lebih cepat terwujud? Tentunya yang berdoa lebih banyak kan.
Akan lebih manisnya ketika Anda berusaha selalu didampingi, selalu disupport dari belakang oleh pasangan dan ibu Anda. Itu yang akan membuat Anda lebih semangat lagi, akselerasi kekuatan akan berlipat-lipat, karena tujuannya hanya untuk ibadah semata. Dan ternyata setiap laki-laki yang gagal pasti ada wanita di belakangnya (bukan istrinya) dan setiap laki-laki yang berhasil pasti juga ada wanita di belakangnya (jelas ini istrinya). [] klinikf3cinoling
Sumber: Sang Bidadari/Karya: Sendi Rizaldi Supriadi Putra/Penerbit: Hakim Publisher

Untaian Mutiara Nasihat: Wudhu Sesuai Sunnah Nabi ﷺ l Ustadz Abu Yahya B...



Wudhu Sesuai Sunnah Nabi ﷺ

Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc.



Bersuci adalah salah satu syarat dari syarat-syarat shalat sebagaimana yang telah kita jelaskan. Dalam hadits disebutkan:



لَا تُقْبَلُ صَلَاةٌ بِغَيْرِ طُهُورٍ



“Tidak akan diterima shalat kecuali dengan bersuci.” (HR. Ibnu Majah)

Apabila batal kesucian seseorang, batal wudhu seseorang, sedangkan dia sedang shalat, seperti keluar kentut atau air kencing atau sejenisnya, maka shalatnya menjadi batal.



Syarat-syarat wudhu ada 10:

1. Islam,

2. berakal,

3. tamyiz,

4. niat,

5. meneruskan niatnya dengan tidak memotong niat tersebut sampai sempurna,

6. hilangnya sesuatu yang mewajibkan wudhu,

7. beristinja atau beristijmal sebelumnya,

8. sucinya air dan air tersebut adalah air yang boleh untuk digunakan bersuci,

9. menghilangkan sesuatu yang menghalangi air sampai ke kulit,

10. masuknya waktu shalat bagi orang yang hadatsnya terus-menerus,

Telah berlalu tentang penyebutan bahwasanya thaharah atau bersuci ini adalah syarat untuk sahnya shalat. Maka kita harus mengetahui hukum-hukum yang berkaitan dengan thaharah dari segi syarat-syaratnya. Juga permasalahan-permasalahan yang lain yang akan disebutkan.


Bermula Dua, Seram...!

Pernahkah Anda mendengar ungkapan kata bermuka dua? Ya, bermuka dua ini identik dengan seseorang yang bersikap munafik. Maksudnya ialah, ketika di depan berkata seolah-olah benar, tapi di belakang ia berdusta.
Salah satu sifat buruk yang dibenci Allah SWT adalah munafik. Sabda Rasulullah SAW, ”Kalian pasti akan bertemu dengan orang-orang yang paling Allah benci, yaitu mereka yang bermuka dua. Di satu kesempatan, mereka memperlihatkan satu sisi muka, namun di kala yang lain, mereka memperlihatkan muka yang lain pula,” (HR. Bukhari-Muslim).
Dalam hadis lain, riwayat Imam Abu Dawud dan Muslim, lebih jelas lagi Rasulullah SAW menyatakan, ”Seburuk-buruk manusia adalah yang bermuka dua. Datang di satu kesempatan dengan satu muka, dan pada lain kesempatan datang dengan muka yang lain,”
Pertama, kita dilarang menjadi pribadi-pribadi munafik (hipokrit). Pribadi-pribadi yang memperlihatkan satu muka di satu kesempatan dan muka yang lain di kesempatan yang berbeda. Artinya, kita dituntut untuk konsistensi dalam kebenaran yang sudah diyakini, dengan kesesuaian antara iman dan amal, antara praktik dan perkataan.
Allah SWT berfirman, ”Di antara manusia ada yang mengatakan bahwa mereka beriman, namun sesungguhnya mereka tidak beriman. 
Mereka mencoba menipu Allah dan orang-orang beriman, tapi sayang, sebetulnya mereka telah menipu diri mereka sendiri,” (QS. al-Baqarah: 8-9).
Orang munafik pada tataran ini memperlihatkan sikap dan sifat yang mendua. Dalam ayat yang lain, Allah SWT membeberkan lagi apa-apa yang telah mereka perbuat, ”Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali,” (QS. an-Nisa’: 142).
Pesan kedua yang dapat diambil dari hadis tadi, kita harus teguh dalam berpendirian, dan konsisten dengan kebenaran yang telah diyakini, tanpa dapat tergoyahkan. Ketika seseorang sudah menyatakan beriman, maka iman itu harus terpraktikkan nyata dalam kehidupan. Iman harus mewarnai segala tindak-tanduk amaliah sehari-harinya.
Allah SWT berfirman, ”Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Tuhan kami ialah Allah’, kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), ‘Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu’,” (QS. Fushshilat: 30).
Pribadi Muslim seharusnya selalu menggambarkan kesatuan wajah hanya untuk dan karena Allah SWT semata, bukan yang lain. ”Sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar,” (QS. Al-An’am: 79).

Warisan yang Terbaik Orang Tua untuk Anak nya adalah ilmu Agama

Warisan, harta yang dibagi oleh orang tua kepada anak-anaknya, ntah itu berupa properti atau aset berharga lainnya. Iya, ketika kita mendengar kata warisan itu disebut pasti yang terngiang di dalam kepala kita adalah uang dan uang.


Padahal warisan terbaik orang tua untuk anak-anaknya itu bukanlah harta, bukanlah berlian yang indah, bukan uang yang melimpah. Tapi ilmu agama, pendidikan yang baik, akhlaq mulia, dan kebiasaan-kebiasaan yang baik lainnya.

Lantas untukmu para orang tua, jangan berkecil hati mengingat keadaan yang sepertinya hanya sederhana saja, yang penting kamu sudah berusaha untuk mendidik dan mengajari anak-anakmu dengan baik akan suatu ilmu tentang hidup.

Ilmu Agama Akan Selalu Menjaga Anak-anak Saling Menyayangi dan Menghargai Satu Sama Lain

Pertama memang ilmu agama yang harus diajarkan kepada anak-anakmu, karena ilmu agama akan selalu menjaga anak-anakmu saling menyayangi dan menghargai satu sama lain.

Bila ilmu agama telah mendasari jiwanya, maka dari kecil hingga besar pun dia tidak akan pernah lupa untuk saling asih dan saling asuh sesama sodara.

Pendidikan Akan Selalu Menjadikan Anak-anak Itu Istimewa Dengan Ragam Pengetahuan

Lalu kenapa pendidikan itu juga penting? karena pendidikan itu yang akan mengajarkan bagaimana dia harus hidup meski nanti dia sudah lepas dari orang tua, pendidikan itu yang akan memberitahunya mana yang salah dan benar, dan pendidikan itu yang akan mengajarkannya selalu baik kepada sesama, terlebih orang tua.

Akhlaq Mulia Akan Selalu Menjadikan Anak-anak Itu Memiliki sopan santun dan Budi Pekerti yang Baik

Lantas akhlaq mulia? anak-anak memang harud selalu dibekali akhlaq mulia oleh orang tua, karena manusia akan dikatakan seorang insan bila dirinya mampu menjaga akal dan akhlaqnya dengan baik.

Akhlaq mulialah yang akan menjadikan anak-anak itu mampu memiliki sopan santun, tatakrama, dan budi pekerti yang baik ketika sudah berbaur dengan yang lainnya.

Anak-Anak Akan Mendapat Kebahagian Dunia dan Akhirat, Bila Orang Tua Telah Memberinya Bekal Hidup yang Cukup

Intinya, anak-anak akan mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat, bukan karena dia sudah orang tua jamin dengan kehidupan yang serba berkecukupan dan mewah, tapi disaat orang tuanya sadar akan tanggung jawab yang sebenarnya.

Anak-anak akan tumbuh menjadi penerus kehidupan yang baik bila memang orang tuanya telah memberinya bekal hidup yang cukup, baik, dan sesuai dengan aturan-Nya.

Karena Harta Benda Kadang Hanya Membuat Mereka Bertikai, Berebut, dan Saling Dengki Satu Sama Lain Saat Orang Tua Sudah Tidak Ada

Jadi ingatlah dengan baik wahai orang tua dan semua yang hendak menjadi orang tua, jangan berpikiran sempit bahwa hanya harta bendalah yang anak-anakmu butuhkan, tapi kasih sayang, didikan, dan bekal hidup yang cukup.

Mengapa harta benda lebih rendah nilainya dari ilmu agama, pendidikan, dan akhlaq mulia? karena harta bisa dicari kapanpun, tapi membentuk diri yang baik perlu dibiasakan dari sejak anak itu kecil.

Dan satu lagi, harta bendalah yang kadang membuat mereka (anak-anak) bertikai, berebut, dan saling dengki satu sama lain saat orang tua sudah tidak ada lagi. Na’udzubillah

Menjaga Lisan



 بِسْـــــــــــــــــــــمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم

Allah SWT berfirman:

وَقُل لِّعِبَادِى يَقُولُوا الَّتِى هِىَ أَحْسَنُ  ۚ إِنَّ الشَّيْطٰنَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْ  ۚ إِنَّ الشَّيْطٰنَ كَانَ لِلْإِنْسٰنِ عَدُوًّا مُّبِينًا
wa qul li'ibaadii yaquulullatii hiya ahsan, innasy-syaithoona yanzaghu bainahum, innasy-syaithoona kaana lil-insaani 'aduwwam mubiinaa

"Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sungguh, setan itu (selalu) menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sungguh, setan adalah musuh yang nyata bagi manusia."
(QS. Al-Isra' 17: Ayat 53)

Kita hidup di mana orang-orang banyak menghina sesama muslim lainnya.
Hina dahulu,  minta maaf kemudian
Sepertinya sudah jadi tren sekarang

Renungkann hadits Nabi berikut ini:

“Seorang muslim adalah seseorang yang orang muslim lainnya selamat dari ganguan lisan dan tangannya.” (HR Muslim)

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata,
”Seseorang mati karena tersandung lidahnya
Dan seseorang tidak mati karena tersandung kakinya
Tersandung mulutnya akan menambah (pening) kepalanya
Sedang tersandung kakinya akan sembuh perlahan.” Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam kitab Shahih-nya (hadits no. 6474)

Dari Sahl bin Sa’id bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barang siapa bisa memberikan jaminan kepadaku (untuk menjaga) sesuatu yang ada di antara dua janggutnya dan dua kakinya, kuberikan kepadanya jaminan masuk surga.”

Yang dimaksud dengan “sesuatu yang ada di antara dua janggutnya” adalah mulut, sedangkan “sesuatu yang ada di antara dua kakinya” adalah kemaluan.

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.”
(Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47)

Menyapa Wanita Cepat Menangis

♥ ♥

Bismillahirrahmanirrahiim..

♥ Sahabat saudaraku fillah.. Menangis atau meneteskan air mata tidaklah dilarang, bahkan  menangis di dunia ini lebih baik bagi kita, ketimbang menangis di akhirat kelak.

Menangis bukanlah sebagai pribadi cengeng,atau adanya nuansa kelemahan,menangis bisa memantulkan kekuatan,

Dan kedalaman penghayatan dalam qalbu yang melahirkan ketenangan,ketentraman dan kabahagiaan.

Kepekaan perasaan adalah merupakan kodrat  seorang wanita,sehingga tak kuasa membendung linangan air matanya,karena itu mengapa Wanita Sering  Menangis?

~.::Karena Wanita itu Unik.
~.::Karena Diciptakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagai  Makhluk Istimewa,

~.::Di  kuatkan bahunya untuk menjaga anak-anaknya,

~.::Di  lembutkan hatinya untuk  memberi rasa aman,

~.::Di kuatkan rahimnya untuk  menyimpan benih manusia,

~.::Di  teguhkan pribadinya untuk  terus berjuang saat yang lain menyerah,

~.::Di beri dia naluri untuk  mencintai anak-anak dalam keadaan apapun,

~.::Di kuatkan batinnya untuk tetap menyayangi walau dikhianati oleh teman,walau disakiti oleh orang-orang  yang ia sayangi

♥ Wanita adalah mahluk yang kuat sekaligus mahluk istimewa,Tapi jika suati saat dia Menagis,itu karena Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi air mata untuk membasuh luka bathinnya,

Dan memberi kekuatan baru. "Wanita Engkau Istimewa" sangat bangga dilahirkan sebagai seorang Wanita.

♥ SaLam Santun Erat  SiLaturrahim & Ukhuwah Fillah ♥

Aku yang Kurang Bersyukur

Aku melihat hidup orang lain begitu nikmat,
Ternyata ia hanya menutupi kekurangannya tanpa berkeluh kesah..

Aku melihat hidup teman-temanku tak ada duka dan kepedihan,

Ternyata ia hanya pandai menutupi dengan mensyukuri..

Aku melihat hidup saudaraku tenang tanpa ujian,

Ternyata ia begitu menikmati badai hujan dalam kehidupannya..

Aku melihat hidup sahabatku begitu sempurna,

Ternyata ia hanya berbahagia menjadi apa adanya..

Aku melihat hidup tetanggaku beruntung,
Ternyata ia selalu tunduk pada Allah untuk bergantung..

Setiap hari aku belajar memahami dan mengamati setiap hidup orang yang aku temui.
Ternyata aku yang kurang mensyukuri nikmatMu..

Bahwa di belahan dunia lain masih ada yang belum seberuntung yang aku miliki saat ini….

Dan satu hal yang aku ketahui, bahwa Allahu Rabbi tak pernah mengurangi ketetapanNya.

Hanya aku lah yang masih saja mengkufuri nikmat suratan Ilahi…

Maka aku merasa tidak perlu iri hati dengan rezeki orang lain..

Mungkin aku tak tahu dimana rezekiku.. Tapi rezekiku tahu dimana diriku..

Dari lautan biru, bumi dan gunung, Allah Ta’ala telah memerintahkannya menuju kepadaku…

Allah Ta’ala menjamin rezekiku, sejak 4 bulan 10 hari aku dalam kandungan ibuku..

Amatlah keliru bila bertawakkal rezeki dimaknai dari hasil bekerja..

Karena bekerja adalah ibadah, sedang rezeki itu urusan-Nya..

Melalaikan kebenaran demi menghawatirkan apa yang dijamin-Nya, adalah kekeliruan berganda..

Manusia membanting tulang, demi angka simpanan gaji, yang mungkin esok akan ditinggal mati..

Mereka lupa bahwa hakekat rezeki bukan apa yang tertulis dalam angka, tapi apa yang telah dinikmatinya..

Rezeki tak selalu terletak pada pekerjaan kita, Allah menaruh sekehendak-Nya..

Diulang bolak balik 7x shafa dan marwa, tapi zamzam justru muncul dari kaki sang bayi, Ismail ‘alayhissalam

Ikhtiar itu perbuatan..

Rezeki itu kejutan..
Dan yang tidak boleh dilupakan, tiap hakekat rezeki akan ditanya kelak..

“Darimana dan digunakan untuk apa”

Karena rezeki hanyalah “hak pakai”, bukan “hak milik”…

Rasulullah salallahu 'alaihiwasallam bersabda :

رَوى ابنُ حِبَّانَ والترمذيُّ في جامِعِه أنَّ رسولَ الله صلى الله عليه وسلم قالَ: “لا تزولُ قَدَمَا عبدٍ يومَ القيامةِ حتَّى يُسألَ عن أربعٍ عَن عُمُرِه فيما أفناهُ وعن جسدِهِ فيما أبلاهُ وعن عِلمِهِ ماذا عَمِلَ فيهِ وعن مالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وفيما أنفقَهُ “.

Diriwayatkan oleh Ibnu  Hibban dan  At Tirmizi,  Sesungguhnya  Rasulullah saw bersabda :
Tidak  akan bergeser  kedua telapak  kedua  kaki seorang  hamba dihari kiamat  sehingga  ditanya dengan empat macam, yaitu : Tentang  umurnya  habis digunakan untuk  apa,  jasadnya rusak digunakan untuk  apa, ilmunya  bagaimana  mengamalkannya, hartanya   dari  mana mencari dan kemana harta itu membelanjakannya.

Yakni hitung-hitunglah diri kita sebelum kita dimintai pertanggung jawaban, dan perhatikanlah apa yang kita tabung buat diri kita berupa amal-amal saleh untuk bekal hari kita dikembalikan, yaitu hari dihadapkan kita kepada Robul'alamin.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kepada Allah (dengan mengerjakan suruhanNya dan meninggalkan laranganNya); dan hendaklah tiap-tiap diri melihat dan memerhatikan apa yang ia telah sediakan (dari amal-amalnya) untuk hari esok (hari akhirat). Dan (sekali lagi diingatkan): Bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Amat Meliputi PengetahuanNya akan segala yang kamu kerjakan.
[Surat Al-Hasyr 18]

 2- Bahwa masalah duniawi itu adalah masalah yang rendah, pasti lenyap, sedikit, dan pasti rusak. Maka perlu diwaspadai supaya  selamat dan beruntung.

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. [Ali Imran: 185] ..

Wallahu a'lam...

belajarhidup
menujusurgamu

73 Nama Bayi Laki-laki secara Islami

SAAT anak lahir ke dunia, hal pertama yang biasanya dilakukan adalah memberinya nama yang baik. Siapakah yang paling berhak memberikannya nama? Yakni ayahnya, kemudian ibunya.
Ibnul Qayim mengatakan,
التسمية حق للأب لا للأم، هذا مما لا نزاع فيه بين الناس، وأن الأبوين إذا تنازعا في تسمية الولد فهي للأب
Memberi nama anak adalah hak bapak, bukan ibu. Tidak ada perbedaan di masyarakat tentang hal ini. Dan jika kedua orang tua berbeda pendapat dalam memberi nama anak, maka hak bapak lebih dikuatkan. (Tuhfatul Maudud, hlm. 135).
Dan jika ayahnya tidak ada, baik karena meninggal atau hilang atau tidak bertanggung jawab meninggalkan keluarga, atau hilang kesadaran akalnya, atau karena sebab lainnya maka yang berhak memberi nama anak adalah ibunya. Sebagaimana ibu juga paling berhak untuk mengasuh anak.
Setiap orang tua seharusnya memberikan sebaik-baiknya nama pada anak. Nama bisa mengandung harapan dan doa kebaikan agar kelak dia menjadi manusia yang lebih bertakwa kepada Allah Azza Wajalla.
Sebagai referensi, berikut tujuh puluh tiga nama bayi laki-laki berikut maknanya:
A’jubah : membuat takjub
Aban : Jelas
Adib : sopan, tahu tata krama
Afanin : bagus
Afnan : bagus
Afrah : senang, bahagia
Ahmad : bersyukur, terpuji
Akbar : besar, mulia
Alif : penyayang
Amin : amanat
Anam : tumbuh, manusia
Anis : ramah, bersahabat
Arij : bau yang wangi
Arqam : berilmu
As’ad : bahagia
Asad : pemberani
Asarir : wajah yang ceria
Ashif : orang yang punya kedudukan yang mulia, tukang tulisnya Nabi Sulaiman
Aslam : masuk dalam Islam
Asrar : pendiam
Asyja’ : pemberani
Atsir : Mulia
Ayat : tanda, ibrah
Aysar : bahagia, berkah dan penuh kebaikan
Ayyub : orang yang penyabar, terus kembali pada Allah, orang yang wara’ (sederhana)
Azhar : bagus
Azraq : biru
Ibhaj : gembira
Ibkar : shubuh, pagi
Ibrahim : cahaya, nama Nabi
Ibtisam : Gembira, bahagia
Ihsan : melakukan perbuatan baik
Ikhtimam : sempurna
Ikram : mulia
Imtiyaz : berbeda
Inas : ramah, bersahabat, yakin
Iqbal : terdepan
Ishaq : berakhlak mulia, teliti dalam pekerjaan
Isma’il : mendengar, nama Nabi
Isyraf : mulia
Itmam : sempurna
Itsar : mulia, kemuliaan
Usamah : pemberani
Badi : awal dari sesuatu
Badir : terdepan
Bakir : pagi, awal dari sesuatu
Bari’ : kecantikan dan kemuliaan yang sempurna
Bariz : muncul setelah tersembunyi
Basyir : suka senyum, tampan
Batsiq : orang yang sangat mulia
Baz/ Bazi : kuat
Taib: taubat dari dosa
Taaq: suka pada sesuatu
Taaj: mahkota raja
Tuhfah: hadiah, sesuatu kebahagiaan
Tahiyyah: bertemu, penghormatan, selamat dari penyakit
Tahsin: indah, baiknya sesuatu
Tadzkar: ibrah, pengingat
Turots: peninggalan orang terdahulu
Tasnim: mata air di surga
Tamar: membeli kurma, menunjukkan banyak
Tamara: orang yang suka memberi
Taufiq: lurus dan selamat dalam beramal
Taisir: urusan selalu mudah
Tijan: orang yang punya akhlak yang mulia, orang yang terhormat
Taslim: orang yang tunduk dan patuh pada perintah Allah
Tamam: sempurna
Tsabit (Sabit): kokoh, tidak berubah, istiqamah
Tsaqib (Saqib): cerdas, bersinar, benar
Tsaqif (Saqif): pandai, cakap, pintar
Tsamin: berharga
Ruslan : pemberani
Jabir: kuat, orang yang berbuat baik, orang yang selamat
Itulah beberapa nama baik bagi bayi laki-laki beserta maknanya. Selain nama yang baik, orang tua juga wajib mendidik anaknya sekuat tenaga sehingga anaknya bisa menjadi insan yang bertakwa. []
SUMBER: RUMAYSHO

Allah Maha Tahu

Oleh: Ainul Ma’rifah
ainulmarifah1453@gmail.com
PERNAHKAH ketika berdoa kalian membayangkan bahwa dzatNya ada hanya untukmu? Pernahkah ketika berdoa, kalian merasa bahwa dzatNya benar-benar ada di hadapanmu?Pernahkah ketika berdoa, kalian meyakini bahwa dzatNya benar-benar mendengarmu? Jika belum membayangkan, merasa ataupun meyakini maka intropeksi dirilah, jangan-jangan doanya belum sepenuh hati, jangan-jangan doanya tidak sungguh-sungguh.
Sering kita menghakimi Allah SWT atas setiap doa yang terkadang belum terkabul. Sering pula menyalahkan Allah dengan merasa diri sudah baik tapi mengapa doa-doa tak kunjung terealisasi. Bisa jadi kitanya salah dalam berdoa, kitanya tidak tepat dalam berdoa.
Doa itu kuncinya yakin, doa itu intinya pasrah dan ridho atas setiap ketentuanNya. Bagaimana doa akan terkabul kalau kitanya sendiri tidak yakin, bagaimana doa akan terealisasi kalau kitanya sendiri tidak merasa bahwa Allah selalu ada dan menjawab doa-doa kita. Allah itu sangat dekat pada hambaNya bahkan lebih dekat dari pada urat nadi kita sendiri.
Alquran mengajarkan dan senantiasa menasihati pada kita tentang bagaimana berdoa. Diksi atau pemilihan kata dalam alquran tentang memanjatkan doa benar-benar memberikan gambaran bahwa Allah itu sangatlah dekat, Allah senantiasa paham, Allah senantiasa mengetahui hamba-hambaNya. Hanya saja kita yang terkadang tidak memahami diksi tersebut.
Ketika kita berdoa di dalam alquran Allah ajarkan dengan kata-kata “Rabbana” “Rabbana” atau “Rabbi“ ”Rabbi”. Mengapa kita menggunakan diksi “Rabbana” atau “Rabbi”? Karena kita merasa Allah itu dekat. Tetapi ketika Allah memanggil hambaNya, Allah menggunakan kata-kata “yaa ayyuhannas” atau “yaa ibadi”.Mengapa menggunakan kata “yaa ayyuhannas” atau ”yaa ibadi”? karena Allah mengetahui kalau kita itu jauh dari pada Dia. Maka perlu menggunakan kata panggilan. Berbeda ketika kita berdoa kepadanya, cukup dengan mengatakan “Rabbana”, seakan-akan Allah ada di hadapan kita dan sedang berbincang dengan kita dengan lembutnya.
Allah always there, itulah mengapa tulisan ini berjudul demikian. Allah itu senantiasa ada. Allah senantiasa mengetahui apa yang sedang kita lakukan. Bahkan dalam ujian-ujian yang berat dalam alquran, Allah senantiasa menutup ayat-ayatnya dengan kata-kata “Allah itu “as-samiul alim” yang artinya Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. Allah itu Maha Mendengar artinya, mendengar itu berarti dekat dan senantiasa ada dan Maha Mengetahui. Itu artinya Allah tidak pernah lalai atau lupa kepada setiap hamba-hambaNya. Sehingga seolah-olah ketika kita berdoa kepada Allah, Allah mengatakan bahwa “Saya itu dekat, saya itu selalu ada, hanya terkadang kalian yang tidak menyadarinya, bahkan kalian tidak mau curhat pada saya.”
Maka itulah hakikat ketika kita berdoa, meyakini bahwa Allah ada dan sedang mendengar kita. Tatkala ujian melanda, tatkala persoalan hidup hadir sebagai pendewasaan diri. Tatkala cobaan dakwah benar-benar membuat putus asa, Allah senantisa ada untuk kita. Tatkala Allah senantiasa menasehati kita untuk bersabar dalam berdakwah, sabar dalam berjuang. Nanti Aku, kata Allah akan membuktikan kebenaran perjuangan itu, meskipun kadang-kadang kita lalai akan janji itu.
Seperti kasus tentang betapa hari ini heroiknya para pejuang kebenaran yang dipersekusi, dihinakan, bahkan dikriminalisasi. Mengapa orang-orang baik justru mengalami hal buruk bahkan sampai kematian, tapi mengapa orang-orang jahat seakan-akan hidup sejahtera. Namun dalam kasus seperti ini, Allah senantiasa mengingatkan kita dalam ayat-ayatnya, yang artinya: “Dan siapa saja yang kemudian hanya berharap pada pertemuan dengan Allah, sesungguhnya janji Allah itu akan segera datang, sesungghnya perjumpaan dengan Allah itu akan segera datang.”
Perjuangan itu sepaket dengan pengorbanan. Usaha itu sepaket dengan doa. Ketika kita yakin jika Allah senantiasa ada, maka kita juga harus yakin bahwa setiap doa, setiap usaha pasti juga akan ada hasilnya. Allah hanya berpesan agar kita senantiasa sabar dan tidak putus asa. Senantiasa berdoa dan berusaha serta meyakini bahwa Allah itu ada, “Allah always there.” Wallahua’lam bishowab. []

Kategori

Kategori