Mendidik Anak Menurut Islam


Anak adalah tumpuan harapan orangtua. Bukan hanya keluarga, kelak ia pula yang akan mewarisi segala kepunyaan bangsa, negara, dan agamanya. Oleh sebab itu, menjadi penting untuk memberikan perhatian khusus bagi pendidikan anak.

Islam merupakan agama yang menyeluruh. Islam telah memberikan pedoman-pedoman hidup yan meliputi berbagai macam aspek. Termasuk dalam hal pendidikan anak. Pendidikan anak tidak melulu dilakukan formal di kelas, namun juga di rumah dalam kehidupan sehari-hari.

Setidaknya ada empat poin utama yang diajarkan Islam untuk mendidik anak. Pertama, memberikan pendidikan anak dalam bahasan pendidikan agama, terutama akidah yang akan menjadi pondasi ke-Islamannya.

Perhatikan bagaimana perkataan Luqman kepada anaknya, yang artinya: “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ‘Hai anakku, janganlah kamu menyekutukan Allah. Sesungguhnya kesyirikan itu merupakan kezhaliman yang besar.” (QS. Luqman: 13)

Kedua, membiasakan agar mendidik anak-anak untuk berakhlak baik dan menasihatinya ketika melakukan kesalahan. Sebab akhlak mulia menjadi pemberat timbangan pada hari kiamat nanti, sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi, artinya: “Tidak ada sesuatupun yang paling berat dalam timbangan seorang Mukmin pada hari Kiamat nanti daripada akhlak mulia.”(HR. At-Tirmidzi)

Ketiga, hendaknya mengajarkan adab dan etika kepada anak. Orang-orang shalih terdahulu telah menaruh perhatian yang sangat besar terhadap adab Islami. Simak saja perkataan seorang Salaf kepada anaknya ini. “Wahai anakku, engkau mempelajari satu bab tentang adab lebih aku sukai daripada engkau mempelajari tujuh puluh bab dari ilmu.”

Keempat, hendaknya orangtua menyertakan anak-anak dalam beribadah seperti shalat, bukan hanya sekedar memerintahkannya saja. Karena pendidikan anak akan lebih berhasil ketika setiap inderanya diberdayakan.

Jadi, orang tua tidak hanya memberdayakan indera pendengaran anak saja untuk memerintahnya melakukan ini dan itu, tetapi orang tua juga perlu memberdayakan indera penglihatannya untuk mencontoh sikap dan perilaku baik dari orang tua.

Allah membuat hukum dan tiada yang menentang terhadap hukum-Nya.

Anak adalah tumpuan harapan orangtua. Bukan hanya keluarga, kelak ia pula yang akan mewarisi segala kepunyaan bangsa, negara, dan agamanya. Oleh sebab itu, menjadi penting untuk memberikan perhatian khusus bagi pendidikan anak.

Islam merupakan agama yang menyeluruh. Islam telah memberikan pedoman-pedoman hidup yan meliputi berbagai macam aspek. Termasuk dalam hal pendidikan anak. Pendidikan anak tidak melulu dilakukan formal di kelas, namun juga di rumah dalam kehidupan sehari-hari.
Setidaknya ada empat poin utama yang diajarkan Islam untuk mendidik anak. Pertama, memberikan pendidikan anak dalam bahasan pendidikan agama, terutama akidah yang akan menjadi pondasi ke-Islamannya.

Perhatikan bagaimana perkataan Luqman kepada anaknya, yang artinya: “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ‘Hai anakku, janganlah kamu menyekutukan Allah. Sesungguhnya kesyirikan itu merupakan kezhaliman yang besar.” (QS. Luqman: 13)

Kedua, membiasakan agar mendidik anak-anak untuk berakhlak baik dan menasihatinya ketika melakukan kesalahan. Sebab akhlak mulia menjadi pemberat timbangan pada hari kiamat nanti, sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi, artinya: “Tidak ada sesuatupun yang paling berat dalam timbangan seorang Mukmin pada hari Kiamat nanti daripada akhlak mulia.”(HR. At-Tirmidzi)

Ketiga, hendaknya mengajarkan adab dan etika kepada anak. Orang-orang shalih terdahulu telah menaruh perhatian yang sangat besar terhadap adab Islami. Simak saja perkataan seorang Salaf kepada anaknya ini. “Wahai anakku, engkau mempelajari satu bab tentang adab lebih aku sukai daripada engkau mempelajari tujuh puluh bab dari ilmu.”

Keempat, hendaknya orangtua menyertakan anak-anak dalam beribadah seperti shalat, bukan hanya sekedar memerintahkannya saja. Karena pendidikan anak akan lebih berhasil ketika setiap inderanya diberdayakan.

Jadi, orang tua tidak hanya memberdayakan indera pendengaran anak saja untuk memerintahnya melakukan ini dan itu, tetapi orang tua juga perlu memberdayakan indera penglihatannya untuk mencontoh sikap dan perilaku baik dari orang tua.
Allah membuat hukum dan tiada yang menentang terhadap hukum-Nya.
Anak adalah tumpuan harapan orangtua. Bukan hanya keluarga, kelak ia pula yang akan mewarisi segala kepunyaan bangsa, negara, dan agamanya. Oleh sebab itu, menjadi penting untuk memberikan perhatian khusus bagi pendidikan anak.

Islam merupakan agama yang menyeluruh. Islam telah memberikan pedoman-pedoman hidup yan meliputi berbagai macam aspek. Termasuk dalam hal pendidikan anak. Pendidikan anak tidak melulu dilakukan formal di kelas, namun juga di rumah dalam kehidupan sehari-hari.

Setidaknya ada empat poin utama yang diajarkan Islam untuk mendidik anak. Pertama, memberikan pendidikan anak dalam bahasan pendidikan agama, terutama akidah yang akan menjadi pondasi ke-Islamannya.

Perhatikan bagaimana perkataan Luqman kepada anaknya, yang artinya: “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ‘Hai anakku, janganlah kamu menyekutukan Allah. Sesungguhnya kesyirikan itu merupakan kezhaliman yang besar.” (QS. Luqman: 13)

Kedua, membiasakan agar mendidik anak-anak untuk berakhlak baik dan menasihatinya ketika melakukan kesalahan. Sebab akhlak mulia menjadi pemberat timbangan pada hari kiamat nanti, sebagaimana disebutkan dalam hadits Nabi, artinya: “Tidak ada sesuatupun yang paling berat dalam timbangan seorang Mukmin pada hari Kiamat nanti daripada akhlak mulia.”(HR. At-Tirmidzi)

Ketiga, hendaknya mengajarkan adab dan etika kepada anak. Orang-orang shalih terdahulu telah menaruh perhatian yang sangat besar terhadap adab Islami. Simak saja perkataan seorang Salaf kepada anaknya ini. “Wahai anakku, engkau mempelajari satu bab tentang adab lebih aku sukai daripada engkau mempelajari tujuh puluh bab dari ilmu.”

Keempat, hendaknya orangtua menyertakan anak-anak dalam beribadah seperti shalat, bukan hanya sekedar memerintahkannya saja. Karena pendidikan anak akan lebih berhasil ketika setiap inderanya diberdayakan.

Jadi, orang tua tidak hanya memberdayakan indera pendengaran anak saja untuk memerintahnya melakukan ini dan itu, tetapi orang tua juga perlu memberdayakan indera penglihatannya untuk mencontoh sikap dan perilaku baik dari orang tua.

Allah membuat hukum dan tiada yang menentang terhadap hukum-Nya.


EmoticonEmoticon